7 Hal Menarik dari Buku Neng Koala, Kisah-Kisah Mahasiswi Indonesia di Australia





Apa ada teman-teman yang memiliki cita-cita untuk melanjutkan kuliah (baik S1, S2, atau S3) di luar negeri? Sama dong seperti saya. Tapi sepertinya itu sekadar keinginan, karena saya tidak melakukan persiapan apa pun untuk keinginan tersebut.

Saya tersadar setelah membaca kisah Gena di buku Neng Koala. Kisahnya membuat saya ‘tertampar’ kalau sepertinya sekolah di luar negeri belum menjadi cita-cita saya, tapi hanya keinginan terpendam. Hidup adalah pilihan. Mungkin kuliah lagi di luar negeri belum menjadi prioritas saya dalam waktu dekat ini. Tapi, bagaimana dengan teman-teman yang ingin berkesempatan mengecap pendidikan di luar Indonesia? Autralia mungkin? Apalagi bila budget tidak mencukupi dan ingin mengejar beasiswa ke Australia?

Well, baca deh di buku Neng Koala. Buku bersampul pink soft dengan logo kecil bentuk koala ini terlihat eye-catching dan perempuan banget lah. Neng Koala langsung menarik perhatian saat saya mendatangi acara pelucuran bukunya tanggal 25 April 2018 di Aula Kampus Anggrek Bina Nusantara, Jakarta. Buku terbitan Gramedia karya Melati, dkk ini merupakan kisah-kisah dari 34 mahasiswi Indonesia yang pernah menempuh pendidikan di Australia.




Berawal dari Melati yang prihatin atas keputusan seorang teman perempuannya yang harus melepas tawaran beasiswa untuk kuliah, maka dia mengajak teman-teman perempuannya yang sama-sama tengah atau selesai kuliah di Australia untuk berbagi kisah perjuangan mereka mulai dari mendapatkan beasiswa sampai akhirnya menuntaskan kuliahnya di sana.



Perjuangan yang berbuah manis pastinya, karena yang mereka dapat lebih dari sekadar ilmu. Mulai dari pertukaran budaya, bahasa sampai bagaimana gaya hidup di sana yang positif yang bisa diterapkan sesampainya mereka di Indonesia.

Selain acara ceremonial launching buku Neng Koala, juga ada sesi sharing dan diskusi dari 5 penulis di buku Neng Koala, yaitu Melati, Siti Fuadilla Alchumaira, Adhityani ‘Dhitri’ Putri, Indah Erniawati, dan Cucu Saidah. Sharing paling menarik buat saya adalah cerita bagaimana perjuangan mbak Cucu sebagai penyandang disabilitas akhirnya bisa mendapatkan beasiswa ke Australia, beserta pasangan hidupnya yang juga sama. Perjuangan mereka terbayar karena akhirnya bisa menyelesaikan pendidikannya dengan baik, plus bonus bisa travelling keliling Australia berdua saja. Salut!



Sharing lainnya adalah bagaimana mbak Indah harus berdamai dengan keadaan karena membawa keluarganya untuk ikut menemaninya di sana. Bagaimana akhirnya juga dia sadar kalau harus bisa membagi waktunya antara berkuliah dengan mengurus anak-anaknya, karena dengan tujuan itulah dia membawanya menyertainya.

Itu baru sharing dari beberapa penulis Neng Koala. Sudah banyak yang tergugah semangatnya loh untuk pantang menyerah dalam mengejar beasiswa dan melanjutkan pendidikan formal di Australia. Kenapa Australia? Menurut mereka negara tersebut termasuk kondusif bagi mahasiswi Indonesia, relatif lebih dekat ke Indonesia, memiliki toleransi budaya dan agama yang cukup baik, dan ramah untuk anak dan penyandang disabilitas.

Teman-teman jadi penasaran dengan isi buku Neng Koala? Saya pun. Sampai akhirnya setelah tamat membacanya saya mendapat banyak insight baru dan bisa menangkap semangat perjuangan mereka untuk mendapatkan ilmu di Australia.

Ada 7 hal menarik yang saya dapatkan setelah membaca buku Neng Koala:

    1. Bagaimana melakukan persiapan sebelum melakukan aplikasi beasiswa.
    2. Memiliki akses tempat tinggal di daerah atau jauh dari pusat kota? Jangan takut. Pasti bisa mendapatkan beasiswa dengan perjuangan ekstra.
    3. Bagaimana cara menjadi Bapak Rumah Tangga saat istrinya menyelesaikan kuliah?

    4. Tip dari para ibu bagaimana tetap bisa mengurus anak-anak sambil kuliah.
    5. Ada kamus dapurnya, loh dalam bahasa Inggris. 
    6. Bagaimana mengatasi perbedaan agama dan budaya saat sedang bersekolah di Australia.

    7. Mengatasi shock culture dan pilihan karir setelah kembali berada di Indonesia.

   Kumpulan kisah di buku Neng Koala ini inspiratif dan memotivasi para pembacanya untuk jangan takut bermimpi untuk meneruskan sekolah dengan jenjang lebih tinggi lagi, terutama di Australia. Selain itu, buku ini banyak memberikan gambaran baru pada para pembacanya bagaimana kondisi bersekolah di Australia dengan berbagai latar belakang. Go, para Neng Koala. You can do it!


  


1 komentar

  1. Jadi pingin punya bukunya nih, buat motivasi hehe. Sebenarnya pingin banget yang namanya kuliah XD.

    BalasHapus