Kulit Si Bungsu Tetap Sehat dengan Lactacyd Baby




Si bungsu dulu sering mengalami alergi, entah karena salah makan atau kena keringat. Dan alerginya timbulnya di permukaan kulit, mulai dari ruam merah yang gatal sampai bisul.

Kasian banget kalau alerginya kambuh. Saya juga pernah ngerasain, dan rasanya nggak tahan banget buat nggak garuk-garuk. Padahal kalau lagi gatal begitu, seharusnya kan nggak boleh digaruk. Hal tersebut untuk menghindari gatal yang nggak hilang-hilang, rasa gatal yang malah jadi menjalar, dan menimbulkan lecet atau luka di area yang gatal akibat digaruk terlalu keras. Tapi, kalau nggak digaruk gimana ya, gatal banget.

Hal tersebut kejadian deh ke si bungsu. Karena nggak tahan gatalnya, dia jadi menggaruk area yang gatal, dan jadinya malah banyak lecet dan luka di kulitnya. Hiks, kasian.

Itu sebabnya saya usaha keras untuk menghindari hal-hal pemicu alerginya, seperti makanan laut dan kacang tanah. Walaupun sekarang sepertinya untuk makanan tersebut sih dia udah nggak alergi lagi.

Penyebab lainnya adalah keringat. Ini yang susah dihindari. Ya gimana mau menghindari keringat, kena panas atau abis gerak banyak ya pastinya berkeringat. Karena hal tersebut, saya melakukan beberapa hal untuk mengurangi rasa gatal akibat keringatnya:

Membawa tisu basah atau tisu
Biasanya bila sudah berkeringat banyak, saya lap keringatnya dengan tisu basah. Lumayan lah untuk mencegah gatal-gatalnya. Sejauh ini sih agak lumayan, kecuali kalau berkeringat di hari terik, ada lah timbul dikit gatal-gatalnya. Tapi nggak parah banget. Alternatif kalau nggak ada tisu basah, ya gunakan tisu biasa dengan dibasahi dengan sedikit air.
Sayangnya nih, kalau sekolah dia nggak mau bawa tisu basah. Jadi kalau pulang sekolah dan hari terik banget, mukanya udah kemerahan gitu deh.


Mengganti baju bila sudah berkeringat cukup banyak
Saya langsung mengganti bajunya bila terlihat bajunya udah lepek keringat karena bermain. Itu makanya kalau bepergian pun saya sering membawa baju ganti ekstra untuk dia. Baju yang kering membuatnya jauh lebih nyaman, dan mencegah alerginya timbul.

Banyak minum air putih
Harus banyak minum air putih dong, untuk mendinginkan tubuh bila sedang berkeringat. Jadi, walaupun keringat banyak, paling nggak nantinya nggak terlalu gatal.

Rajin mandi dong, ah
Ini sih kudu dan wajib rajin mandi. Kalau nggak mah, haduuuh. Lengket karena keringat bisa bikin dia kegatalan seharian. Tapi karena tau konsekuensinya kalau nggak mandi, syukurnya jadi bikin si bungsu rajin banget mandinya.

Mandi dengan sabun yang sesuai dengan kebutuhan kulit sensitif
Nah, mandinya juga harus menggunakan sabun khusus. Dokter anak si bungsu waktu itu menyarankan untuk menggunakan Lactacyd Baby. Menurut beliau, sabun ini bagus banget untuk kulit sensitif dan alergi.



Alhamdulillah, anak saya cocok banget pakai sabun ini. Walaupun harganya lumayan (bagi saya), tapi banyak manfaat yang melebihi nilai rupiahnya. Kulit si bungsu sekarang jadi halus, walaupun sedang kambuh alerginya tapi ruamnya tidak terlalu merah dan tidak terlalu gatal.

Hal tersebut karena ternyata sabun tersebut mengandung kandungan alami dari ekstrak susu dengan formulasi pH 3-4 yang sesuai dengan kebutuhan kulit bayi. Sabun keluaran Sanofi ini sudah teruji secara dermatologi dan sudah terpercaya untuk menjaga kulit bayi dari iritasi ringan. Pemakaiannya pun bisa setiap hari.


Biasanya saya menggunakannya seperti sabun biasa, plus juga bisa digunakan sebagai shampo. Irit kan?
Berhubung si bungsu udah cocok dengan Lactacyd Baby sejak bayi, maka keterusan deh menggunakannya sampai sekarang.

Plus kalau mau berenang di kolam renang umum juga nggak terlalu khawatir. Karena biasanya kulit anak rentan kaporit, maka membilasnya dengan Lactacyd Baby bikin kulit si bungsu sejauh ini baik-baik saja.

Mudah-mudahan alerginya pergi jauh-jauh ya, Nak. Thanks ya, Lactacyd Baby.

Alhamdulillah, kulit mukanya sekarang mulus :)



Komentar