Revolusi Manajemen Waktu ala IRT

Lantai rumah penuh dengan tebaran buku dan mainan. Segunung tumpukan cucian baju. Belum lagi, rutinitas pekerjaan rumah tangga lainnya, seperti masak, mencuci piring, dan menyiram tanaman. Risiko punya banyak anak tanpa bantuan asisten rumah tangga adalah kewalahan. Hihihi…Padahal kan pekerjaan saya bukan cuma mengerjakan tugas rumah tangga. Ibadah, mengurus anak-anak dan suami, dan menyalurkan hobi saya. Loh, kok malah curcol :D 

www.kaskus.co.id

Hmm…akhirnya saya kepo-kepoin deh teman-teman saya yang punya banyak anak, tanpa ART, tapi kok masih bisa-bisanya produktif, seperti punya bisnis online, menulis buku, ngeblog, atau menerima pesanan kue. Hasil kepo itu saya bikin ala mind map, seperti ini: 

Dok: pribadi

Saya berusaha memperbaiki manajemen waktu saya dengan membuat catatan rutinitas dan to-do-list per hari. Saya juga menentukan cara menyikapi catatan manajemen waktu yang saya buat, antara lain dengan cara: 

1. Menentukan prioritas

Prioritas saya adalah ibadah, serta mengurus anak-anak dan suami. Tugas rumah tangga dan menulis, saya lakukan di sela waktu saya mengerjakan prioritas saya. TIDAK MUDAH. Karena, tidak semua pekerjaan bisa diselesaikan secara sempurna. Berhubung saya bukan supermom, jadi kadang ada beberapa pekerjaan rumah tangga yang ditunda pengerjaannya. *halah, bilang saja malas hahaha…* 

 2. Fokus

Pada saat mengerjakan suatu pekerjaan, saya berusaha fokus, dan tidak mengingat-ingat pekerjaan lainnya. Awalnya susah sih. Perempuan gitu ya, cenderung untuk multitasking. Lama-lama saya sudah terbiasa dan manfaatnya ternyata banyak. Begitu saya fokus pada satu pekerjaan atau tidak ber-multitasking, maka pekerjaan saya cepat selesai dengan hasil yang menurut saya cukup memuaskan. Yay! Etapi, kalau harus diinterupsi sama pekerjaan yang sudah jadi prioritas, ya terpaksa juga ber-multitasking. :D 

3. Tidak menunda pekerjaan

 Ini dia nih, penyakitnya. Suka menunda pekerjaan. Ah, nanti ah! Hasilnya adalah segunung baju kotor dan setrikaan, dan tumpukan piring gelas kotor. Duh! Gak banget, ya. Mulai deh menumpas sifat suka menunda pekerjaan. Kan, tadi di awal sudah bikin catatan rutinitas pekerjaan. Jadi, lebih mudah deh bagi saya yang lebih suka mengingat secara visual. Hasil dari tidak menunda pekerjaan adalah tidak ada tumpukan pekerjaan dan bisa menikmati ‘me time. Yay, lagi! 

4. Kerja cerdas

Kerja cerdas penting, biar saya tidak kehabisan tenaga. Soalnya, saya kan masih menghadapi tiga bocah yang tingkah lakunya lagi lucu-lucunya. Jadi, biar tidak cepat emosi, saya harus bisa menghemat tenaga, dong. 

Memang, pekerjaan apa saja sih yang bisa saya hemat tenaganya? 

Setrika misalnya. Baju rumah saya haluskan dengan tangan lalu dilipat. Saya hanya meyetrika baju pergi, seragam sekolah, dan baju kantor suami. Menghemat tenaga dan listrik. 

Masak. Saya menyiapkan bumbu dasar tiap akhir pekan. Selesai belanja bahan makanan, langsung disiangi, dipilah, atau diolah setengah matang. Begitu mau masak, tinggal goreng atau cemplang-cemplung. Hemat banyak waktu dan tenaga. 

Cuci baju. Biar cepat dan hemat tenaga, saya pakai mesin cuci. Tapi ya, kekurangannya pakai mesin cuci menurut survey adalah kadang ada bekas noda atau kotoran yang bandel alias susah hilangnya, dan baju cepat rusak. Itu karena hanya digiling, jadi membutuhkan banyak deterjen, banyak air, agar bisa menghilangkan noda bandel. Kebanyakan digiling, baju juga jadi cepat rusak. 

Saya menggunakan mesin cuci 2 tabung bukaan atas. Jadi, saya coba menggunakan Rinso Matic Top Load Liquid

Dok: pribadi

Eh, ternyata, banyak banget kelebihannya. Noda jadi cepat hilang dengan hanya sedikit menggiling. Rinso Matic Top Load Liquid ini memang 3x lebih efektif menghilangkan noda di mesin cuci daripada deterjen bubuk. Oya, untuk noda yang benar-benar bandel, saya oleskan Rinso Matic Top Load Liquid pada noda, kucek sebenar, masukkan mesin cuci. Dan, taraaa…! Bersih! 

Hemat deterjen. Rinso Matic Top Load Liquid berbentuk konsentrat cair , tetapi memiliki tingkat detergensi tinggi, sehingga dengan hanya satu tutup botol bisa untuk sekali mencuci. Saya biasanya menggunakan tiga sampa empat sendok takar untuk sekali mencuci baju. Kalau baju-baju yang akan saya cuci, kotornya kebangetan *anak-anak gitu loh*, saya tambahkan takaran Rinso Matic Top Load Liquid-nya. 

Seragam sekolah Haqqi sebelum dicuci.
Bandingkan hasilnya setelah digiling dengan Rinso Matic Top Load Liquid

Rinso Matic Top Load Liquid ini tidak meninggalkan sisa deterjen, sehingga mesin cuci lebih awet. Pantas saja Rinso Matic Top Load Liquid direkomendasikan oleh produsen mesin cuci terkemuka seperti Samsung, LG, Toshiba, Sharp, dan Panasonic. 

Dan, yang terpenting, baju tidak cepat rusak dan warna pakaian tetap cemerlang. Soalnya menggilingnya cuma sebentar. Wanginya juga enak. Hematnya, saya jadi tidak wajib menggunakan pelembut dan pewangi pakaian. Kadang-kadang aja sih, kalau budgetnya sedang berlebih *jiaaah*. 


Sekarang saya jadi jauh lebih menikmati pekerjaan ibu rumah tangga yang nyambi-nyambi belajar menulis. Semoga manajemen waktu saya bisa lebih baik lagi, jadi bisa jauh lebih produktif lagi.

Komentar

  1. Waah...manajemen waktu membantu sekali pekerjaan emak-emak tanpa asisten ya mak. Saya aja ada mbak pulang hari kadang masih keteteran.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kadang masih keteteran juga mbak Nunung, tapi udah rada mending lah :D

      Hapus
  2. TOP banget mak tipsnya :D btw rinso matic memang membantu bingitssss

    BalasHapus
  3. Tips 1-4 nya oke banget mak! Tfs ya. :-)

    BalasHapus
  4. Cantik mesin cucinya. *salah fokus* hihihi

    BalasHapus
  5. mantap, bersih dan terbukti nyata betul efektifnya ya mbak :)

    BalasHapus
  6. Mantap mba,...saya pake rinso juga. Manajemen waktunya oke :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mak Irma, masih banyak belajar juga sih :D

      Hapus
  7. Aku juga pake rinso matic di rumah. Tips manajemen waktunya oke bgt mak:)

    BalasHapus
    Balasan
    1. makasih mak, masih terus belajar sih :D

      Hapus
  8. Setahun tanpa asisten, walhasil rumah melebihi kapal pecah. Dapat tips ini, mudahan jadi pinter ngurus rumah.

    BalasHapus
  9. Saya masih suka susah fokus Mak. Lagi beberes mikirin ntar mau ngajak main apa, lagi momong anak mikirin jemuran hu hu.

    BalasHapus
  10. Makasih tips nya oke bgt.mbak Indri...tp kenyataannya susah yach hehehe bnyk ini itu bnyk kerjaan jg akhirnya. Slm kenal mbak 😊

    BalasHapus

Posting Komentar