Intannia Murti Rabianti: Antara Bisnis, Ilmu, dan Keluarga

Saya mengenal sosok ibu muda ini, di salah satu grup BBM parenting di bawah naungan YKBH. Cerita agak detail tentang grup ini pernah saya ceritakan di sini.

Dalam rangka Hari Ibu, saya ingin sedikit cerita tentang sosok inspiratif ini :)

Buint bersama Ibu Elly Risman



Intannia Murti Rabianti. Kami biasa menyapa dengan panggilan Buint. Buint ini salah satu nara sumber kami loh kalau di grup. Ilmu parentingnya oke banget, dan menjawab pertanyaan member lain itu asyik karena detail, runut, dan aplikatif. Belajar ilmu parenting alias teori parenting, menurut Buint harus disesuaikan dengan tujuan pengasuhan dan karakter dari si anak. Dan, di atas semuanya, tentu aja harus berlandaskan agama. 


Bisnis: Radeesya Hijab, Deekookies, dan Radeesya Edu Production 

Suka mupeng deh sama orang yang sudah memiliki ide bisnis yang sesuai dengan passion dan kemampuannya. Etapi, ternyata kemampuan (skill) dan ide bisnis itu ternyata bisa kok dipelajari dan dicari, asalkan ada niat dan kemauan untuk terus belajar. 

Buint ini dulu kuliah diploma di Akademi Seni Rupa dan Desain Mode. Karena belum ada keinginan buat melanjutkan S1, Buint pun langsung melamar kerja di seorang desainer dan diterima. Bekerja selama 2.5 tahun, kemudian pindah ke Lee Cooper. 

Setelah menikah, Buint berhenti kerja dan berniat mulai merintis usaha butik bersama ibunda. Tetapi, rencana batal karena Buint hamil dan mabok di trimester pertama. Saat usia kehamilan 5 bulan (sudah mulai enak berarti ya kondisinya *komen saya*), Buint pun iseng ikutan kursus kue kering di Bogasari. Ikutan kursus ini tadinya karena Buint yang hobi makan kue kering ini merasa kalau mendingan bikin sendiri, karena harga kue kering yang enak di pasaran kan mihil ya kaka… 

Lah, dilalah, pas bulan puasa (saat usia kehamilan 8 bulan), Buint pun iseng bikin sampel kue kering. Ternyata banyak yang suka. Saat itu Buint menerima pesanan 10 lusin toples kue kering. Semua dikerjakan sendiri, dengan kondisi hamil besar, kaki yang bengkak, dan napas yang engap (duh, ikutan engap juga ngebayanginnya hehehe…) 

Itu lah cikal bakal dimulainya bisnis deekookies. Dari pesanan pertama tersebut, Buint jadi ‘ketagihan’ kursus kue. Jenis kursus kue berdasarkan permintaan atau pesanan yang masuk ke Deekookies. Kerjasama dengan sebuah katering yang menyuplai makanan untuk acara diklat pun didapat. Buint mulai merekrut asisten untuk bagian produksi, dan membuat support system-nya, sehingga Buint tidak perlu turun tangan sendiri dalam produksi kue. 

Waktu luang yang tersedia, Buint manfaatkan untuk belajar menghias kue. Jadi untuk produksi kue dilakukan asisten, sedangkan dekor dikerjakan oleh Buint. Pemasaran Deekookies dilakukan dengan cara ‘mouth to mouth’, publikasi melalui blog (www.deekookies.blogspot.co.id), dan gabung ke komunitas NCC (Natural Cooking Club). Ini beberapa contoh produksi Deekookies:




Sekitar 3 tahun lalu, kakak Buint resign dan mulai mencari ide untuk usaha di rumah. Melihat hijab yang sedang nge-hits kala itu, Buint dan sang kakak pun mulai usahanya dengan menjual pashmina. Tapi ya, dasarnya Buint rempong kreatif, melihat lah peluang buat aplikasi ilmunya pas kuliah diploma. Buint mulai merancang baju-baju dan bertanggung jawab di bagian produksi untuk lini usaha barunya, yaitu Radeesya Hijab. Pemasarannya dimulai dengan belajar mentoring bisnis dan ikut komunitas TDA (Tangan Di Atas). Sekarang, koleksi Radeesya Hijab sudah masuk ke Zalora.




Selanjutnya, Buint dan kakaknya (Mutiara Hafianti) pun akhirnya jadi membentuk Event Organizing khusus untuk event parenting dengan nama Radeesya Edu Production. Serunya lagi, para suami juga ikut membantu dalam tiap penyelenggaraan event.

Awalnya, pas tahun 2011, Buint ikutan pelatihan Abah Ihsan. Setelah itu, Buint punya keinginan untuk sharing ilmu parenting yang didapatnya ke lingkungan sekitar. Harapannya, putrinya akan mendapat lingkungan yang baik. Keinginan tersebut baru terwujud tahun 2014. Radeesya Edu Production sudah beberapa kali mengadakan acara dengan mendatangkan nara sumber Abah Ihsan. Event terbaru dari Radeesya Edu Production adalah talkshow “Menjadi Ibu Bahagia Apa Adanya, Bukan Seadanya” dengan narasumber Kiki Barkiah.




Prioritas dan Manajemen Waktu 

Buint mengaku, masih harus banyak belajar tentang manajemen waktu. Iya sih, saya pun juga. Karena, tiap hari akan ada saja yang tidak sesuai rencana, jadi memang harus fleksibel dan belajar menyesuaikan dengan kondisi.

Menurut Buint sih, manajemen waktu itu berkaitan erat dengan yang namanya prioritas hidup.

Prioritas pertama Buint adalah KELUARGA. Jadi, saat anak sekolah, baru Buint melakukan hal lain di luar prioritas pertamanya.

Prioritas kedua, BELAJAR. Belajar ini bisa datang ke seminar, pengajian, atau dari internet (alias youtube), diusahakan waktunya saat anaknya sekolah. Mengadakan event parenting juga salah satu cara Buint (dan keluarga) untuk ikut belajar, jadi tidak hanya mendapat keuntungan materi.

Prioritas ketiga, adalah BISNIS. Kerjaan dari bisnisnya biasanya dilakukan juga saat putrinya sekolah, atau malam hari ketika sang putri sudah terlelap. Alias, jadi lembur (bergadang). Akibat dikerjakan di 'waktu luang', Buint merasa bisnisnya tidak mengalami kemajuan yang pesat. Buint menyadari kalau memang akan ada yang dikorbankan, yaitu perkembangan bisnisnya. Tapi, Buint yakin, dengan seiring berjalannya waktu, dia akan lebih mampu mengembangkan bisnisnya. 


Enterpreneur Kid 

“Hendaklah kalian berdagang karena berdagang merupakan sembilan dari sepuluh pintu rezeki.” 

 Diriwayatkan oleh Ibrahim Al-Harbi dalamGharib Al-Hadits dari hadits Nu’aim bin ‘Abdirrahman. 


Selain karena hadist tersebut, Buint juga melihat bahwa Rasulullah juga berdagang. Melihat banyak kebaikan dari berdagang (entrepreneur), Buint pun mengajarkan kepada putrinya entrepreneur sejak dini.

Pertama dengan memilih sekolah yang sesuai dengan konsep tujuan pengasuhan mereka, yaitu akhlak dan entrepreneur. Buint memilih sebuah sekolah alam, yang menurutnya juga sesuai dengan karakter si anak. Karena di sekolah putrinya sudah sering diadakan semacam market day, putri Buint pun sudah terbiasa untuk berjualan.


Di rumah, sang putri (dibantu Buint tentu saja), sempat berjualan buku cerita anak dengan harga diskon dan menawarkan ke teman-temannya. Putri Buint jadi belajar tentang pemasaran produk, packing dan pengiriman barang.

Sekarang, Buint dan putrinya sedang merintis usaha puding "Mooiaa Premix Silky Pudding" dengan berbagai varian rasa.

Buint ingin dengan mengajak putrinya ber-entrepreneur, paling tidak sang putri bisa menghargai uang, dan mengetahui bahwa untuk mendapatkan sesuatu harus berjuang dan berusaha.

Ibu yang Menginspirasi...

Melihat Buint konsisten dengan prioritasnya, terus berusaha belajar, jeli melihat peluang, dan bagaimana menerapkan teori pengasuhan ke putrinya dengan fleksibel (yang pastinya penuh perjuangan), membuat saya melihat Buint sebagai sosok ibu muda yang inspiratif.




Komentar

  1. Beruntungnya ibu-ibu muda jaman "kekinian" karena barang sekali sumber tempat menggali ilmu parrenting. Dulu? Mana ada pembelajaran tentang parenting, seminar atau workshop. Semua berjalan dengan apa adanya pengetahuan sang Ibu Alamdulillah ke lima anak bunda tumbuh sehat, segar, smart, beragama dan berhati penuh kasih kepada siapa saja yang menurut mereka perlu dikasihi. Alhamdulillah. Suka bacanya biiarpun udah gak punya baby, hehe...

    BalasHapus
  2. Ibu muda yang betul-betul inspirative, ya. Naksir tuh hijabnya yang hitam dan abu-abu. Masih pantes gak ya bunda kalo pake yang model kek gitu, hehe...

    BalasHapus
  3. Kegiatannya yang banyak tetap saja mengutamakan keluarga. Keren ya kiprahnya. Makasih infonya, mba :)

    BalasHapus
  4. Kereeeennnn ..banyak bgt kegiatan si ibuu..jd ngaca diri..tfs mba

    BalasHapus
  5. Duhhhh keren banget sih Buint. Malah perjuangan memulai bisnisnya dimulai saat hamil. Aduh itu aku ngebayanginnya aja engap ga tega gitu. Tapi beneran salut, keren banget.

    BalasHapus
  6. kasih ibu tak terhingga sepanjang masa..

    BalasHapus
  7. Selalu amazed dengan ibu yang punya banyak kegiatan seperti ini. Tapi bener katanya, harus ada yang dikorbankan.

    BalasHapus
  8. Konsisten sekali ya ibu ini menjalankan usahanya, masih muda pula. Salam buat beliau ya, Mba :)
    Aku nyari2 twittermu gak nemu hikss

    BalasHapus
  9. prioritas ,anagemen wakti,itu penting bagnget & PR buat aku

    BalasHapus
  10. keren banget ya buint, punya beragai bisnis tetap sukses mengatur keluarga, pengeeen...makasih artikelnya say, so inspiring...

    BalasHapus
  11. Saluuut! Kegiatan seabrek begitu, keluarga tetap nomor satu ya. Angkat topi deh. :)

    BalasHapus
  12. Mantaap, ibu ini memang layak diparesiasi...

    BalasHapus

Posting Komentar