Lakukan Deteksi Dini Hepatitis untuk Selamatkan Generasi Penerus Bangsa

Beberapa minggu yang lalu, ayah dari teman sekolahnya si sulung meninggal dunia karena Hepatitis. Istri dari Almarhum bercerita bahwa suaminya itu tidak memperlihatkan gejala yang mengkhawatirkan sebelumnya. Saya yang awam tentang penyakit Hepatitis, tidak menyangka bahwa penyakit tersebut bisa dengan cepat menyebabkan kematian.

Pas dua minggu setelahnya, saya mendapat undangan dari Blogger Crony untuk mengikuti acara peringatan Hari Hepatitis Sedunia ke 9 (yang diperingati setiap tanggal 28 Juli) di Kementrian Kesehatan, Jakarta tanggal 27 Juli 2018. Tema peringatan yang diambil untuk tahun ini adalah: "Deteksi Dini Hepatitis, Selamatkan Generasi Penerus Bangsa. Tujuan peringatan Hari Hepatitis Sedunia ini adalah untuk meningkatkan perhatian, kepedulian, dan pengetahuan berbagai pihak tentang besarnya masalah kesehatan yang ditimbulkan oleh virus Hepatitis. 

Saya teringat akan penyakit dari almarhum ayah temannya si sulung dan bersyukur diberi kesempatan untuk mengetahui lebih lanjut tentang penyakit tersebut dari narasumber yang kompeten di bidangnya.

Ki-Ka: Anjari Mars (Moderator) - dr. Wiendra Waworuntu, M.Kes (Direktur Pencehagan dan Pengendalian Penyakit Menular Langsung, Direktorat Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Kementrian Kesehatan RI) - Dr. dr. Andri Sanityoso Sulaiman, Sp PD-KGEH (Sekjen PB Perhimpunan Peneliti Hati Indonesia)


Mengenal Hepatitis

Ternyata, 1 dari 10 orang Indonesia itu mengidap penyakit Hepatitis B. Namun sebagian besar tidak menyadarinya, karena tidak mengetahui gejalanya. Saat komplikasi datang, penyakit ini langsung kronis. Tidak main-main, penyakit Hepatitis bisa menyebabkan infeksi lebih cepat ke tubuh si penderita 100x lipat dibandingkan penyakit AIDS. Ngeri ya?

Sebenarnya apa sih Hepatitis itu?

Hepatitis adalah peradangan hati yang disebabkan oleh virus Hepatitis. Hepatitis ada 5 jenis yang penggolongannya tergantung dari jenis virusnya, yaitu virus A,B,C,D dan E. Penamaan tersebut tidak berdasarkan tingkat keparahan penyakitnya, melainkan hanya penamaan berdasarkan jenis virusnya. Untuk Hepatitis A dan E, penularan melalui makanan dan minuman yang tercemar virus Hepatitis. Hepatitis B, C, dan D penularannya lebih banyak, antara lain melalui darah, hubungan seksual dan kulit terluka.

Mengapa Hepatitis B dan C yang sangat ditekankan untuk dilakukan deteksi dini?  Karena di Indonesia, saat ini penyakit Hepatitis B dan C yang memiliki persentase penderita paling banyak dibandingkan jenis Hepatitis lainnya. Ditambah lagi, dengan sifatnya yang silent killer, yaitu tanpa terlihat gejalanya. Biasanya sebagian besar penderita Hepatitis  tidak mengetahui jika telah tertular, sehingga biasanya terlambat diketahui. Padahal jika sudah komplikasi, maka dapat menyebabkan sirosis (pengerasan hati) dan kanker hati.

Hepatitis B

Penularan Hepatitis B ada dua jenis, yaitu penularan secara horizontal dan vertikal. Penularan Hepatitis B secara horisontal (5%) biasanya melalui kontak cairan tubuh, seperti tranfusi darah dan organ yang tidak melalui proses skrining, penggunaan jarum yang tidak aman, hubungan seksual dan kontak dengan darah. Penularan secara vertikal yang dominan (95%), yaitu penularan dari ibu hamil yang mengidap virus Hepatitis B ke bayi yang dikandung atau dilahirkan.

Untuk penularan secara vertikal, biasanya 90% bayi akan mengalami kronik. Sedangkan untuk penularan secara horizontal, bila menular saat dewasa maka 90% biasanya malah akan membentuk antibodi dari Hepatitis.

Roadmap Pengendalian Hepatitis di Indonesia


Ada 5,3 juta ibu hamil per tahun yang 2,2% nya reaktif terhadap HBsAg, maka diperkirakan terdapat 120.000 bayi akan menderita Hepatitis B dan akan berpotensi mengalami Hepatitis kronis sebanyak 95% untuk 30 tahun ke depan.

Pencegahannya adalah dengan memberikan vaksinasi Hepatitis pada bayi baru lahir sesuai dengan tahapan waktunya. Untuk bayi dengan ibu yang positif Hepatitis B, maka akan diberikan Uniject/HBO dan booster 3 dosis vaksin HB pada usia 2,3, dan 4 bulan.  

Strategi Pencegahan Infeksi Vertikal Hepatitis B


Hepatitis C

Hepatitis C disebabkan oleh virus Hepatitis C. Mirip dengan Hepatitis B yang hampir tidak terlihat gejalanya. Hanya untuk Hepatitis C, belum ada vaksin untuk mencegahnya, sehingga yang bisa dilakukan adalah  dengan menghindari faktor risiko. Faktor risiko tinggi terkena Hepatitis C antara lain:
-bekerja dengan darah dan produk darah
-menggunakan jarum suntik yang tidak steril dan bergantian
-berganti-ganti pasangan atau memiliki pasangan homosex

Untuk penderita Hepatitis C, 80% akan mengalami kronik. Sisanya bisa sembuh secara spontan. Hanya walaupun sudah dinyatakan sembuh, mereka tetap tidak bisa melewati skrining donor darah, karena akan tetap memiliki HBsAg di darahnya walaupun sudah tidak aktif.


Mari Lakukan Deteksi Dini Hepatitis

Kemenkes memiliki Capaian Pengendalian Hepatitis di Indonesia (34 Provinsi), yaitu sosialisasi faktor risiko penyakit Hepatitis, melakukan imunisasi rutin Hepatitis B pada bayi dan Deteksi Dini Hepatitis B.

Penting loh untuk melakukan deteksi dini Hepatitis, karena penyakit yang tidak terlihat gejalanya ini memiliki dampak mematikan dan penularannya bisa melalui banyak jalan. Bila ada anggota keluarga yang positif terkena Hepatitis, maka orang tua dan saudara kandungnya sebaiknya melakukan deteksi dini Hepatitis dengan pemeriksaan darah. Ibu hamil juga sebaiknya memeriksakan darahnya, karena mencegah jauh lebih baik daripada mengobati. Tidak ada salahnya juga walaupun kita merasa sehat atau tidak memiliki faktor risiko Hepatitis, untuk tetap melakukan Medical Check Up tahunan dan sekaligus deteksi dini Hepatitis.

Bingung untuk pemeriksaan darah dimana atau masih belum ada budget atau alokasi dana? dr Andri menyarankan untuk melakukan donor darah. Nantinya akan dilakukan screening untuk 3 jenis penyakit, yaitu AIDS, Hepatitis B dan Hepatitis C dan kita akan mendapat laporannya. Sekali dayung, dua tiga pulau terlampaui. Melakukan kegiatan kemanusiaan dengan donor darah plus bonus mendapatkan skrining hasil tes darah kita untuk Deteksi Dini Hepatitis.



  

3 komentar

  1. sekarang lagi gencarrnya penyakit Hepatitis. Kita perlu menjaga diri agar tidak terkena penyakit yang satu ini ya...

    BalasHapus
  2. Kesehatan itu memang penting banget, kalau udah sakit baru kita sadar :)

    BalasHapus
  3. Semoga kita selalu diberi kesehatannya, agar terhidar dari penyakit yang satu ini ...

    BalasHapus