Stimulasi Melangkah untuk Farghan





Tiap anak pasti punya keunikannya masing-masing. Itu yang selalu saya pegang menghadapi ketiga bocah cilik saya. Insya allah, mudah-mudahan saya nggak membanding-bandingkan mereka bertiga. Etapi, ada saat saya jadi membandingkan mereka. Yaitu saat tahapan perkembangan motorik, terutama pertama kali saat berjalan.

Farghan (3 tahun), putra ketiga saya, termasuk paling telat dibanding kakak-kakaknya. Dia baru bisa berjalan saat 18 bulan, padahal kakaknya pas 12 bulan sudah mulai lancar berjalan. Ini sebenarnya sempat bikin saya deg-degan, dan pengin instant bawaannya (langsung ke klinik tumbuh kembang anak, terapi, dan tadaaa, akhirnya bisa jalan). Tapi, langsung direm jauh-jauh pas tahu ternyata itu masih masuk kisaran normal.


Ok deh. Langsung deh siapin ancang-ancang buat mulai stimulasi berjalan untuk Farghan. Beberapa hal yang mulai saya lakukan antara lain:



1.      Membuat kondisi rumah menjadi menyenangkan untuk belajar berjalan. Dari awal saya memang sudah meminimkan mebel, jadi lebih mudah bagi saya membuat ruang yang lapang dan aman untuk Farghan. Mebel juga saya cari yang ramah anak alias tidak ada siku atau bagian yang tajam.


2.      Mulai mengajaknya rambatan. Pertama dimulai dari mengelilingi meja, lalu akhirnya mulai rambatan pada tembok rumah. Kalau dia mulai lelah atau bosan belajar berjalan, saya biarkan dia kembali mengeksplorasi rumah dengan merangkak. Dan, akan saya ulangi bila mood berjalannya sudah baik lagi.


3.      Saya juga mulai banyak mengurangi menggendong. Banyak yang bilang, banyak digendong akan membuat anak malas belajar berjalan. Jadi, Farghan akan saya gendong apabila dia memang sudah terlihat lelah belajar berjalan.


4.      Mulai mengajak berjalan, baik di dalam atau di luar rumah, dengan jalan bersisian alias pegangan dengan satu tangan. Awalnya Farghan menolak diajak berjalan dengan satu tangan, tetapi berhubung emaknya pantang menyerah, akhirnya dia mau dan berani juga hanya dituntun dengan satu tangan. Permulaannya memang dia agak oleng berjalannya, tapi setelah terbiasa, Farghan mulai nyaman juga.

Farghan dan ayahnya :)


5.      Saya menyediakan keranjang baju (yang sudah diisi mainan tentu saja biar tidak terlalu ringan) dan mengajaknya bermain dorong-dorongan. Wuih, senang banget dia. Bisa seharian itu keranjang baju didorong-dorong, terpaksa deh cucian baju kotor pindah tempat untuk sementara.


6.      Saya ajak Farghan bermain ‘tangkap aku’. Jadi, saya jongkok agak jauh dari Farghan, dan saya minta Farghan mendekati saya untuk menangkap bundanya yang cantik ini *ehem*. Dia memang mendekati saya, tapi dengan merangkak *teteup*. Tapi, lama kelamaan dia pun mau menangkap saya dengan berjalan.


7.      Pas weekend, suka sengaja cari lapangan berumput yang luas buat tempat latihan Farghan berjalan tanpa alas kaki. Pas pertama kena rumput sih, dia menolak buat berjalan di atas rumput. Tapi, begitu dia melihat kakak-kakaknya asyik-asyik saja, dia pun mulai tertarik. Kalau sekarang mah jangan ditanya, nggak usah disuruh sudah lari-larian sendiri hehehe...


8.      Saya melibatkan kakak-kakaknya buat semua stimulasi latihan berjalan Farghan. Jadi, sikonnya dibuat seperti biasanya saat mereka berantakin rumah bermain bersama. Kakak-kakaknya juga bakalan heboh kasih semangat begitu Farghan bisa berjalan sendiri beberapa meter. Jadi makin semangat deh dia buat melangkah lebih jauh.


9.      Sepatu itu utama banget deh buat anak yang baru belajar jalan. Jadi, saya memilih sepatu yang sesuai dengan kegunaannya saat itu, yaitu sol karet dengan anti slip. Terus dipillih yang motifnya lucu-lucu.


Oiya, pas lagi jalan-jalan di blibli.com, saya nemu sepatu JD Kids Shoes. Wuih, lucu-lucu banget desainnya. Langsung deh ngincer yang ini untuk Farghan *wishlist*




 JD Kids Shoes incaran untuk Farghan

Alhamdulillah, setelah semua stimulasi itu, akhirnya Farghan lancar juga berjalan. Sekarang, dia paling kuat kalau berjalan jauh. Saya sudah ngos-ngosan, dia masih juga melangkah dengan sigapnya.

Ah, tak terasa ternyata, langkahmu sudah sejauh itu *mulai drama*






 

Komentar

  1. selain buat malas berjalan, pegel juga yang gendong ya hehehe

    BalasHapus
  2. Horee..dedek farhan udah lancar jalan :D

    BalasHapus
  3. iya, Mbak tiap anak memang berbeda. Farghan seperti Nai, yang usia 18 bulan baru belajar jalan. Sedangkan Keke, usia 11 bulan sudah jalan :)

    BalasHapus
  4. senang sekali ya mbak farghan udah lancar jalan

    BalasHapus
  5. setiap anak memang gak mesti sama ya kemampuannya utk bs jalan ya.
    tapi jadi belajar kita sbg orang tua..
    alhamdulillah sdh lancar yaaa

    BalasHapus

Posting Komentar