Pentingnya Antisipasi Anyang-anyangan (dengan Prive Uri-chan)


“Anyang-anyangan”
Satu kata yang membuat ingatan saya pasti balik ke beberapa (puluh) tahun yang lalu saat saya sedang PKL di tengah hutan. Akibat toilet yang menurut saya tidak layak, jadilah saya rela terpaksa sering menahan buang air kecil.

Jadilah saya terkena anyang-anyangan. Asli itu sukses bikin saya uring-uringan. Jadinya terpaksa saya perbanyak minum air putih. Walaupun akhirnya harus sering menggunakan toilet tidak layak itu, yang mending lah daripada harus anyang-anyangan.

‘Trauma’ anyang-anyangan itu membuat saya jadi cukup perhatian untuk mencegahnya. Itu pun anyang-anyangan hampir saya alami lagi saat pasca melahirkan si sulung. Karena masih sakit dan takut, beberapa hari saya sering menahan buang air kecil. Dan jadi deh ketauan ibu saya, dan berakhir dengan diomelin. *udah jadi ibu-ibu tetap diomelin sama emaknya LOL*

“Anyang-anyangan itu keliatannya cuma begitu aja, tapi berbahaya. Apalagi kalau sampai bikin Infeksi Saluran Kemih. Jangan sampai. Makanya, harus berani ngadepin sakit. Semua ibu kayak gitu”, omel ibu saya.

Iyes, mom.” Ho oh, tau banget sih sebenarnya gimana berbahayanya Infeksi Saluran Kemih (ISK) karena bisa berakhir dengan menyebarnya bakteri ke ginjal. Dan, buat perempuan lebih rentan lagi, karena ternyata 1 dari 5 perempuan berisiko terkena ISK. Dan gejala awalnya adalah reaksi anyang-anyangan dan kadang disertai nyeri.
Cuma namanya takut sakit, ya gimana dong. Tapi, berhubung setelah jadi ibu, baru sadar bahwa ternyata kita harus ikhtiar untuk jadi sehat paripurna alias “nggak boleh sakit”, maka saya pun berusaha ekstra untuk mencegah anyang-anyangan.

Beberapa hal yang saya lakukan untuk mencegah anyang-anyangan itu adalah:
    Banyak minum air putih. Air putih udah jelas lah ya banyak banget manfaatnya buat kesehatan. Dulu sih sering lupa. Berhubung sudah jadi ibu, dan sering mengingatkan anak-anak agar minum air putih secara cukup setiap harinya, saya pun juga jadi ikut lebih disiplin.
   Memperhatikan kebersihan area kewanitaan. Dengan cara membasuh setelah buang air kecil atau pun besar ke satu arah, dari depan ke belakang. Bukan sebaliknya, atau malah bolak-balik. Dan, bila sedang haid, maka harus rutin mengganti pembalut.
  Tidak menahan buang air kecil, yang ternyata tidak semudah itu saya lakukan bila saya sedang berkegiatan di luar. Berhubung saya pemilih banget dalam hal toilet, jadi lah saya akan ke toilet jika toilet dalam keadaan bersih.

Berhubung saya tau banget nih ‘kekurangan’ saya dalam hal menahan buang air kecil (bila sedang di luar rumah), maka saya mencoba untuk melakukan pencegahan ekstra, yaitu dengan minum Prive Uri-cran. Saya tidak minum secra rutin, hanya saat merasa sedang membutuhkannya, yaitu sedang banyak berkegiatan di luar rumah atau sedang dalam perjalanan panjang.

Saya memilih tindakan ekstra pencegahan ini, dengan mencari cara yang praktis namun sehat. Kemasan per sachetnya ini memudahkan saya untuk langsung membuatnya dalam sekali minum, juga membawanya hanya beberapa bungkus sesuai dengan kebutuhan.

Minuman yang merupakan ekstrak cranberry ini memang jadi pilihan saya. Selain karena rasanya yang enak, juga manfaatnya juga berasa banget. Iyalah, karena cranberry kan terkenal memiliki Proanthocyanidin yang bisa efektif menghambat perlekatan bakteri E.coli di saluran kemih. Oiya, bakteri tersebut loh yang bikin kita jadi anyang-anyangan.

Kesehatan saluran kemih ini seharusnya memang ekstra diperhatikan ya bagi kita sebagai seorang perempuan, karena peluang risiko kita yang lebih besar. Usaha kita untuk mencegahnya pun harus rutin dilakukan. Minum Prive Uri-cran merupakan salah satu antisipasi saya dalam mencegah anyang-anyangan. Untungnya minuman ini bikin kita tidak seperti sedang minum obat, karena rasanya yang enak. Dan, untuk yang malas musti bebikinan minum dulu, ada yang bentuk kapsul loh yang jauh lebih praktis.

Teman-teman pernah mengalami anyang-anyangan?
Antisipasinya untuk mencegahnya lagi apakah sama dengan yang saya lakukan?


Tidak ada komentar