Perjalanan Kuliner Kalimantan di Signature Restaurant, Hotel Indonesia-Kemphinski

Pada tanggal 5 Agustus 2015 sampai 8 September 2015, Signature Restaurant di Hotel Indonesia-Kemphinski (Jakarta) mengadakan festival '5 Islands in 5 Weeks'. Jadi, selama lima minggu, para pengunjung bisa melakukan perjalanan kuliner Indonesia.

Sebagai orang Banjar yang lahir dan besar di Jakarta, saya kurang mengetahui kuliner Kalimantan. Paling yang standar seperti Soto Banjar, Masak Habang, Ketupat Kandangan, dan berbagai jenis jajanan pasar khas Banjar. Begitu tahu ada festival ini, saya langsung memilih 'minggu Kalimantan'.

Saya datang ke Signature Restaurant saat jam makan siang, pada tanggal 26 Agustus 2015.


Karena saya datang sebelum makan siang, jadi menu buffet Kalimantan belum siap semua. Ya sud, kita makan dessert saja dulu.








Setelah menu buffet selesai, mulai deh penjelajahan saya ke buffet menu Kalimantan. Eh, dugaan saya salah. Saya kira akan bertemu Soto Banjar, dan teman-temannya dengan versi hotel.  Ternyata menunya rumahan semua, tapi masakan yang sama sekali belum pernah saya kenal.

Penasaran, saya kenalan dengan chef-nya. Namanya Chef Meliana Christanty. Chef Meli ini bilang, kalau dia sengaja menyuguhkan menu Kalimantan yang belum dikenal orang banyak. Padahal menu-menu tersebut itu masakan rumahan yang lezat.

Chef Meli pun belajar langsung ke penduduk untuk mengetahui cara memasaknya.


Serius, akhirnya saya icip-icip semua menunya. Penasaran.

telur dadar pare-udang galah jahe-terik daging
Entah ini nama menunya apa. Telur bebek rebus dengan bumbu kari *kayaknya*. Etapi, Danish suka banget.

Sate Sapi Melayu






Sate Sapi Melayu ini sekilas seperti sate dengan bumbu kacang biasa. Tapi, masakan khas Pontianak ini memiliki penyajian yang unik, yaitu sate dengan bumbu kacang, disiram dengan kuah sop dan perasan jeruk purut. Enak loh ternyata.

iwak karing batanak

Iwak Karing Batanak ini merupakan masakan rekomendasi Chef Meli ke saya. Soalnya ini masakan satu-satunya dari Kalimantan Selatan. Isinya telur rebus dengan kuning setengah matang plus kuah santan yang berasa banget iwak karing (ikan asin). Yummy!



paeri nanas

rujak ebi singkawang

lawa gamai (rumput laut segar dengan kelapa parut sangrai dan udang galah)

acar kuning pontianak

lawa mentimun (rumput laut segar dengan kelapa parut sangrai, udang galah, dan mentimun parut)

Menurut saya sih, semuanya enak. Bumbunya terasa dengan keunikannya masing-masing.

Nah, terakhir saya icip sambal khas dari Suku Dayak Kahayan. Namanya Dadah Belasan. Penampakannya mirip sambal terasi biasa, tapi rasanya beda. Rempah-rempahnya berasa banget. Dominan yang terasa sih sereh. Rasanya tidak terlalu pedas, jadi dengan semena-mena saya gado aja sambalnya.

Sambal ini menggunakan udang dan terasi. Aselinya sih dibakar di atas tungku bara api. Penyajian di sini hanya dibakar dengan menggunakan alat, tapi rasa dan aroma 'bakarannya' juga  terasa kok.


Dadah Belasan sebelum dibakar

Dadah Belasan setelah dibakar

 Selesai makan, baru deh lihat-lihat venue-nya.



Signature Restaurant ini juga ramah anak. Para staf tidak merasa terganggu dengan tingkah anak yang aktif. Restoran ini juga menyediakan fasilitas untuk anak, berupa high chair dan playground.


Senang banget melakukan 'petualangan kuliner Kalimantan' di Signature Restaurant. Masakan Kalimantan memang unik, dengan bumbu dan rempah yang khas, tapi tetap lezat.

Bagaimana dengan petualangan kuliner di pulau lainnya? Pasti sama menyenangkannya. Betapa kayanya jenis masakan tradisional Indonesia, ya!


Signature Restaurant
Hotel Indonesia-Kemphinski
Reservasi: (021) 2358 3898





Komentar

  1. Waaaaa telor bebek rebus, masi asing di telingaku mak

    BalasHapus
  2. makanannya enakkkkkk semua ya. Apalagi kuliner Kalimantan jarang banget aku makan

    BalasHapus

Posting Komentar