Membesarkan Anak di Era Digital (Event Momblogger Gathering with SIS Bona Vista)


@ Playgroup SIS Bona Vista




Beberapa tahun lalu, saya sempat melarang anak-anak menggunakan gadget, karena khawatir dengan banyaknya pengaruh negatif dari penggunaan gadget. Maklum, yang saya lihat lebih banyak negatifnya daripada manfaatnya. Mulai dari merusak kesehatan mata, sampai konten negatif dari internet yang khawatir akan terlihat oleh anak.

Anak-anak sempat protes, karena melihat teman-temannya asyik bermain dengan gadget-nya, sedangkan mereka tidak. Saya jadi teringat hadist yang isinya "didiklah anakmu sesuai dengan zamannya". Berhubung anak-anak saya tumbuh di era digital, maka saya juga harus membesarkan anak sesuai dengan zamannya sekarang. Di era ini, anak-anak tumbuh dan berkembang dengan perkembangan teknologi, terutama internet. Mereka akan banyak belajar dari internet. Jadi seharusnya yang saya lakukan bukan melarang, tapi MEMBATASI penggunaan gadget dan memberikan bimbingan pada anak bagaimana menggunakan gadget dengan bijak.

Tampak Depan Gedung SIS Bona Vista


Raising Children in Digital Area

Tanggal 31 Agustus 2018 kemarin, saya berkesempatan menghadiri Momblogger Gathering with SIS (Singapore Intercultural School) Bona Vista dan Blogger Perempuan. Sesi pertama dari acara ini adalah sharing mengenai bagaimana membesarkan anak di era digital bersama psikolog Elizabeth T. Santosa.

Elizabeth T Santosa


Menurut Elizabeth, orang tua jangan mengganggap gadget itu monster bagi anak, karena di era ini anak seharusnya justru bersahabat bijak dengan gadget. Sebenarnya yang diperlukan adalah akses internet untuk mendapatkan wawasan keilmuan yang lebih banyak lagi (berdampingan dengan buku), sedangkan gadget adalah akses internet paling mudah bagi anak.

Tugas orang tua adalah agar anak bisa bersahabat dengan gadget, memanfaatkannya untuk hal-hal positif dan bermanfaat tanpa menimbulkan adiksi. Untuk membuat anak bisa mematuhi aturan yang kita buat, terutama dalam hal pembatasan penggunaan gadget, Elizabeth memberikan gambaran mengenai karakteristik anak di era digital, diantaranya adalah:


  • Memiliki ambisi besar untuk sukses
  • Menyukai kepraktisan
  • Serba instant
  • Cinta kebebasan
  • Percaya diri
  • Memiliki keinginan besar untuk mendapatkan pengakuan
  • Berkoneksi dengan digital dan teknologi informasi
Setelah mengetahui gambaran umum mengenai karakteristik anak zaman now, maka orangtua diharapkan bisa membuat kesepakatan dengan mereka mengenai penggunaan gadget, termasuk internet dan media sosial. Kesepakatan yang dibuat menyesuaikan dengan karakter anak era digital secara umum, dan pribadi anak secara khusus. Dengan begitu, orang tua akan lebih mudah membuat anak memahami dan mematuhi kesepakatan tersebut. Beberapa hal yang perlu ditegaskan mengenai detail kesepakatan tersebut antara lain:

  • Boleh memiliki akun media sosial bila anak sudah berusia diatas 13 tahun.
  • Bila anak sudah memiliki akun media sosial sendiri, maka harus disetting private sehingga anak bisa memilih hanya teman yang sudah dikenal yang bisa berhubungan dengan mereka melalui media sosial.
  • Gunakan perangkat filter atau parental control untuk tiap perangkat yang diakses oleh anak.
  • Anak dibawah usia 14 tahun tidak menggunakan laptop/komputer di kamar.
  • Batasi penggunaan gadget bagi anak agar mereka tidak adiksi gadget. Penggunaan gadget berlebihan juga akan membuat anak minim interaksi sosial dan tidak menumbuhkan rasa empati.
  • Orangtua memberikan teladan bagaimana membatasi diri dengan gadget dan berperilaku di media sosial.
  • Berdiskusi dengan anak mengenai bahaya online dan manfaatnya. Bahaya online yang bisa dibahas antara lain: bully atau cyberbully, pornografi, adiksi, dan sexting.
  • Orangtua harus melek teknologi agar bisa mendampingi anak di era ini.
  • Mengawasi jejak internet anak.
Selain membuat kesepakatan penggunaan internet dengan anak, kita sebagai orangtua juga harus memiliki pola asuh yang baik, sehingga anak bisa mengikuti kesepakatan tersebut dengan baik. Bila  anak melanggar kesepakatan, maka bisa dikenakan sangsi. Namun sangsinya diusahakan jangan menarik apa yang dia sukai, tapi memberikan tanggung jawab atau beban pekerjaan tambahan. 

Peer kita sebagai orangtua banyak loh di era ini, antara lain:
  • Suami dan istri harus satu aturan dan konsisten dengan aturan yang dibuat. Komunikasiyang lancar dan persamaan persepsi dengan suami harus dikuatkan terlebih dahulu.
  • Beradaptasi dengan berbagai kemudahan dan fasilitas di era digital, memanfaatkannya dengan baik, namun jangan sampai terbawa arus. Dengan kita mudah beradaptasi, maka akan mudah juga kita membuat aturan apa saja yang harus dibuat untuk membuat anak bisa belajar membatasi penggunaan gadget. Children see, children do.
  • Membuat support system di lingkungan anak kita, sehingga bisa saling menjaga. Seperti kata pepatah: It takes a village to raise a kid.
  • Saat perkembangan awal anak, orangtua sebaiknya berada di depan anak, sehingga anak memiliki panutan dan mengerti arah hidupnya.
  • Mengalahkan diri sendiri untuk membuang ego dan rasa malas untuk bersusah payah dalam proses mendidik anak, dan tidak 'kalah' dengan mereka dalam perjalanan mendidiknya.

SIS (Singapore Intercultural School) Bona Vista

Vision: Inspiring Learners Towards Greater Heights
Mission: To spark curiosity and inquiry while developing values and 21" century skills. We prioritise learners and personalise learning to make a better world
Sharing dari Ms Monika Arviany



Ms Monika Arviany memberika paparan mengenai SIS Bona VistaSingapore school ini memiliki 7 cabang sekolah di Indonesia, 3 diantaranya di Jakarta, yaitu Lebak Bulus, Kelapa Gading, dan PIK. SIS Bona Vista (Lebak Bulus) memiliki mayoritas murid dan gurunya yang ekspatriat, sehingga dalam pengajarannya menggunakan 3 bahasa, yaitu Indonesia, Inggris dan Mandarin. Dengan jumlah siswa per kelasnya hanya 24 orang, mereka membuat pendekatan pengajaran dengan cara kekeluargaan, sehingga guru maupun murid bisa lebih fokus dalam proses belajar di sekolah.

Di sekolah ini keamanan sangat diperhatikan. Selain dipasang CCTV di setiap sudut, juga semua penjemput harus memiliki ID Card. Orangtua murid juga diajak untuk berpartisipasi dalam proses belajar di sekolah, misalnya orangtua diminta untuk mengajarkan keterampilan tertentu kepada para murid pada waktu tertentu. Seru, ya!

Setelah sesi sharing, kita diajak untuk melihat-lihat fasilitas yang ada di SIS Bona Vista. Semuanya ramah anak dan sangat mendukung dalam proses pembelajaran murid. Berikut foto-foto fasilitas yang di SIS Bona Vista:





Tanggal 15 September 2018 nanti bakalan ada open house loh di SIS Bona Vista. Selain bisa mengetahui lebih detail tentang SIS Bona Vista di websitenya: www.sisschool.org, teman-teman juga bisa langsung datang saat open house. Malah lebih seru,karena selain bisa melihat langsung bagaimana kondisi dan fasilitas SIS Bona Vista, juga akan ada bazaar dan acara seru lainnya.


Fasilitas di Preschool SIS Bona Vista


Terima kasih SIS Bona Vista dan Blogger Perempuan atas banyak tambahan pengetahuan dan informasi di event ini.





16 komentar

  1. ada harga ada kualitas ya, duh.. semoga kedepannya ada rejeki buat nyekolahin anak2 kesini hihihi.. tertarik banget sama metode pengajarannya.. fasilitas juga lengkap ya.. bagus sekolahannya, anak2 pasti bisa betah nih sekolahnya

    BalasHapus
  2. Desain ruangannya lucu-lucu, anak-anak pasti pada betah sekolah di sini. Jadi penasaran berapa biaya masuk dan SPP bulanannya? :D

    BalasHapus
  3. Saya yakin kurikulum di SiS Bona Vista pasti bagus. Tantangan millenials dslam mendidik anak yaitu gadget management time. Bersyukur anda bisa hadir di event ini.

    BalasHapus
  4. Keamanan sekolah, fasilitas/infrastruktur sekolah, tenaga didik yang bagus tentu bisa menghasilkan kualitas pendidikan yang bagus pula

    BalasHapus
  5. Era digital adalah tempat sang anak berkembang. Awas bisa kecanduan gadget juga. Peran orangtua untuk mengawasi sang anak terhadap kecanduan gadget dan konten negatif

    BalasHapus
  6. Fasilitasnya bagusss, suka deh! Btw kapan hiring math teacher ya? Kali aja bs daftar XD

    BalasHapus
  7. Tugas ortu di zaman sekarang gede juga nih. Kudu banget yah konsisten membatasi gadget ke anak. Btw, sekolahnya keren banget euy.

    BalasHapus
  8. Halo mba Indri. Senangnya ya menghadiri acara sekece ini dan bisa belajar banyak pengawasan anak untuk penggunaan gadget :) . Bangunana SIS memang benar benar hebat

    BalasHapus
  9. Sekolahan nya bagus banget rapi, bersih dan luas. Metode belajarnya juga bagus. Anak2 pasti suka yang sekolah disana

    BalasHapus
  10. Sekolahnya keren ya Bun. Lengkap semua fasilitasnya. Suka saya dan dapet ilmu juga pas dateng ke sana. Serasa diingatkan tentang gadget ini

    BalasHapus
  11. Membesar anak di era digital memang akan menjadi PR semua orang tua, saya pun masih terus banyak belajar cari informasi sana-sini. Melihat sekolah SIS ini keren banget ya, metode belajarnya pun memang bagus.

    BalasHapus
  12. Metode pembelajarannya on point banget kak, memang sekarang gadget musuh nomor satu nih kak.

    BalasHapus
  13. Kalau kita larang anak pakai gadget, mereka bisa kurang up date atau terkucilkan, lagian sekarang kan zamannya digital. Sebagai orangtua kewajiban kita untuk bisa mengatur dan mengawasi penggunaan gadget anak.

    BalasHapus
  14. Sorry mbak kalau komentar ini sedikit oot, cuma penasaran banget, di kota mbak, seberapa sering sih ada acara parenting begini? Aku perhatikan di kotaku jarang banget ada. Atau mungkin bloggernya belum diundang ya. hmm..

    BalasHapus
  15. Bingung juga nih mau kasih gadget atau enggak ya, karena ada banyak dampak positif nya juga nih mbak.

    BalasHapus
  16. Kalau bicara soal gadget, saya sering banget lihat anak2 balita yg udah mainan sama gadget, tapi kembali lagi ke ortunya masing2 sih yg memang penggunaannya harus disepakati bersama agar anak gak melulu kecanduan gadget.

    BalasHapus