[Review Ala-ala] 5 Plus Film Ant-Man

Minggu kemarin, tadinya saya dan suami berniat mengajak anak-anak nonton Minions atau Jurassic World. Tapi, jadwal untuk Jurassic World di atas maghrib semua. Nah, anak-anak ternyata tidak suka dengan Minions. Akhirnya, mereka malah mengajak nonton Ant-Man. 

Waduh. Saya liat rating filmnya R alias buat remaja. Tapi, liat tweet-nya Liburan Anak, katanya film ini termasuk aman untuk anak-anak. Penasaran juga dengan rekomendasi teman-teman yang sudah menonton duluan. Akhirnya, kami cuss ke XXI Lotte Mal Bintaro. Tempatnya nyaman. Dan, film ini ternyata banyak banget penontonnya, terbukti tinggal beberapa baris bagian depan saja yang kosong. 

Oiyaah, sebelumnya. Ini Farghan (2.5 thn) menonton di bioskop. Deg-degan juga sih takut rewel. Eh, ternyata cukup anteng loh. Alhamdulillah. Tapi, sepanjang film sibuk makan popcorn, abis itu minum susu, abis itu tidur, abis itu malahan ikut nonton pas sudah mau selesai. 

*yup, melantur kemana-mana* 




Sinopsisnya mah pasti sudah pada tau lah ya. Saya cuma pengin cerita 5 Plus film Ant-Man menurut kami: 


1. Film yang memang ternyata cukup aman untuk anak. Minim adegan kekerasan dan percintaan. Tapiii, setengah bagian awal film ini ternyata membosankan untuk anak-anak saya hihihi... Soalnya, kan cerita latar belakang Scott Lang sampai akhirnya bisa menjadi Ant-Man. Nah, itu tuh ceritanya yang dialog saja. Pas bagian tengah dimana sosok Ant-Man muncul, itu yang sudah mulai 'menghipnotis' anak-anak. 

2. Tema besar film ini adalah memanfaatkan kesempatan kedua. Mendapatkan kesempatan kedua pasti merupakan peristiwa yang sangat berharga, kala kita jatuh. Tapi, ternyata memanfaatkan kesempatan kedua itu memang bukan hal mudah. Karena, secara psikologi, pasti ada rasa takut, minder, dan lain-lain. Nah, momen Scott Lang yang akhirnya berani memanfaatkan kesempatan keduanya yang menurut kami keren banget. 

3. Ant-Man juga berkisah tentang kasih sayang ayah ke putrinya. Baik itu Scott Lang ataupun Dr. Hank Pym ke putri mereka masing-masing. Dan, cara mereka menunjukkan sayangnya itu, bikin saya inget sama alm. ayah saya *sesenggukan*. Besarnya rasa sayang mereka ke putrinya, membuat masing-masing dari mereka kuat mengatasi masalah hidup mereka. Mengharukan! 

4. Jujur, saya gak terlalu suka film-film Marvel. Tidak terlalu suka tokoh superheronya, dan tidak terlalu suka juga jalan ceritanya. Nah, Ant-Man ini menurut kami sih beda banget. Tokohnya lebih humanis, tidak terlalu super hero, dan yang penting si Scott Lang ini kocak banget. Cukup banyak adegan yang bikin para penonton ngakak. 

5. Ant-Man membuktikan bahwa seorang super hero itu tidak harus memiliki kekuatan yang jumawa. Justru dengan menjadi sekecil semut, banyak hal yang bisa dilakukan seorang super hero. Dan, super hero itu tidak juga bekerja sendirian. Justru dengan bantuan koloni semut, membuktikan bahwa kerja sama itu gak bikin seorang super hero kurang kok charming-nya hihihi...


Itu sih menurut kami. Menurut teman-teman, gimana?

Komentar

  1. pengen juga nih ngajak si kecil nonton ant-man.. tapi kayaknya mesti preambul dulu ngasih tau suasana nonton di bioskop kayak apa :)

    thanks infonya mak!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iyaa, emang sepanjang perjalanan musti sounding dulu ke anaknya mak.

      sama2 :)

      Hapus
  2. Kami juga suka film ini. Kocak! Tokoh Ant-Man-nya juga realistis, ya.

    BalasHapus
  3. jujur aku nonton film super hero karena ikut anak atau suami :)

    BalasHapus
  4. Setuju! Menurutku emang lumayan cocok buat anak - anak ya. Nggak terlalu keras malah banyak lucunya hahaha

    BalasHapus
    Balasan
    1. iyaa, malah banyakan lucunya ya :D

      Hapus
  5. waaah ada byk adegan missed mb wlo so far ttep bagus
    http://www.dokteravis.net/2015/07/berbagai-ketidaktelitian-adegan-ant-man.html

    BalasHapus
    Balasan
    1. udah baca mbak...

      teliti banget mbak, saya malah gak merhatiin detailnya. Salut deh. Reviewnya keren bingit :)

      Hapus

Posting Komentar