#MyStyle untuk Mood Booster Saya agar Makin Produktif dengan Kalkulator CASIO Colorful



“Ih, serius mau jadi ibu rumah tangga?” tanya seorang teman Saya ketika mengetahui saya berniat untuk berhenti kerja karena ingin jadi ibu rumah tangga. Saat itu anak pertama saya sudah 8 bulan, dan tidak mungkin menitipkannya ke ibu atau mertua. Jadi pilihan yang terbaik saat itu adalah resign.

“Serius, lah,” jawab Saya dengan yakin.

“Yakin deh, kamu pasti bosan jadi ibu rumah tangga. Karena aku kan udah pernah mengalami. Lagian, nanti kamu jadi cepat tua, karena kalau tinggal di rumah kan pasti malas dandan,” sahut si teman.

“Hahaha... nggak usah nanti, lah sekarang aja kan aku udah malas dandan, Mbak,” jawab Saya dengan tawa.

*****

Jujur, saya sempat ragu. Karena terbiasa dengan sibuk beraktivitas yang kebanyakan di luar rumah, saya pun belum yakin akan terbiasa dengan rutinitas ibu rumah tangga. Namun, berhubung memang tidak ada pilihan lain, maka saya berusaha optimis dan menikmati pilihan saya.

Rutinitas awal saya sebagai IRT pun bermula. Awalnya kerjaan saya hanya mengurus si sulung yang masih bayi dan mengerjakan pekerjaan rumah tangga. Beberapa bulan kemudian, saya diberi rezeki anak kedua. Alhamdulillah. Namun, ternyata tidak berjalan semudah itu. Rasa lelah dan bosan dengan rutinitas mulai melanda.

Saya menyibukkan diri dengan berusaha berjualan set dekor perlengkapan dapur. Namun, ada beberapa pembeli yang tidak membayar, maka modal pun habis.

Untunglah saya menemukan dunia menulis dan blogging. Saya mulai dengan belajar menulis cerita anak dan sampai sekarang akhirnya beralih rutin menulis di blog.

Anak-anak pun sekarang sudah tiga, dan mereka sudah besar. Saya mulai memiliki banyak kesibukan. Ternyata untuk menikmati warna warni kehidupan sebagai IRT, saya memang harus mengalami dulu jatuh bangunnya. Dan, hal tersebut mengajarkan saya untuk makin kuat dan tangguh sebagai istri dan ibu.

Alhamdulillah, saya menikmati warna warni ini. Dengan menjalaninya dengan semangat dan penuh doa, semoga warna warni ini akan semakin indah. Jadi, pengaruh banget warna warni dalam kehidupan ini, sehingga hidup tidak jadi monoton.

Untuk menikmati warna warni tersebut dan tetap bisa produktif, mood sangat berpengaruh. Banyak banget hal-hal yang bisa mengganggu mood, seperti anak bertengkar dengan saudaranya, rumah yang berantakan, lelah, kurang tidur, dan masih banyak hal lainnya.

Berhubung saya tidak bisa mengatur hal-hal di luar diri saya agar bisa menyesuaikan dengan mood saya, maka saya yang harus bisa mengontrol mood.

Beberapa hal kecil yang saya lakukan untuk memperbaiki mood saya, antara lain:

-   Tidur
Ciyus, tidur itu bisa memperbaiki mood saya. Setelah bangun, hati terasa lebih ringan, dan terasa lebih bersemangat. Sayangnya ya tak mungkin lah begitu mood buruk langsung tidur, seringnya sikon tak memungkinkan.

-   Nonton film kartun
Kalau pas jadwalnya anak-anak nonton film kartun, saya suka ikutan nonton dan ketawa-ketawa sama mereka. Sampai sekarang saya masih suka nonton film kartun, loh.

-   Kumpul bersama teman-teman
Mood booster banget kalau lagi ngumpul bareng teman-teman. Dari sekadar bercandaan sampai sharing resep kue atau masakan. Topik-topik kecil yang bisa bikin kita cekakakan. Tertawa bareng mereka, bisa memperbaiki mood saya.

-   ‘Curhat’ dengan ibu dan adik-adik kandung
Kalo mood jeleknya sudah kebangetan, biasanya saya telepon ibu atau salah satu adik-adik saya. Selain suami, mereka tempat curhat saya. Karena selain mau mendengarkan, mereka juga memberikan solusi. Begitu udah sesi curhat (yang biasanya panjang) selesai, biasanya hati makin plong dan mood makin oke untuk semangat lagi produktif.

-   Bebikinan
Bebikinan DIY yang sederhana bisa bikin mood saya membaik. Apalagi kalau saya suka liat hasilnya. Sejauh ini, saya baru bisa membuat yang simpel. Pengin berkreasi lebih baik lagi, dengan melihat YouTube, Pinterest, atau melihat tutorial di akun IG teman-teman #uploaddiy. Warna warni hasil bebikinan itu bikin mood naik, jadi lebih semangat dan optimis.




-   Memandangi taman depan rumah
Taman depan rumah biasa saja penampakannya, yang merupakan hasil karya pak suami. Tapi, saya suka. Saya suka mengamati kalau pak suami sedang merawat tanamannya, dan anak-anak pasti ikut membantu. Kegiatan sederhana yang menguatkan bonding ayah dan anak-anaknya.

Kalau mood saya sedang menurun, maka mengamati (bengong) di sofa ruang tamu sambil memandangi taman lewat jendela itu bikin hati damai. Dan memang iya ya, ternyata warna hijau itu bikin mood lebih stabil. Ruang tamu yang dominan biru pun ikut serta membantu hati lebih tenang dan damai.

-   Beberes rumah
Beberes rumah dalam artian mindah-mindahin posisi perabotan di rumah. Posisi yang berubah bikin mood buruk juga berubah. Rumah yang rapi memang bikin mood saya ikutan bagus. Dulu pas anak-anak masih kecil, saya mengurangi standar kerapian biar saya tidak stress. Setelah sekarang anak-anak sudah besar dan bisa diajak beberes setelah mereka beraktivitas dan bermain, maka rumah sekarang jadi jauh lebih rapi.

-   Liat akun-akun inspiratif di media sosial
Mood yang buruk bikin saya jadi kurang produktif. Biar mood membaik dan makin semangat produktif, biasanya saya suka stalking (positif) akun-akun sosmed kesukaan saya yang biasanya produktif, baik dalam hal postingan blog, masak, baking, dan bebikinan lainnya. Biasanya semangat mereka ikut terserap, dan saya bisa makin semangat supaya bisa mencoret daftar to do list produktif.

-   Masak dan makan
Mencoba resep baru dan mencicipi hasilnya bikin mood saya lebih cerah (kalau hasilnya bagus dan enak hahaha...). Gimana kalau gagal? Biasanya saya malah tidak terlalu peduli hasilnya, yang penting sudah berani mencoba. Dan, mencoba hal baru itu memperbaiki mood banget.

-   Mandi
Ini mah jelas lah ya. Begitu badan bersih dan segar, langsung saya merasa jauh lebih cantik baik lagi moodnya.

-   Menulis
Menulis itu self-healing saya. Dengan menulis curhatan (yang kemudian biasanya akan saya hapus), saya lebih plong. Atau, malah menulis postingan blog yang temanya menarik, juga bikin mood oke.

Tapi, menulis rincian pengeluaran keluarga, kok ya bisa bikin mood jelek ya hehehe...apalagi kalau ternyata pemasukan bulan berjalannya sedang banyak, dan pemasukan tidak sesuai. Tapi, insya allah tidak akan membuat saya tidak bersyukur. 


Selain percaya bahwa rezeki datangnya dari Allah yang kadang jalannya datang dari arah yang tidak kita duga, menghitung anggaran keluarga dengan seri kalkulator CASIO Colorful bikin mood lebih baik walaupun terlihat pemasukan kurang atau pengeluaran sedang banyak.  

Warna memang bisa mengubah mood kita, ya. Memandang warna hijau dan biru, hati lebih damai. Menggunakan warna kuning, oren, dan merah, kita jadi lebih semangat dan optimis. Melihat warna ungu, berasa lebih elegan dan percaya diri. Itu yang saya rasakan saat menggunakan kalkulator ungu ini. 



Seri CASIO Colorful Calculator memiliki 10 warna, yang bisa disesuaikan dengan kepribadian atau warna kesukaan kita. Memang bisa warnanya menyesuaikan kepribadian? Bagaimana kalau kita tidak mengetahuinya? 


Tenang, teman-teman bisa ikutan kuis di laman www.knowyourcolor.id. Lewat laman tersebut, akan ada beberapa pertanyaan, seperti rasa es krim favorit, tokoh kesukaan, olahraga favorit, dan lain sebagainya. Saya ikut mencobanya, dan mendapatkan hasil bahwa warna saya adalah ORANGE. Saya sih biasa saja dengan warna orange, tapi ternyata kesimpulannya mirip banget dengan saya. Nah loh, saya jadi mulai suka warna orange nih, padahal warna kesukaan saya dari dulu adalah BIRU.


Oh iya, setelah menyelesaikan test, teman-teman bisa mendapatkan kode promo untuk membeli kalkulator tersebut. Lumayan banget potongannya 20%. Atau kalau malas untuk mengikuti tes tersebut, teman-teman bisa mendapatkan juga diskon tersebut dengan menggunakan promo code saya CASIOBLOGZD3734 di website MatahariMall https://www.mataharimall.com/p-9604/colorful-casio-calculator

Seri ini memiliki tema yaitu CASIO My Style. Seri ini memang customized, sehingga bisa menyesuaikan dengan kita.  Kelebihannya tidak hanya berwarna-warni dan desain yang minimalis, namun ada beberapa hal lainnya, seperti : bisa mati otomatis setelah enam menit setelah memencet tombol terakhir, menggunakan dua sumber daya (matahari dan baterei), bisa menyala dalam gelap, memiliki garansi selama 1 tahun, dan ada cover untuk kalkulator. Jadi tetap stylist untuk dibawa-bawa.

Uniknya, kalkulator ini memiliki fitur perhitungan pajak, sehingga bisa menghitung dengan cepat bila ada tagihan pajak. Oiya, caranya dengan press AC sambil menekan % sampai kata SET muncul. Setelah itu, masukkan besaran pajak dan tekan %. Bisa juga dengan menekan AC dan TAX+. Saya belum pernah mencoba sih, tapi siapa tau teman-teman membutuhkan.


Memang perlu ya, IRT memiliki kalkulator bagus dan bisa dibawa-bawa? PERLU BANGET. Biar makin semangat dan produktif dengan kegiatan atau pekerjaan yang memerlukan kalkulator. Contohnya, menghitung anggaran keluarga, menghitung belanjaan sayur di pasar atau tukang sayur keliling (hahaha...), buat membantu saat mengajari anak pelajaran sekolah, menemani belanja bulanan agar bisa sesuai budget, dan banyak hal lainnya. Bahkan bisa saya jadikan pelengkap properti foto untuk di blog atau Instagram.





Bisa sih dengan menggunakan kalkulator di smartphone. Tapi sering salah pencet atau malah sedang digunakan untuk hal lain. Kalkulator CASIO Colorful ini tombolnya lumayan besar, jadi peluang salah pencetnya kecil. Lagian lebih stylist saja gitu menggunakan kalkulator ini (#CasioMyStyle). Hal kecil ini, seperti hal-hal kecil lainnya yang saya sebutkan di atas, yang bisa banget membuat mood saya bagus dan bisa jadi semangat untuk produktif.



10 komentar

  1. Lihat taman plus beberes rumah itu kadang bikin mood jadi bagus ya mbk...aku banget ni

    BalasHapus
  2. Banyak yang sama mood boosternya, yang paling senang sih makan, tidur dan mandi :D
    Setuju, kalkulator di smartphone itu sering salah pencet, akhirnya ngulang-ngulang lagi.
    Lebih nyaman dengan kalkulator semacam Casio ini :)

    BalasHapus
  3. Semangat ngitung duit yaa kalau kalkulatornya unyu gini :D Bentuknya juga mudah dibawa ke mana-mana.

    BalasHapus
  4. Hmm, betul Mbak, kalau saya emang lebih nyaman buat ngitung dari kalkulator langsung.

    BalasHapus
  5. Mood booster saya saat ini butuh di bisnis, Mbak hahaha
    Warnaku sebenarnya Ungu. Lha kok hasilnya merah ya huhuhu

    BalasHapus
  6. Kalkulatornya lucu, mbak. Jarang nemu kalkulator warna ungu.

    BalasHapus
  7. Ini warna kesukaankuuuuuuu :D. Td iseng coba tesnya, dan bener aku memang cocok wrn ungu :) ..

    Kalo caraku utk perbaikin mood, iti biasanya jalan2 mba. Yg deket oke, yg jauh lbh bgs. Biasanya sepulang dr jalan, baru deh pikiran jd fresh lagi :)

    BalasHapus
  8. Mba Indri bener banget bebikinan DIY bisa jadi mood booster, ada rasa puas yang nggak bisa digambarkan dengan kata-kata ketika kita bisa membuat sesuatu sendiri. Eh mandi juga bisa jadi mood booster yaa, bikin seger dan on alias nggak ngantuk 😊.
    Salam kenal Mba,
    fillyawie(dot)com

    BalasHapus
  9. Mbaaaa sekarang aku nih yang lagi galau pengen kerja di rumah aja. Nggak tau kenapa. Kayanya sih karena bolak balik puyeng urusan ART. Pengen gitu di rumah sambil jadi fulltime bologger. Yang masih gak siap adalah, gak punya penghasilan sendirinya itu. Hahahaha

    BalasHapus
  10. Saya juga penggemar fil kartun. Suka nonton bareng anak-anak juga :)

    BalasHapus