Cetak Praktis Kartu Nama di praktisprint.com


Suatu siang, seorang sahabat whatsapp ke saya. Dia menceritakan rencananya untuk keluar dari pekerjaannya. Padahal dia sudah terbiasa dengan rutinitas kantoran dan sedang memiliki karir yang bagus.


Alasannya apalagi kalau bukan anak. Sama persis dengan alasan saya berhenti kerja beberapa tahun silam.



Nah, dia menanyakan bagaimana perasaan saya setelah menjadi ibu rumah tangga, dan bagaimana cara beradaptasi dengan rutinitas yang pastinya jauh berbeda?


Jujur, dulu saya berat banget untuk berhenti kerja. Suami pun sebenarnya sudah mengajak untuk mencari jalan keluar lain agar ada yang merawat anak. Eh, dasarnya saya super duper mellow, akhirnya setelah banyak berdialog dengan diri sendiri dan berdoa, saya pun resign.


Etapi, saya senang-senang aja tuh ternyata. Bisa dekat dengan anak seharian, dan tahu persis tumbuh kembang anak. Terus, bisa bebas kumpul bareng teman di hari kerja.


Tadaaa..., itu hanya berlangsung selama beberapa bulan. Lama-lama saya mulai merasa ada yang kosong, alias bosan dengan rutinitas pekerjaan rumah tangga. Saya juga mulai rada sensitif karena omongan keluarga besar yang membandingkan dengan saudara-saudara lain yang working mom. Saya juga merasa diremehkan dan dijauhi dari teman-teman yang bekerja. *ini sih sayanya aja yang lagi sensitif wkwkwk*

Thanks to internet (blog and social media). Berkat blog (waktu itu multiply), saya jadi bisa curhat tentang kegalauan saya saat itu. Lama-kelamaan, blog itu isinya malah bukan curhat, tapi pamer cerita tentang makanan di resto yang saya kunjungi dan review tempat-tempat yang kami datangi pas weekend.

Nah, berkat multiply pula saya jadi mulai keranjingan coba-coba resep masakan baru. Suami deh yang kasihan wkwkwk... Kalau pas masakannya sukses mah okee, tapi kalau pas gagal ya terpaksa gitu nelan makanannya hihihi...

Setelah FB mewabah, saya mulai menggunakannya untuk mencari peluang. Awal-awal sih jualan online, dan gagaaal sodara-sodara, alias bangkrut hihihi.. Lama-lama mulai asyik dengan kegiatan menulis cerita anak. 

Pas multiply akhirnya tutup, saya buat lagi blog baru. Blog baru ini dibuat karena ikutan KEB. Ya sud deh, mulai usaha eksis jadi blogger wkwkwk...

Ngomong-ngomong eksis, kayaknya penting juga ya kartu nama itu buat blogger. Tujuannya apalagi kalau bukan networking. Jadi ingat deh kartu nama pas masih ngantor. Standar banget dan formal.


Thanks to Praktis Print. Saya sih tadinya belum kepikiran punya kartu nama sebagai blogger. Lah wong masih blogger apalah apalah wkwkwk... Maksudnya, masih susah buat update dan ikutan banyak event blogger yang bertebaran. Selektif banget deh ikutan event, untuk saat ini dipilih yang hari kerja, dan tidak sampai malam. Lah abis, masih ada tiga bocah di rumah hehehe...

Pas liat tawarannya Praktis Print jadi tergiur ikutan bikin kartu nama *dan mulai sadar pentingnya kartu nama sebagai salah satu bentuk networking*

Buka website praktisprint.com. Setelah itu, banyak desain lucu-lucu yang bisa dipilih. Kita tinggal memasukkan data yang kita ingin tampilkan di kartu.

Atau, kalau misalnya punya desain sendiri bisa banget. 

Berhubung saya belum bisa buat desain sendiri, akhirnya saya pilih saja desain yang ada. Dan, berhubung masih bawaan dari zaman ngantor, anggapan saya kalau kartu nama itu sederhana dan formal, hasilnya ya seperti di bawah ini wkwkwk..

Bagus banget ternyata kualitas fisik kartunya. Pengin bikin lagi ah, nanti kalau udah domain berbayar. Mudah, murah, dan praktis. Pelayanannya menyenangkan lagi.

Semogaaa, setelah punya kartu nama sebagai blogger, makin semangat nih update blognya.


Masa Peralihan. Oiya, sahabat saya akhirnya resign. Dia bilang, apapun konsekuensinya, insya allah siap. Karena, itu adalah hasil keputusannya sendiri. Dia pun bertanya, bagaimana tipnya biar bisa menghadapi masa peralihan dari ibu bekerja ke ibu rumah tangga?

Walah, sebenarnya saya nggak punya tip khusus sih. Tapi, nikmati saja masa transisi yang sedang kita hadapi. Sempatkan waktu untuk belajar dan menjalankan hobi. Dan, yang terpenting sih menjaga hati agar tidak terlalu sensitif, jadi omongan dan nyinyiran orang anggap saja angin lalu hehehe...
 
 















Komentar

  1. Iya, kartu nama itu penting bangeeeedddd!

    BalasHapus
  2. Crt dibalik resign mirip dgn aku.. hihihi.. kartu nama aku jg dpt dari praktisprint, penting memang krt nama itu ^ ^

    BalasHapus
  3. ternyat asekarang kartu nama penting ya, gak cumabuat pekerja tapi ibu rumah tangga jug a punya :) tukeran yuk mbak

    BalasHapus

Posting Komentar