Celana Joger, Penambah Semangat Produktivitas di Rumah


Bulan lalu, si sulung saya mengikuti serangkaian kegiatan Tahfidz Camp dari sekolahnya.
Kegiatan ini merupakan puncak dari rangkaian kegiatan sebelumnya, berupa kegiatan
pelantikan Pramuka.

Kegiatan ini sudah diinfokan jauh sebelumnya kepada para orangtua murid. Pertama, karena
orangtua sendiri menurut saya harus menyiapkan mental (baik untuk diri si anak maupun
justru orangtua sendiri), karena anaknya akan menginap
walaupun hanya untuk semalam.

Jujur saja, selain ditinggal menginap ke rumah neneknya, si sulung belum pernah menginap
di tempat lain tanpa pengawasan kami. Jadi agak deg-degan juga. Bukan karena nggak
percaya sama pihak sekolah. Karena kami Insya Allah yakin, panitia kegiatan tersebut sudah
menyiapkan acara semaksimal dan seaman mungkin bagi murid-muridnya. Tapi, kami
deg-degan lebih ke, “Aduh, nih anak cukup mandiri nggak ya untuk mengurus dirinya sendiri
nanti?”

Karena diberi jeda waktu lumayan lama, akhirnya kamipun lebih yakin untuk melepas si sulung
menginap, dan insya allah cukup yakin dengan kemandiriannya nanti.

Kedua, karena persiapannya ternyata lumayan banyak. Mulai dari persiapan peralatan pribadi
yang harus seragam (kaos, celana, dan lain-lain), sampai Al Quran pojok, dan perlengkapan
atribut seragam Pramuka.

Dan yang agak lumayan bikin ribet adalah mencari celana loreng. Dan, pencarian celana
loreng ini punya drama sendiri buat para orangtuanya. Biasa kan ya, barang yang kalau lagi
dicari, tiba-tiba nggak ada. Begitu pun dengan si celana loreng ini. Saya pikir kan ya banyak
ya, ternyata saya cari di mal nggak ada. Saya beralih lah nyari ke pasar. Itu keliling pasar
sambil nanya-nanya ke banyak toko, dan mereka bilang nggak tau.

Setelah hampir putus asa, saya mampir ke sebuah toko pakaian. Nggak yakin sebenarnya di
toko ini ada. Tapi tetap saya tanya aja sambil lalu, “Mbak, ada celana panjang loreng untuk
anak-anak?”. Saya pun bersiap buat berlalu sih.

Ternyata jawabannya ada, loh. Takjub sendiri aja. Alhamdulillah.
Nah, modelnya ternyata celana joger. Sebelumnya, Haqqi belum pernah sih punya dan
memakai celana model tersebut. Eh, ternyata setelah dipakai  alhamdulillah bagus dan
anaknya suka.

Saya sendiri sebenarnya baru ngeh kalo anak laki-laki ternyata bagus pakai celana joger.
Sejauh ini, saya taunya hanya perempuan (dan anak perempuan) yang bagus kalau memakai
celana model tersebut.

Oiya, saya sendiri penggemar celana joger sebetulnya. Tapi, karena saya sedang berusaha
menggunakan dress atau rok atau minimal celana kulot, jadi saya lebih sering menggunakan
celana joger sebagai dalaman. Kadang-kadang, malah sering juga saya gunakan di rumah.

Entah kenapa, kalau penampilan di rumah sedang rapi (saya biasanya memakai kaos dan
celana joger), saya malah lebih produktif. Perasaan jadi semangat aja ngerjain kerjaan rumah,
dan kerjaan nge blog. Kode banget nih ah buat nambah koleksi celana joger.

Menurut saya, ada beberapa cara memadu madankan celana joger untuk wanita berhijab.
Selain sebagai dalaman, bisa juga menggunakan celana joger dengan menggunakan atasan
tunik panjang, atau dress selutut. Keren deh, insya allah.

Ada banyak gaya lain sebenarnya dengan menggunakan celana jogger wanita, antara lain:
sporty, girly, preppy, stylish, casual, dan elegant. Semua tergantung bagaimana
memadu-madankan dengan atasannya.
Sumber : www.mataharimall.com


Nah, pilih celana joger dengan bahan yang nyaman di kulit kita, model yang longgar dan
sesuai dengan keadaan tubuh kita.  Jangan lupa juga, cari yang harganya terjangkau. Atau
minimal, bandingkan dengan toko lain, siapa tau ada promo atau potongan harga. Bisa gaya
dengan hemat, kan?
Sumber : www.mataharimall.com


4 komentar

  1. sekarang lagi musim celana joger ya... :)

    BalasHapus
  2. akunjuga punya celana joger mbak, pas beli lihat ada anak cowo, pakai celana joger juga. Celana santai tapi masih nyaman buat jalan jalan

    BalasHapus
  3. celana joger emang terbaik mbak :D

    BalasHapus