Program 1821 Makin Menarik dengan Colour to Life dari Faber-Castell

Liburan telah usai. Anak-anak sudah hampir sebulan bersekolah dengan jadwal yang cukup padat. Setelah sekolah yang full day, mereka juga harus mengaji, les, dan ekskul. Saya dan suami pun musti adaptasi lagi menyesuaikan jadwal pekerjaan kami dengan aktivitas harian mereka, sehingga akhirnya kami pun mengadaptasi Program 1821 yang dicanangkan oleh Abah Ihsan.

Program 1821 ala Keluarga Kami

Menurut Abah Ihsan, Program 1821 merupakan gerakan mendampingi anak-anak selama 3 jam yaitu pukul 18.00 - 21.00 tanpa gawai dan televisi. Orangtua bisa melakukan banyak aktivitas sederhana bersama anak-anak tanpa teralihkan fokus perhatian dan berusaha terlibat dengan kegiatan bersama mereka. Jam tersebut dipilih karena pada umumnya di jam-jam tersebut seluruh anggota keluarga sudah berkumpul di rumah dan sudah menyelesaikan hampir seluruh kewajibannya.

Saya mencoba mengadaptasi program tersebut dengan menyesuaikan karakter dan kebutuhan anak-anak kami. Kadang-kadang, kami juga tetap menggunakan gawai dan televisi untuk membantu aktivitas kami selama jam-jam tersebut. Program 1821 itu kan sebenarnya untuk membuat waktu berkualitas dan bonding antara anak dan orangtua setiap hari, namun tetap dengan aktivitas sederhana. Jadi tidak perlu ribet memikirkan ide kegiatan atau aktivitas selama mengisi Program 18-21.

Sebelumnya, saya sudah bersepakat dengan anak-anak jenis kegiatan apa saja yang bisa kami lakukan selama program tersebut. Kegiatan-kegiatan tersebut biasanya dilakukan di jam-jam ini karena sudah tidak ada waktu lain untuk mengerjakannya. Berikut 5 kegiatan harian sederhana yang biasa kami lakukan saat Program 1821:

1. Belajar

Pertama biasanya diisi dengan belajar, baik karena mengerjakan pekerjaan rumah, atau karena ada ulangan sekolah. Kalau sedang santai, biasanya saat sedang mengulang pelajaran, ada saja pertanyaan yang akhirnya jadi melebar kemana-mana. Benar-benar gagal fokus hahaha... Nah, ini kadang musti menggunakan gawai untuk bisa mencari informasi lebih banyak lagi pada hal-hal yang mereka sedang ingin ketahui.

2. Tahfidz

Hohoho... ini saatnya mengulang hapalan quran dan menambah hapalan. Alhamdulillah anak-anak memiliki semangat menghapal, tidak masalah masih belum terlalu jauh. Tapi mereka bisa menikmati proses menghapal Al Quran ini.

3. DIY

Bikin-bikinnya masih sederhana sih, hasilnya juga sederhana, tapi mereka menikmatinya. Kadang saya ikutan bikin, kadang ikutan ngasih petunjuk, seringnya cuma disamping mereka memerhatikan apa yang mereka lakukan. Yes, namanya emak-emak ya, merhatiinnya sambil ngajak mereka ngobrol.

4. Ngobrol

Ini waktunya kami ngobrol tentang banyak hal, dari mulai tentang keseharian mereka terutama saat sekolah, sampai ke topik-topik yang kami anggap penting. Dari sekadar ngobrol biasa, seringnya kami juga membuka gawai untuk mencari informasi tentang hal-hal yang kami anggap menarik.

5. Menggambar dan mewarnai

Kegiatan yang memiliki banyak manfaat positif ini masih suka anak-anak lakukan. Biasanya saya jarang terlibat kegiatan mereka ini, lebih banyak hanya memerhatikan. Namun sejak beberapa hari lalu mengenal Colour To Life dari Faber-Castell, saya jadi tertarik untuk ikut terlibat dalam kegiatan mewarnai tersebut. Apa sih yang berbeda dari kegiatan mewarnai dengan Colour To Life?




Colour to Life dari Faber-Castell

Colour to Life merupakan paket berupa satu buah buku yang terdiri dari 15 halaman lembaran untuk diwarna yang bisa digunakan untuk AR (Augmented Reality) dan 20 warna Connector Pen. Sebelum memulai kegiatan selain mewarnai, maka kita harus download aplikasi Colour to Life (android atau iOS) atau langsung scan barecode yang ada di kemasan Colour to Life. Tempat pembelian produk Colour to Life ada di Tokopedia, Gramedia atau toko buku terdekat.




Ada 5 hal yang bisa dilakukan dengan Colour to Life, yaitu:

1. Mewarnai.
Ada lembaran petunjuknya bagaimana cara mewarnai dengan berbagai teknik, antara lain: patterning, pointilism, squiggling, shading, dan contouring. Kapan-kapan pengin ngajak anak-anak buat mencoba semua teknik tersebut. Tapi sekarang-sekarang ini mereka masih mewarnai dengan teknik suka-suka, karena sudah tidak sabar untuk membuat AR dari tokoh yang mereka warnai.

2. Scan.
Hasil lembaran yang sudah diwarnai harus discan untuk mendapatkan AR-nya. Scan harus sesuai dengan karakternya masing-masing. Soalnya kami sempat bingung kok AR tidak keluar, eh ternyata karena salah pilih karakternya.  

Scan juga harus dalam cahaya yang cukup terang, sejajar dengan lembaran mewarnai dengan jarak minimal 30 cm.



3. Membuat AR
Setelah lembaran di kamera menjadi berwarna hijau, siap-siap deh buat mendapatkan AR sesuai dengan hasil yang kita warnai. Setelah AR tokoh yang mereka warnai keluar, anak-anak jadi makin antusias untuk mewarnai tokoh tersebut dengan warna yang berbeda. Oiya, AR sudah keluar, siap-siap untuk kegiatan lainnya.

4. Berfoto dengan hasil AR.





5. Bermain games dengan karakter berbeda.


Tidak ada komentar