Kolaborasi Pameran Mozaik dan Furniture Indonesia 2016: Menampilkan Potensi Terbaik Furnitur dan Desain Indonesia

Mengunjungi pameran itu salah satu kegiatan yang menyenangkan buat saya. Beberapa kali saya datang ke berbagai jenis pameran, seperti pameran elektronik, kerajinan tangan, otomotif, buku, fashion, sampai pernikahan. Kecuali pameran seni aja sih yang belum pernah hehehe...

Manfaatnya mengunjungi pameran komersial ini sih menurut saya lumayan banyak. Bisa menambah wawasan, sumber ide dan inspirasi untuk berbisnis, dan jadi mengetahui tren produk dari pameran yang bersangkutan. Di pameran juga banyak stan yang menjual produk mereka dengan harga promo atau bonus. Pokoknya, kalau pameran harus banyak-banyak kekeup dompet deh biar tidak jebol.

Saya baru tahu nih kalau pameran yang saya kunjungi itu biasanya pameran berjenis B2C (business to consumen). Jadi, produsen menjual langsung produknya ke konsumen. Suasana pameran biasanya ramai pengunjung dengan harga tiket masuk terjangkau, dan beberapa bahkan gratis.



Makanya, saya senang banget begitu tahu ada Pameran Mozaik dan Furniture Indonesia 2016 di JCC Hall A dan Hall B, Senayan, pada 10-13 Maret 2016 ini. Pertama, saya memang lagi senang mencari-cari ide dan inspirasi buat interior rumah. Kedua, ternyata pameran ini adalah B2B (business to business). Saya jadi penasaran juga, seperti apa sih pameran B2B itu.




Mau tahu suasana pameran Mozaik dan Furniture Indonesia 2016? Ikuti yuk perjalanan saya pada Jumat, 11 Maret 2016 kemarin.

Saya tiba kurang lebih jam 11 siang di hall B JCC, dan sempat ngobrol lama dengan mbak Kartina Ika Sari (Ika). Seru banget ngobrol sama mbak Ika sampai lupa waktu *lebay*. Berhubung udah siang, saya pun mulai beredar.

Saya mulai keliling dari Pameran Furniture 2016. Sebelumnya mau cerita dulu tentang pameran ini ya.

Pameran Furniture Indonesia itu transformasi dari pameran furnitur bernama Indonesia International Furniture and Craft Fair (IFFINA), pameran mebel tertua di Indonesia. Target dari pameran ini adalah untuk meningkatkan ekspor dari para exhibitor. Tahun ini ASMINDO (Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia) bersama Traya Indonesia menghadirkan pameran furnitur dengan konsep baru, sehingga exhibitor bisa merambah pasar internasional dengan lebih luas, sekaligus juga mengambil pasar lokal.

Pameran ini merupakan rangkaian dari pameran ASEAN Furniture Industries Council. Untuk tahun ini Pameran Furniture 2016 ini mengusung konsep “Unleashing High Quality Furniture Indonesia for International Market”, dengan 200 exhibitor domestik dan asing yang menampilkan keunikan berbagai macam furnitur dengan bahan baku kayu dan rotan.

Potensi Indonesia dengan kelimpahan sumber daya alam bahan baku furnitur dan sumber daya manusia yang kreatif, harus bisa dikelola produsen lokal dengan baik. Sekarang ini saja, produk kreatif furnitur bangsa kita sudah diserap lebih dari 50% pasar Internasional, seperti negara Amerika Serikat, Perancis, Jepang, Inggris, dan Belanda. Dengan adanya Pameran Furnitur 2016 tersebut, diharapkan para buyer dari berbagai negara dapat lebih melihat potensi kita tersebut.

Suasana di pameran ini cenderung sepi. Mungkin karena pameran B2B yang dominan pengunjungnya adalah buyer. Ada sih beberapa yang bukan buyer, tapi tetap rela membayar tiket IDR100K demi mencari ide dan inspirasi untuk interior rumahnya. Bahkan saya melihat ada satu keluarga yang deal melakukan transaksi.

Oiya, selain harus berpakaian rapi, pengunjung juga tidak boleh mengambil foto produk tanpa ijin. Hal ini berhubungan dengan hak cipta produk sih ya. Tapi banyak juga yang membolehkan produknya difoto, asalkan minta ijin terlebih dulu.

Saya mulai mengelilingi pameran dengan muka mupeng. Aissh, furnitur-nya bagus-bagus banget.

Saya melihat ada beberapa buyer yang sedang bertanya-tanya tentang detail produk, kelihatannya sangat berminat dengan furnitur tersebut. Ada juga yang sedang nego, sampai ada yang deal loh. Alhamdulillah. *loh, kok saya yang senang ya* hehehe...



Saya tertarik dengan beberapa furnitur yang dipamerkan, jadi saya kunjungi deh buat nanya-nanya detail produk. Siapa tahu bisa diskon *teteup usaha*.

Sambil keliling, saya jadi tertarik dengan beberapa produk furnitur.

Pertama, saya tertarik dengan furniture meja makan ukuran besar di sebuah stan*saking besarnya kayaknya nggak akan cukup buat di rumah saya hahaha*. Tampilan mejanya natural banget, jadi masih terlihat serat kayu, dan tekstur permukaannya juga tidak terlalu halus dan licin, karena memang tidak menggunakan vernish atau pelitur.



Stan dari Sarana Jati Perkasa ini memiliki workshop di Blora, Jawa Tengah, selain menampilkan beragam meja makan, juga ada lemari kayu yang bentuknya unik, tapi tetap natural. Pak Adhy, selaku marketingnya, berujar bahwa perusahaannya sudah mengekspor banyak jenis furnitur, terutama ke pasar Eropa. Walaupun pasar Eropa terkenal dengan ketatnya seleksi kualitas furnitur, tapi perusahaan mereka mampu memenuhi kualifikasi sesuai dengan yang diminta.


Perusahaannya juga menyesuaikan desain furniturnya sesuai dengan tren furnitur di negara yang mereka tuju.
Saat ini, menurutnya pasar Eropa sangat menyukai produk furnitur natural yang menampilkan serat kayu secara alami. Tantangannya adalah mencari bahan baku dengan panjang yang sesuai dengan kualifikasi produk mereka.



Mengikuti pameran ini, menurutnya cukup banyak membantu pemasaran produknya. Sebab, saat ini, sedang berlangsung road map buyer ke beberapa negara Asia untuk mencari produsen furnitur baru. Dengan adanya pameran ini, perusahaannya bisa bertemu dengan para buyer baru dan juga beberapa buyer lokal.



Kedua, saya tertarik dengan produk furnitur di stan Sumber Mulyo Group (SMG) dengan wokshop di Klaten. Stan ini menampilkan satu set furnitur dengan satu tema, yaitu vintage minimalis natural dengan deco coating berwarna putih. Kereeeen banget. Tadinya saya mau pesan *gaya banget*, eh ternyata produk SMG hanya untuk pasar ekspor, yang juga kebanyakan di Eropa. Mereka menerima pesanan lokal, hanya dengan minimal pembelian.



SMG sengaja menampilkan satu tema terbarunya, agar buyer bisa melihat keseluruhan jenis produk furnitur mereka dalam satu tema.



Menurut SGM, tren furnitur yang sedang hits di pasar Eropa adalah seperti tema yang sedang diusungnya dalam pameran ini. Saya jadi tertarik melihat-lihat katalog dari SGM. Ada buffet, nakas, lemari kecil, coffee table, dan lain-lain dalam berbagai desain. Aduh, lucu-lucu banget. Pokoknya saya mau pedekate ke marketingnya biar bisa beli ah hahaha...

Selanjutnya, banyak banget deh furnitur berbagai jenis, dengan berbagai tema yang menarik. Dari mulai natural sampai futuristik. Saya pribadi sih lebih suka yang natural semi vintage gitu deh. Adem dan bikin rumah makin hommy.

Selanjutnya, saya mulai mengelilingi Pameran Mozaik 2016 yang ada di sebelahnya, yaitu Hall A JCC Senayan.

Sebelumnya, kenalan dulu ya dengan Pameran Mozaik 2016. Pameran B2B ini memamerkan rangkaian desain furnitur untuk interior dan arsitektur, dekorasi rumah dan kerajinan, lighting, barang pecah belah, keramik, dekorasi dapur sampai home tekstil.

Mulai tahun ini, Pameran Mozaik berkolaborasi dengan Pameran Furniture Indonesia. Diharapkan dengan kolaborasi ini, para produsen furnitur dan para pekerja kreatif di bidang interior dekorasi rumah dan furnitur, bisa saling membantu sehingga potensi mereka makin berkembang dan lebih diakui oleh pasar Internasional.

Intinya begini: para produsen furnitur membutuhkan inovasi kreatif dari para desainer, sedangkan para desainer membutuhkan media untuk menyalurkan ide kreatif mereka. Simbiosis mutualisme kan ya?


Di sini ada 100 desainer terbaik yang mengikuti pameran ini, yang diharapkan akan mampu memamerkan inovasi kreatif dari produk mereka dan memberikan ide baru yang segar pada para pengunjung pameran.

Saya melihat banyak stan dengan interior yang unik dan menarik, bikin betah keliling pameran. Dari mulai interior dapur, lampu-lampu, sampai interior rumah lainnya. Saya sempat melewati stan keramik Sango yang besar, dan melihat-lihat koleksi terbarunya. No picture ya, nggak boleh difoto soalnya. Koleksi terbarunya ini okeh banget, tapi harganya yang nggak okeh buat kantong saya hahaha...

Selanjutnya, saya tertarik dengan stan Indonesia Mind. Indonesia Mind adalah kumpulan desainer muda yang tertarik untuk mendisain berbagai furnitur dengan bahan baku kayu. Berpusat di Yogyakarta, Indonesia Mind berupaya untuk membuat furnitur dengan disain yang sesuai dengan idealisme masing-masing desainer.




Setelah itu, saya tertarik dengan sebuah stan minimalis dengan background hitam yang hanya menampilkan beberapa kursi rotan dengan disain yang unik. Stan ini milik PIRNAS (Pusat Inovasi Rotan Nasional) yang bergerak di bawah naungan Kementrian Perindustrian.





PIRNAS ini memberikan edukasi kepada para desainer dan produsen furnitur rotan tentang karakteristik rotan. Bayangkan, di Indonesia ini ada lebih dari 500 jenis rotan yang masing-masing memiliki karakter dan sifat tertentu. Dengan memiliki pengetahuan dasar tentang sifat rotan, diharapkan para produsen dan desainer bisa makin kaya dengan ide dan inovasi menyesuaikan dengan jenis rotannya.

Selain itu, PIRNAS juga membantu menghubungkan produsen dengan para buyer yang berpotensi. Para buyer bisa melihat display hasil inovasi furnitur rotan dari berbagai produsen, sehingga memudahkan buyer untuk mencari furnitur sesuai dengan keinginannya.


Cuapek juga keliling pameran ini, tapi hati senang melihat berbagai furnitur dan desain yang memanjakan mata banget.

Saya juga melihat para buyer senang melihat stan-stan yang ada, dan tertarik bertanya-tanya tentang detailnya. Semoga pada deal ya dengan para buyer.

Dari pameran ini terlihat banget bagaimana kualitas produk Indonesia yang tinggi, mulai dari hasil desain, bahan baku, dan hasil akhir dari industri furnitur Indonesia. Udah layak lah masuk kualitas Internasional. Para buyer juga mendapatkan banyak kemudahan dari pameran ini, selain mendapatkan inspirasi ide dan tren furnitur terbaru, juga bisa langsung kontak dengan produsennya.


















Komentar

  1. wah , paking asyik justru lihata sesoris untuk furniturenya

    BalasHapus
  2. Aku suka banget lihat furniter. Kalau bisa ke pameran begini, rasanya surga banget kayaknya.

    BalasHapus

Posting Komentar