Sosialisasi KPPPA: Penggunaan TIK dalam Rangka Pengembangan Usaha dan Industri Rumahan untuk Ibu Rumah Tangga

Saat perempuan memilih berkarir sebagai Ibu Rumah Tangga, banyak yang merasa kurang ruang untuk mengaktualisasikan potensi dirinya. Banyak juga Ibu Rumah Tangga yang ingin fokus mengurus keluarga, tetapi tetap ingin membantu suami untuk mendukung perekonomian keluarga.





Thanks to Internet!
Berkat kemajuan teknologi, para ibu rumah tangga bisa mengaktualisasikan diri dan membantu suami dalam mencari penghasilan, tanpa harus banyak keluar rumah.

Untuk ibu rumah tangga di perkotaan atau yang terbiasa menggunakan internet, mungkin akan lebih mudah menggunakan IT untuk mendukung usahanya. Tetapi akan lebih sulit untuk perempuan di pedesaan yang belum terbiasa dengan IT.

Untuk itu, Kementrian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA) mengadakan forum diskusi atau sosialisasi tentang Pemanfaatan TIK untuk Bisnis Rumahan di Hotel Grand Cemara, Menteng pada 23 Oktober 2015 kemarin.

Sosialisasi ini dihadiri oleh para blogger, pelaku usaha rumahan, penggiat gerakan kemasyarakatan, dan pelajar tingkat menengah atas. Walaupun temanya tentang perempuan, peserta yang hadir ada juga kok yang laki-laki.

Forum diskusi tentang penggunaan TIK dalam rangka pengembangan industri rumahan ini menitikberatkan pada perempuan, karena menurut hasil survey sekitar 60% pelaku industri rumahan adalah perempuan. KPPPA ingin agar wanita tidak hanya sebagai ibu rumah tangga, tetapi juga mampu memberikan kontribusi dalam perekonomian keluarga.

Dasar pemikiran dari KPPPA adalah untuk mengurangi pengangguran di daerah pedesaan dan pinggiran kota, sehingga bisa menekan jumlah TKI.

Tujuan pemberdayaan perempuan dari KPPPA ini, selain agar bisa membantu perekonomian keluarga, juga meningkatkan PENGARUSUTAMAAN GENDER. Pengarusutamaan gender adalah menyetarakan tugas, tanggung jawab, dan kedudukan antara laki-laki dan perempuan.

Sosialisasi ini mengundang tiga pemateri yang semuanya berusaha memberikan arahan model strategi untuk industri rumahan, yaitu:


Martha Simajuntak
Business Consultant Sertifikasi IT (IWATA)

Wanita cantik dan ramah ini menjelaskan materi tentang mompreneur. Menurutnya, ibu rumah tangga seharusnya bisa menggunakan internet untuk menambah pundi keluarga dan aktualisasi diri. Semua disesuaikan dengan passion dan prioritasnya.

Banyak bidang usaha yang bisa ditekuni para ibu rumah tangga dari rumah, seperti memproduksi dan berjualan produk makanan dan pakaian.

Dalam memulai usaha, kita harus mengetahui target pasar dari produk kita, plus jaringan yang sudah kita miliki. Membuat jaringan bisa dengan ibu-ibu teman sekolah anak kita, tetangga, kelompok arisan dan keluarga besar. Selain offline, menambah jaringan bisa dilakukan secara online, melalui berbagai media sosial yang kita miliki.

Yang paling penting, ibu rumah tangga harus mau terus belajar, sehingga bisa mendukung usaha rumahannya. Dan, harus mau belajar, minimal Inggris, bila ingin menggunakan TIK sebagai katalisator usahanya.

Tip dari Ibu Marta untu memulai usaha, yaitu:

  • Menentukan target pasar
  • Value produk
  • Memilih jasa pengiriman yang cocok dengan produk
  • Membuat jaringan
  • Menentukan margin pendapatan
  • Terlibat proses produksi dari hulu ke hilir
  • Memilih partner dan harus ada perjanjian tertulis
  • Membuat perencanaan keuangan



Puspita Zorawar, Msi 
Psikolog dan Motivator

Ibu rumah tangga harus mengenali potensi diri dan mengembangkannya. Bukan hal mudah, di sela prioritas mereka untuk mengurus keluarganya.

Tip dari Ibu Puspita untuk mengembangkan potensi diri, yaitu: 

- Memiliki manajemen waktu yang baik
- Memiliki prioritas dan mendahulukannya
- Konsisten dengan manajemen waktu dan prioritas yang dimiliki

Perempuan bisa menjadi agen perubahan dalam membangun Indonesia menjadi lebih baik, dan TIK membuatnya menjadi lebih mudah. Karena itu, ibu rumah tangga update dengan kemajuan teknologi dan mau menambah wawasannya dengan banyak membaca.


Ani Berta
Blogger

Selain barang dan jasa, ibu rumah tangga juga bisa 'memproduksi' tulisan. Banyak yang bisa dilakukan untuk membuat kegiatan menulis menjadi menghasilkan, yaitu mengirimnya ke media, menulis buku, dan menulis di blog pribadi.

Menulis mempunyai banyak manfaat, antara lain: mengikat ilmu, menjelaskan ide, arsip, ekspresi, menginspirasi pembaca, self healing, dan membuka banyak peluang.

Untuk memulai kegiatan menulis, membuat blog adalah jalan pertama yang bisa ditempuh para ibu rumah tangga. Banyak ide dan inspirasi yang bisa dituliskan, mulai dari parenting, jalan-jalan keluarga, kuliner, hobi, sampai kisah inspirasi yang terjadi di sekelilingnya.

Menjadi blogger bisa menghasilkan, asal serius menjalaninya dan melek IT. Selain keuntungan materi, banyak keuntungan menjadi blogger, diantaranya bisa jalan-jalan keliling Indonesia, dan bahkan dunia.

Selain menulis di blog, blogger juga bisa mendapat tawaran menulis lainnya, seperti: copy writer, content contributor, dan book writer.

Tip dari Ibu Ani supaya bisa menulis dengan lancar, yaitu:

- Buat outline atau kerangka tulisan dari ide yang dimiliki
- Tuliskan dulu semua yang ada di pikiran kita
- Setelah diendapkan, baru edit tulisan kita


Foto bersama (milik Cahyanto Chan)





Komentar

  1. Asalkan kreatif, ada kemauan dan siap belajar...mommy tetap bisa menunjukkan kinerja di rumah yaa. apalagai It makin menunjang...
    TFS yaa

    BalasHapus
  2. Saya sependapat dengan Jeng Indri bahwa wanita bukan hanya sebagai ibu rumahtangga saja tetapi bisa berkiprah di berbagai bidang walau dia tidak keluar rumah.
    Terima kasih atas artikelnya yang menarik dan bermanfaat
    Salam hangat dari Surabaya

    BalasHapus
  3. Acaranya penting banget buat perempuan. Disini nggak ada :(

    BalasHapus

Posting Komentar