Memiliki Pola Asuh Gizi yang Baik pada Anak dengan Aplikasi Halodoc



“Ih, anaknya kurus-kurus banget, emaknya pasti enggak telaten nih ngasih makan anaknya. Makanya disuapin makannya mak biar habis banyak.”
“Mak, ke dokter gih, siapa tau ternyata ada flek paru. Soalnya ini anaknya kurus banget.”
“Iyalah anak-anaknya pada kurus, lha wong emak bapaknya pada kurus.”

Saya sering banget nerima komen seperti itu dan senadanya. Dulu mah nyakitin hati, disangka kita enggak usaha buat memenuhi nutrisi anak. Padahal usaha udah poll banget, hanya semua kan butuh proses.

Saya pun sempat datamh ke dokter gizi. Saya cukup puas bisa berkonsultasi dengan beliau dan dinyatakan anak-anak sehat. Dokter menyarankan pada saya supaya meneruskan proses untuk membuat pola asuh gizi yang baik. Saya berusaha mengabaikan omongan orang-orang di sekitar saya dan fokus pada perbaikan pola asuh gizi pada anak-anak saya.

Alhamdulillah, semua jerih payah tersebut terbayar sekarang. Anak-anak sudah memiliki pola asuh gizi dan kebiasaan makan yang cukup baik. Makan pada waktunya dengan jenis gizi seimbang dan jumlah memadai (kadang malah sampai nambah), dan terbiasa untuk makan sendiri (plus membawa piring bekas makan ke dapur dan membersihkan nasi yang berceceran di lantai). Walaupun mereka masih kurus, tapi alhamdulillah anak-anak relatif sehat, aktif dan cerdas.

Sebenarnya pola asuh gizi yang baik bagaimana? Well, saya juga enggak terlalu memahami. Waktu itu saya membiasakan pada anak-anak pola makan yang berbekal hasil konsultasi dengan dokter gizi di RS dan browsing di internet. Tapi minusnya selain mahal, kami harus menyediakan waktu untuk antri juga.


Jadi gimana kalau ingin konsultasi masalah pola asuh gizi dengan dokter yang kompeten, tapi jadwal prakteknya belum sesuai dengan jadwal kita? Atau malah ada kendala lainnya yang menyebabkan akses terhadap layanan kesehatan sulit? Hmmm, sini saya kasih tau bocorannya agar bisa mendapatkan akses layanan kesehatan dengan lebih mudah.


5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak

Pada tanggal 13 April 2018 di Dailycious Café, Gading Serpong, Tangerang saya berkesempatan hadir di acara diskusi dan sharing tentang 5 Kesalahan Pola Asuh Gizi pada Anak bersama Halodoc dan Momblogger Community.

Bersama dua narasumber : dr. Herlina, Sp.A (dokter spesialis anak dan tim media Halodoc dan Blessy (Manager Offline Marketing Halodoc).



Pada event ini, dr Herlina, Sp.A (dokter spesialis anak yang berpraktik di RS Ciputra Citra Garden, tim medis Halodoc) selaku narasumber membahas tentang beberapa kebiasaan ibu yang keliru dalam pola asuh gizi pada anak. Memiliki pola asuh gizi yang baik pada  anak sangat penting, karena menyangkut tumbuh kembang anak selanjutnya.

Para ibu tentu ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anaknya. Dan memiliki anak yang montok dan menggemaskan adalah idaman banget. Tapi untuk mendapatkannya harus melalui kebiasaan-kebiasaan makan atau pola asuh gizi yang baik.

Dr Herlina menjelaskan tentang beberapa kesalahan yang dilakukan orang tua dalam pola asuh gizi pada anak, antara lain:

1. Memaksa anak untuk makan
Ada rentang waktu anak tidak mau makan. Daripada memaksa anak makan sanpai habis, atau malah menyuapinya walapun memakan waktu lebih dari setengah jam, lebih baik pertama orang tua mencari penyebab anak malas makan. Apa karena sudah kenyang, tidak suka makanannya, sedang asyik bermain, atau sedang tidak enak badan.

Dengan mengetahui penyebab anak malas makan, kita bisa mencari solusi yang tepat tanpa harus memaksa anak menghabiskan makanannya. Bila anak tidak mau menghabiskan makanannya sampai jam makan berakhir, lebih baik singkirkan makanan dan biarkan ia makan kembali pada saat jam makan berikutnya. Hal tersebut juga agar anak terbiasa mematuhi jam makan.


2. MPASI dini
Anak sebaiknya ASI eksklusif sampai berusia 6 bulan, sehingga dianjurkan umtuk MPASI dimulai setelah 6 bulan. Hal tersebut karena sebelum 6 bulan, sistem pencernaannya belum sempurna dan yang bisa dicerna dengan baik hanya ASI. Risiko pemberian MPASI sebelum 6 bulan tinggi, karena akan menimbulkan reaksi atau gangguan pencernaan pada bayi yang akan mengganggu tumbuh kembang bayi.


3. Makanan yang tidak sesuai dengan usianya
Makanan untuk anak dan dewasa berbeda dalam hal jenis dan jumlah. Apalagi bayi, rentang perbedaan bulan pun jenis dan jumlah makanannya juga berbeda. Kita harus memperhatikan tekstur, jenis dan jumlah makanan yang sesuai dengan usia anak kita.


4. Pemakaian dot yang terlalu lama
Sebaiknya anak tidak terlalu lama menggunakan dot. Begitu anak sudah bisa minum dari gelas, diusahakan untuk menghentikan pemakaian dot. Sebab anak yang menggunakan dot terlalu lama akan berpengaruh buruk terhadap pembentukan struktur rahang dan giginya. Padahal struktur rahang dan gigi yang baik akan membuat anak memiliki pola makan yang baik juga.


5. Konsumsi makanan manis berlebihan
Menurut WHO, kebutuhan gula harian anak tidak boleh melebihi dari 10% dari total kalori yang dikonsumsinya. Untuk anak usia 1-3 tahun, maksimal mengkonsumsi 4-5 sendok teh gula, sedangkan usia 4-6 tahun, maksimal 5-8 sendok teh gula.

Asupan makanan manis yang berlebihan atau melebihi batas maksimal konsumsi gula harian anak, akan memiliki banyak dampak negatif. Dampak tersebut antara lain: menyebabkan anak obesitas, gigi cepat rusak, dan anak menjadi aktif berlebihan. Dampak terbesar pada pola makan anak adalah anak jadi malas makan, karena makanan manis membuat anak cepat kenyang namun miskin nutrisi.


3 Fitur dari Aplikasi Halodoc


Aplikasi Halodoc
Untuk mengetahui ilmu dasar pola asuh gizi pada anak, atau ingin berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui aplikasi pola asuh gizi pada anak kita, bisa ke Halodoc.

Halodoc itu ibarat kotak P3K berjalan, yaitu aplikasi kesehatan dan farmasi yang digawangi oleh PT Media Dokter Investama sejak tahun 2016. Dan pas event sharing dan diskusi ini berlangsung, Halodoc sudah berulang tahun yang ke 2.

Dalam ulang tahunnya ini, menurut Blessy (Manager Offline Marketing Halodoc), Halodoc ingin mengajak para ibu agar lebih aware dengan hal pola asuh gizi anak yang tepat. Kampanye #KataDokterHaloDoc ini ingin menyampaikan bahwa #SehatLebihMudah, karena ibu bisa mendapatkan akses layanan kesehatan yang mudah dan tepat sasaran untuk anak-anaknya.

Aplikasi Halodoc akan banyak membantu dalam hal memudahkan akses kita terhadap berbagai layanan kesehatan. 3 fitur andalan Halodoc yang sangat bermanfaat adalah:

Fitur Contact Doctor
Di Halodoc ada sekitar 16 ribu dokter yang kompeten dan terpercaya dari seluruh Indonesia, mulai dari dokter umum, spesialis anak, internis sampai spesialis mata. Di sini kita bisa konsultasi kapan saja, karena mereka online 24 jam. Tentu saja tiap dokter ada jadwalnya masing-masing. Jadi bila kita ingin konsultasi dengan dokter tertentu, tinggal kita cek saja jadwal online dokter yang bersangkutan.

Tim dokter yang tergabung dalam Halodoc kompeten ya, karena sudah memiliki surat tanda registrasi dan surat izin prraktik dari Konsili Kedokteran Indoneaia (KKI).

Fitur Pharmacy Delivery
Fitur ini merupakan layanan 24 jam untuk membeli kebutuhan medis di apotik ke lebih dari 1000 apotik resmi dan terdaftar. Pesanan akan diantar dalam waktu satu jam dan bebas ongkos kirim.



Fitur Labs
Dengan menggunakan fitur ini yang bekerja sama dengan Prodia, kita bisa melakukan pengecekan kesehatan sepwrti cek darah dan urine di rumah atau kantor. Tidak ada biaya tambahan, namun saat ini layanan tersebut baru dapat digunakan di daerah Jakarta Pusat dan Jakarta Selatan.


Selain aplikasi, Halodoc juga memiliki website yaitu www.halodoc.com. Di website ini banyak artikel kesehatan dengan narasumber kompeten dan terpercaya, yang mengedukasi kita para orangtua agar lebih peduli dan perhatian terhadap masalah kesehatan.

Untuk aplikasi sendiri bisa diunduh secara gratis di google play untuk android dan app store untuk IOS. Para orang tua yang ingin konsultasi tentang kesehatan, khususnya masalah pola asuh gizi pada anak, silahkan diunduh aplikasinya. Dengan banyak bertanya dengan ahlinya, akan mempermudah kita untuk menghadapi masalah makan pada anak.


Karena jadi ibu adalah proses belajar seumur hidup, maka jangan pantang menyerah untuk terus belajar, karena sekarang sudah banyak akses yang memudahkan untuk itu. Halodoc adalah salah satu kemudahan tersebut.

Untuk mengetahui informasi lebih banyak tentang Halodoc, bisa meluncur ke website dan akun Halodoc berikut:
www.halodoc.com
IG: @halodoc
Twitter: @HaloDocID
FB: HaloDocID

Terima kasih Halodoc dan Momblogger Community (MBC) atas undangannya

















1 komentar

  1. Wiihb rame ya yang ikut blogger gathering ini. Meskipun jauh dari Depok, aku senang bisa hadir ke Serpong, pulang bawa ilmu bedmanfaat.

    BalasHapus