150 Tahun RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan: Talkshow "Urban Mental Health" (Bagian 2)

Setelah kami berkeliling di bagian rehabilitasi RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan (baca di sini), maka kami kembali ke auditorium RS Jiwa Dr Soeharto Heerdjan untuk mendengarkan talkshow yang temanya bagus banget. Warning juga lah buat kami (para blogger) untuk menjaga kesehatan mental, dan ikut serta mensosialisasikan tentang penyakit gangguan jiwa ini.



Narasumber pertama adalah Budi Putra, seorang blogger senior. Tema yang dibahas beliau adalah tentang konten. Menurut Mas Budi, saat ini masalah serius yang sulit dihadapi oleh media main stream adalah kekuatan sosial media. Namun sayangnya, kekuatan tersebut tidak diiringin dengan kualitas konten yang baik.



Disinilah peran penting blogger, yaitu untuk ikut serta mengatasi penurunan kualitas konten di sosial media. Kita bisa loh berbagi informasi penting dari yang kita baca, atau malah dari event saja banyak hal penting positif yang bisa kita bagi. Tentu saja, sebagai blogger kita tidak boleh ikutan percaya dengan hoax.

Kelebihan blogger dalam berbagi hal positif dibandingkan media mainstream yaitu, adanya sentuhan personal dalam tulisan blogger, karena memang sesuai dengan pengetahuan dan pengalaman mereka. Dengan adanya sentuhan personal, tulisan lebih terasa ringan, simpel, namun pesan pentingnya diusahakan tetap tertangkap pembaca. Semakin banyak blogger yang menulis dengan kualitas bagus, maka kualitas konten di sosial media juga akan semakin meningkat.

Hal tersebut juga disampaikan oleh dr. Nova Riyanti Yusuf, SpKJ. Dr. Nova menegaskan bahwa media massa (dan blogger) sangat berperan dalam upaya promotif kesehatan jiwa menurut UU No 18/2014. Penyebarluasan informasi mengenai kesehatan jiwa itu sangat penting loh, sehingga masyarakat lebih punya pemahaman positif tentang penyakit gangguan jiwa dan ODGJ (orang dengan gangguan jiwa).



Nah media massa dan blogger diharapkan bisa memberikan informasi dan menulis artikel tentang penyakit gangguan jiwa dan ODGJ dan tidak mengarah pada stigmatisasi dan diskriminasi terhadap ODGJ.

Penyakit ini perlu sosialisasi lebih banyak lagi, karena di Jakarta saja 14,1% dari penduduk Jakarta mengalami cemas dan depresi, sedangkan 2,03%-nya mengalami psikotik. Besarnya penderita gangguan jiwa, akibat makin banyak dan rumitnya masalah di perkotaan, namun banyak yang lupa untuk juga menjaga kesehatan mentalnya.

Ditambah dengan adanya internet, dimana penyimpangan psikologis semakin banyak akibat mudahnya informasi tersebut menyebar.

Kita sebagai blogger yang berperan dalam perbaikan konten dan penyebarluasan informasi yang berguna, serta intensitas kita yang tinggi dalam berhubungan dengan internet dan sosial media, memiliki banyak tantangan. Kita harus paling tidak memahami pemicu penyakit gangguan jiwa, sehingga bisa mencegah dan dan menjaga kesehatan mental akibat interaksi kita yang tinggi terhadap smartphone dan internet (sosial media). Kita juga bisa menulis artikel dengan acuan artikel atau naraseumber yang akurat dan terpercaya. Kita sebagai blogger juga harus menuliskan dengan bahasa sederhana, mengalir, dan mudah dimengerti oleh pembaca awam.

Mengenai adiksi internet sendiri dibahas oleh Dr. dr. Suzy Yusna Dewi, SpKJ (K). Hasil studi dari Universitas Hongkong menyatakan bahwa 6% dari populasi penduduk dunia telah kecanduan internet, atau sekitar 420 juta orang. Mencengangkan banget ya. Pengguna internet sendiri saat ini lebih banyak mengakses sosial media, dimana sosial media memiliki dua sisi, positif dan negatif. Hal tersebut tentu tergantung tujuan dari penggunanya.



Namun efek lainnya adalah bikin kecanduan, alias mengakses sosial media secara berlebihan. Hal tersebut menjadi makin menyimpang apabila pikiran penggunanya lebih banyak tertuju ke dunia online, sehingga urusan offline-nya terbengkalai. Ini yang namanya adiksi internet.

Penderita adiksi internet ini sebenarnya harus diterapi, karena bisa berujung makin parah.

Oiya, dr suzy juga menceritakan tentang IAT atau Internet Addiction Test. Jadi kita bisa menguji diri sendiri dan keluarga kita tentang kadar adiksi kita terhadap internet.

Jadi, yuk ah, selain kesehatan fisik, kita juga harus menjaga kesehatan mental. Basis agama dan keluarga sangat penting dalam menangkal segala jenis penyakit gangguan jiwa.


Komentar