Serunya Belajar sambil Bermain tentang Kesehatan di Online Field Trip Medikids Clinic x IIDN


Assalamualaikum moms, 


Pasti banyak yang punya pengalaman menarik ke dokter gigi dengan anak? Bakalan seru nih baca pengalamannya, ada yang anaknya gagah berani, ada yang mewek dan harus dibujuk-bujuk dulu. Ada yang ke dokter  gigi sekadar untuk kontrol per 6 bulan, ada juga yang karena gigi anaknya bermasalah.


Anak bungsu saya termasuk yang giginya sempat bermasalah.  Dia  harus ke dokter gigi untuk pengobatan karena gigi gerahamnya berlubang. Alhamdulillah, setelah diobati, sakitnya berkurang dan berangsur menghilang. Namun sayangnya, perawatannya tidak lengkap, karena anak saya menolak untuk ditambal giginya.


Anaknya malas sikat gigi ya? Serius, rajin banget loh anaknya sikat gigi. Saya juga sempat bingung, kok bisa sampai berlubang. 


Saya: "Dok, kok gigi anak saya bisa berlubang ya? Padahal rajin loh sikat giginya."

Drg: "Anaknya sikat gigi sendiri ya bu?"

Saya: "Iya, Dok."

Drg: "Wah, kalau masih umur kurang lebih 7 tahun seperti ini, sebaiknya ibunya juga membantu gosok giginya, jadi bisa bersih. Anak umur segini, masih suka asal soalnya bu kalau sikat gigi."


Saran tersebut juga saya dapatkan dari drg. Saskia Karenina (dokter Medikids Clinic) di acara Online Field Trip kerjasama antara Medikids Clinic dan IIDN. Kegiatan online ibu dan anak yang diadakan tanggal 11 November 2020 lalu, bertujuan mengajak para ibu dan anak-anaknya untuk memperluas wawasan tentang kesehatan (terutama kesehatan gigi), sambil tetap seru bermain.




Oiya, drs. Saskia memaparkan tentang kesehatan gigi anak, diantaranya tentang struktur atau lapisan pada gigi, makanan yang dapat merusak gigi, bagaimana proses gigi hingga bisa berlubang, cara memilih sikat dan pasta gigi yang baik, cara menyikat gigi secara benar, dan lainnya. 


Lengkap deh materinya, dan anak saya sejauh ini bisa memahami, karena pemaparan dan pembawaan dokternya yang menyenangkan. Selama kegiatan, anak saya jadi banyak bertanya ke Saya mengenai hasil paparan di atas. Jadi lebih semangat dong ya sikat giginya.


Slide tentang bagaimana proses gigi jadi berlubang

Slide tentang memilih pasta gigi dan sikat gigi yang baik


Dari pemaparan drg Saski, kesimpulan yang didapatkan, terutama anak, yaitu tentang kebiasaan sehat yang wajib dilakukan untuk kesehatan gigi:  

1. Sikat gigi dua kali sehari, yaitu pagi setelah makan dan malam sebelum tidur.

2. Makan dengan gizi seimbang, dan mengurangi makanan manis dan asam.

3. Kontrol ke dokter gigi tiap 6 bulan sekali.


Pentingnya kontrol gigi, apalagi di masa pandemi ini, membuat kita sebagai orangtua harus makin selektif memilih klinik  gigi. 

Beberapa kriteria yang saya buat untuk memilih klinik gigi, yaitu:

1. Klinik gigi yang menerapkan protokol kesehatan yang ketat, sehingga selain aman kita juga berasa nyaman.

2. Klinik yang memiliki dokter gigi yang selain professional, juga memiliki komunikasi yang baik dengan anak, hingga anak bisa memiliki kesan menyenangkan dengan dokter giginya.

3. Klinik yang memiliki suasana (ambience) yang menarik untuk anak.

4. Harga terjangkau.


Di online field trip tersebut, kami para peserta diajak tour virtual ke Medikids Clinic cabang Kemang. Sebelumnya, kami dikenalkan terlebih dahulu dengan maskot Medikids Clinic yang bernama Captain Medi dan diajak dance bareng dengan si captain.




Wah, anak bungsu saya langsung tertarik melihatnya dan mengajak saya ke Medikids Clinic, mau main katanya. Insya Allah, nanti ya sekalian kita coba kontrol gigi di sana.


Ruang Africa (Medikids Clinic Kemang)




Ruang Japan (Medikids Clinic Kemang)


Beberapa alasan untuk memilih ke dokter gigi di Medikids Clinic adalah:


1. Memiliki dokter dengan 6 bidang spesialisasi gigi, yaitu: periodonti (perawatan gusi dan jaringan penunjang gigi), konservasi (penambalan, perawatan syaraf, dan estetika), bedah mulut, prostodonti (gigi tiruan), orthodonti (kawat gigi) dan pedodonti (perawatan gigi anak).

2. Dokter-dokter dari lulusan universitas terbaik dan terus meningkatkan kemampuannya.

3. Memiliki peralatan lengkap dan modern.

4. Menggunakan bahan-bahan dengan standar international.

5. Memiliki protokol kesehatan yang ketat.

6. Suasana dan tema tempat yang menarik buat anak.



Masa pandemi ini walaupun harus kita jalani dengan protokol kesehatan yang ketat, namun kita juga harus beradaptasi dengan tuntutan untuk hidup 'new normal'. Hal tersebut membuat berbagai pilihan yang kita buat, termasuk memilih klinik gigi, harus yang memiliki standar protokol kesehatan yang baik juga. 



Di online field trip ini, selain tentang kesehatan gigi, kami juga diingatkan untuk tetap memiliki kebiasaan sehat dalam menjalani masa pandemi. 



Medikids juga mengingatkan bahwa selain kesehatan tubuh, kita juga bisa melakukan kebiasaan baik untuk lingkungan. Karena lingkungan yang sehat juga berpengaruh baik pada kesehatan tubuh. Salah satunya adalah dengan mengurangi pemakaian plastik dan membawa tas belanja sendiri. 


Tas belanja dari Medikids Clinic ini bagus, selain suka warna dan desainnya, juga bahannya yang adem, tebal namun tidak kaku. 







Bonusnya adalah di akhir perjalanan online fieldtrip ini: anak bisa mewarnai masker dari Medikids Clinic dengan menggunakan crayon khusus tekstil. Pengalaman baru buat anak bungsu, dan peserta anak lainnya. Mereka terlihat menikmati proses mewarnainya. 




Alhamdulillah, setelah mengikuti kegiatan yang dilakukan dalam rangka re-opening Medikids Clinic ini, anak bungsu saya jadi lebih paham alasan menyikat gigi dengan benar dan ternyata dokter atau klinik gigi tidak semenakutkan bayangannya. Makasih Medikids Clinic dan IIDN. 


Kegiatan online seperti ini jadi alternatif juga jadi salah satu kegiatan sehat selama masa pandemi, karena memperluas wawasan kesehatan anak dan mengajaknya melakukan sesuatu yang baru.


 






Tidak ada komentar