7 #ResolusiLebaran dalam Mengelola THR

Mengelola uang THR itu memang bukan hal yang mudah ya *menurut saya sih*. Kadang-kadang, karena merasa kita punya duit lebih, malah suka boros dalam membelanjakan uang THR. Ujug-ujug, bukannya sisa THR bisa untuk investasi atau tabungan kita setelah Lebaran, malah nanti punya hutang. 

Alhamdulillah, sejauh ini kami tidak berhutang sih, namun pernah beberapa kali THR kami ya habis gitu saja. Beberapa tahun belakangan, jadi cari-cari info, gimana sih cara mengelola uang THR biar bisa gak nombok dan bisa jadi tambahan tabungan kita setelah Lebaran. 

 Berikut, ada 7 tips yang sudah kami (saya dan suami) terapkan dalam mengelola uang THR: 


1. Catat Rencana Pengeluaran 

Sebelum dapat uang THR, kami tulis dulu jenis pengeluaran yang biasanya kami lakukan menjelang Lebaran. Biasanya sih ya standar, untuk keperluan mudik, silaturahmi, ngasih 'THR' ke orangtua dan keluarga, ZIS (zakat infaq shodaqoh), baju Lebaran, kue-kue dan hidangan Lebaran, dan jalan-jalan pas libur Lebaran. 

2. Atur Prioritas 

 Ini penting banget buat kami, karena kan kami tidak tahu dengan pasti sebelumnya jumlah detail THR. Jadi, perkiraan kasar saja. Nah, rencana pengeluaran yang kami catat, saya susun berdasarkan prioritasnya, dari yang paling utama sampai yang paling tidak utama.


3. Sesuaikan Jumlah Biaya Pengeluaran dengan Jumlah THR 

Nah, dari daftar prioritas di atas, biasanya kami akan dengan mudah memangkas pengeluaran yang tidak sesuai dengan THR yang kami (eh, suami) terima. Misal, saya meletakkan kue-kue Lebaran di urutan terakhir. Kalau akhirnya, THR kami tidak cukup, ya harus dengan tega kami memangkas pos kue Lebaran. 

Nah, walaupun ya, kalau misalnya tamu pada datang ke rumah, jadinya tidak tersedia kue Lebaran di rumah kami hihihi... 

 4. Tentukan Pos Pengeluaran yang Bisa Dicicil 

Maksudnya, gini. Kan, ada pos mudik, atau baju Lebaran, yang bisa dicicil jauh sebelumnya alias tidak menggunakan THR. Baju Lebaran bisa di-pos-kan pada anggaran bulanan. Selain lebih meringankan beban uang THR, juga saat membeli tidak perlu berdesak-desakan di mal atau malah nyangkut lama di kurir saat pembelian online. 

Pos mudik juga bisa dicicil dalam anggaran bulanan. Pembelian tiket bisa jauh sebelumnya, sehingga bisa dapat harga lebih murah. Dengan pos-pos yang sudah dicicil, beban THR tahun ini akan semakin ringan. Dan, akan banyak sisa untuk ditabung, investasi, dan ZIS. 

5. Hemat

Musim menjelang Lebaran biasanya banyak barang yang didiskon. Saya biasanya memanfaatkan beberapa promo dan potongan harga untuk menghemat pengeluaran. Walaupun, kenapa ini tidak berlaku untuk bahan pangan ya *nangis bombay*. 

Beberapa penghematan yang saya lakukan: 

-membeli kue di tetangga-tetangga saya. Harga terjangkau, sesuai dengan selera kami, plus tidak kena ongkos kirim. Kemungkinan kue hancur pun ya hampir tidak ada. 

-membeli baju Lebaran di tetangga saya yang punya garmen baju sendiri. Gak perlu jauh-jauh ke pasar. Harga lebih murah, kualitas bisa dilihat dulu dengan tenang, dan tidak pakai ongkos.  Selain berhemat, juga makin mempererat tali silaturahmi. Insya Allah menambah berkah. 

-libur Lebaran di tempat yang tidak ramai dan murah meriah, plus bawa makanan dan minuman sendiri.

6. Tidak Mengganggu Gaji Bulanan 

Pokoknya saya benar-benar memisahkan gaji bulanan dengan uang THR. Pos-posnya juga sudah jelas, mana yang menggunakan uang THR, mana yang gaji bulanan. Jangan sampai uang gaji sudah habis duluan sebelum nantinya gajian lagi. Bisa bingung nanti ngambil uang dari mana lagi, atau malah jatuh-jatuhnya jadi berhutang. 

7. Harus Ada Pos Tabungan atau Investasi 

Kami menerapkan, ambil dulu uang THR untuk ZIS dan tabungan atau investasi. Jadi, pos-pos tersebut tidak akan diganggu gugat. 

Oiya, untuk pos tabungan ini agak bingung juga kami pada awalnya. Secara bukan pakar finansial, kami masih meraba-raba produk tabungan atau investasi yang sesuai dengan tujuan kami. 

Untungnya saya menemukan cermati.com. Di situ kita bisa belajar finansial dari artikel-artikelnya. Dan, ada produk-produk tabungan dan investasi yang bisa kita bandingnya agar sesuai dengan keinginan dan tujuan kita. Asyiknya nih, ada produk syariahnya. 

Di produk syariah itu sendiri, ada produk tabungan syariah, tabungan berjangka syariah, dan deposito syariah. Kami bisa leluasa mempelajari dan membandingkan produk-produk tersebut. 



Berkat cermati.com, saya dan suami jadi bisa menentukan dengan yakin (insya allah) produk yang sesuai dengan tujuan finansial kami.

Komentar

  1. mbak, aku jebol nih tahun ini, tapi masih dari pos THR sih, itu aku lupa di kampung ku anak2 kecil udah makin banyak ternyata, belumlagi nanti mau mudik bulan depan, harus nyiapin angpao lagi deh

    BalasHapus
  2. Wah3x, keren nih konten postingan Indri. Bunda yang sudah sepuh aja belum tentu bisa mengatur secermat itu untuk dana yang masuk dan harus dikelola dlengan cermat. Patut dicontoh nih. Nice posting, beneran.

    BalasHapus
  3. Nomer tiga nih Mbak, saya kebalik. Kalau saya malah pesen kue duluan baru hitung THR. Hahaha. Boleh dicoba buat tahun depan, nih. Nice share, Mbak..

    BalasHapus

Posting Komentar