#HelpfulPlace untuk Home Sweet Home





“Aduh, maaf ya rumahnya berantakan,” ujar Saya setiap kali ada tamu datang dan kondisi rumah sedang berantakan.

Sebenarnya sih, nggak perlu minta maaf ya. Lha wong rumah sendiri dan tidak mengganggu orang lain. Hanya ya tetap saja risih kalau tamu datang dan melihat kondisi rumah bak kapal pecah. Apalagi dulu zaman masih pada balita. Beuh, jangan ditanya deh.

Saya sebenarnya rada sebal deh. Kenapa ya tamu selalu datang dalam kondisi rumah bukan dalam keadaan terbaiknya. Pas lagi rapih banget, kok ya bisa-bisanya nggak ada tamu yang datang.

Berhubung tadinya tiga bocah (sampai sekarang pun, cuma sekarang udah agak mendingan) masih dalam tahap eksplorasi, saya dan suami memilih untuk memiliki barang sesedikit mungkin di rumah. Pokoknya yang memang sangat dibutuhkan lah.

Untuk ruang tamu dan ruang keluarga, kami biarkan plong alias tanpa sofa, kursi dan meja. Jadi cuma ada lampit dan meja televisi. Anak-anak sih hepi banget, karena bisa bebas bermain dan berkejaran di dalam rumah. Pun, rumah kami yang kecil jadi tidak terasa sempit.

Setelah anak-anak mulai besar, dan mulai berkurang masa eksplorasi (alias berantakin rumah), kami mulai berpikir untuk menata interior rumah dan mengisi perabotannya. Saya rajin deh memerhatikan feed instagram yang bertemakan interior rumah. Lumayan banget untuk inspirasi.

Penginnya sih bisa merapihkan rumah dengan budget minim (tidak terlalu besar). Yang penting bagi kami adalah rumah terlihat rapi, bersih, dan memiliki fungsi.

Beberapa langkah yang kami lakukan untuk memulai merapikan rumah adalah:

1.      Merencanakan detail interior rumah. Selain melihat foto foto di instagram dan pinterest, melihat-lihat toko perlengkapan/perabotan rumah juga memberikan wawasan dan inspirasi baru bagi kami. Asyiknya lagi, kami bisa mengetahui harganya untuk perkiraan budget, dan mengetahui kualitas dan fungsi barang-barang tersebut.
2.      Menghitung budget yang ada dan yang dibutuhkan. Karena ternyata budget kami masih kurang, jadi kami harus menabung dulu untuk beberapa lama.
3.      Mencicil membeli barang-barang yang dibutuhkan bila dana sudah mencukupi.

Beberapa waktu lalu, kami memutuskan untuk membeli kursi untuk rumah kami. Kami pun pergi ke Ace Hardware di Bintaro. Duh, jalan-jalan ke Ace Hardware ini memang bikin saya kalap dengan suksesnya. Kalap mata aja sih, lah wong dananya masih pas-pasan.




Anak-anak juga hepi jalan-jalan di sini. Kami pun mulai melihat-lihat (dan foto-foto). Setelah berkeliling dan menimbang-nimbang, melihat kualitas barang dan menyesuaikan dengan budget kami, maka kami pun membawa pulang kursi anyaman rotan yang unik ini. Vintage lah.



Waktu itu juga kami menyempatkan mampir ke sini dan membeli kipas angin. Pas banget lagi ada diskon. Uhuy, senang banget deh kami. Bisa mendapat kipas angin kualitas baik, dengan harga terjangkau.





Ace Hardware ini memang #HelpfulPlace deh. Semua kebutuhan rumah ada di sini dengan kualitas baik, dan harga yang lumayan terjangkau. Apalagi kalau sedang ada promo. Dan, ditambah bila jadi member Ace Hardware, bisa mendapat tambahan diskon. Cihuy banget, ya. Untunglah dekat rumah ada Ace Hardware, jadi bisa nyicil nyicil beli isi rumah tanpa harus kemana-mana.


Komentar

  1. bahkan tembok pun jadi korban ya mba... hehehe

    BalasHapus
  2. Pokoknya kalo tiap belanja ke ace hardware, rasa-rasanya pengen punya rumah sendiriii.. Lengkap, apa ada aja peralatan rumahnyaaa.. Hihiii

    BalasHapus
  3. hiyaa kalau jalan ke ACE udah pingin dibawa semua aja barang-barangnyaaa... Aku belum ada sofa di rumah Mbaaak, biarlah nanti kalau di rumah sendiri aja, jadi enggak repot bawa-bawanya klo pindahan.

    BalasHapus

Posting Komentar