Fakta-Fakta Istimewa Singaraja, Kota Terbesar Kedua di Bali


Bicara soal wisata kota di Bali, Singaraja biasanya tidak langsung muncul di benak para pelancong. Para pemburu tiket murah ke Bali biasanya mengenal Denpasar sebagai pintu masuk sekaligus pusat pemerintahan provinsi ini. Padahal Singaraja juga memiliki pesonanya tersendiri, cocok untuk pelancong yang menggemari napak tilas sejarah dan budaya. Berikut beberapa fakta istimewa yang harus teman-teman ketahui tentang Singaraja.

Kota Terbesar Kedua dengan Jejak Era Kolonial


Source : infodenpasar


Secara resmi, Bali hanya memiliki dua kota, yaitu Denpasar dan Singaraja. Dengan luas sekitar 27,9 kilometer persegi, Singaraja adalah kota terbesar kedua di Bali. Walaupun terkesan tidak sesibuk Bali, Singaraja memiliki keunikan yang membuatnya sedikit berbeda dari kepadatan dan modernitas Denpasar.

Singaraja pernah menjadi ibu kota kolonial Hindia Belanda untuk Bali, serta pusat administrasi dan ibu kota Provinsi Sunda Kecil dari tahun 1849 hingga 1953. Hal ini membuat beberapa sudut kota masih memiliki aura unik dari era lawas, misalnya jalanan yang serba lebar, rumah-rumah tua dengan halaman luas, serta jejak-jejak multikultur seperti kehadiran elemen budaya Arab dan Tiongkok, yang telah ada sejak lama.


Pusat Produksi Kain Ikat Bali


Source :  bukalapak


Popularitas kain tenun ikat yang semakin menanjak membuat berbagai daerah di Indonesia Tengah dan Timur ikut melonjak pamornya. Bicara soal kain ikat Bali, Singaraja merupakan sentra produksi tenunan khas ini. Pelancong bisa mengunjungi pusat produksi di Jalan Veteran atau Jalan Dewi Sartika.

Di kedua tempat tersebut, pelancong bisa mengenal tentang kain ikat serta proses pembuatannya. Para pengrajin banyak yang menjual langsung hasil karya mereka. Jika teman-teman berniat ikut berpartisipasi menopang ekonomi lokal, membeli kain ikat langsung dari mereka bisa menjadi pilihan.



Lokasi Perpustakaan Lontar Satu-satunya di Dunia

Source : nusabali


Pustaka lontar adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Nusantara, jadi tidak heran jika perpustakaan lontar kini menjadi cagar budaya. Gedong Kirtya, yang berlokasi di Singaraja (Jalan Veteran), adalah satu-satunya perpustakaan lontar di dunia. Gedong Kirtya berada di area yang sama dengan Museum Buleleng, dan dikelola oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Buleleng.

Gedong Kirtya didirikan pada tahun 1928 oleh L. J. J. Caron, orang Belanda yang memiliki minat besar pada pelestarian pustaka lontar. Dengan dukungan raja Buleleng, Yayasan Kirtya Lefrink – Van der Tuuk pun memulai pembangunan perpustakaan ini. Nama Van der Tuuk diambil dari pakar sejarah Belanda yang memiliki minat besar pada sejarah dan budaya Bali, serta menyumbangkan tanahnya untuk tempat pembangunan perpustakaan.

Kini, Gedong Kirtya memiliki ribuan pustaka lontar dengan beragam tema, dan terus menjadi salah satu objek penelitian penggiat sejarah Nusantara.

Tempat Kelahiran Ibu Presiden Soekarno

Nyoman Rai Srimben adalah ibu dari Soekarno, bapak proklamasi sekaligus presiden pertama Indonesia. Singaraja terkenal sebagai tempat kelahiran sekaligus kediaman Srimben, yang menghabiskan masa kecilnya di sebuah rumah panggung di Keluharan Paket Agung. Saat ini, pemerintah Kabupaten Buleleng bahkan hendak menjadikan rumah Srimben sebagai salah satu objek wisata sejarah di Singaraja.




Singaraja adalah salah satu destinasi yang tidak boleh dilewatkan, terutama dengan latar belakang historisnya yang beragam. Teman-teman bisa menjadikannya sebagai salah satu kota persinggahan sebelum mengunjungi tempat-tempat wisata seperti Lovina dan Danau Batur. Layanan Airy Tiket Pesawat menyediakan tiket murah ke Bali dengan promo terbaik yang bisa Anda pesan kapan saja.

Segera pesan tiket murah di Airy, dan selami keunikan serta kekayaan sejarah Singaraja saat berkunjung ke Bali.


3 komentar

  1. Pustaka lontar hanya ada d Singaraja yaa, jadi pingin ke sana nih :D.

    BalasHapus
  2. Belum pernah ke Singaraja sih, hihi. Jadi pingin berkunjung ke sana nih.

    BalasHapus
  3. Pingin deh kapan-kapan jalan-jalan ke Singaraja, beli kain ikat batiknya :).

    BalasHapus