Project Sunlight: Dukung Masa Depan Sehat

Salah satu faktor yang saya lihat dalam memilih sekolah anak, adalah bangunan fisiknya. Tidak hanya fasilitas, tapi terutama adalah kebersihannya. Dan, yang paling pertama saya lihat, adalah kondisi toilet sekolah. 

Haqqi (hampir 7 tahun), lebih baik menahan pipis bila melihat toilet yang bau dan kotor. Bayangkan, apa yang terjadi bila dia harus menahan pipis selama kegiatan belajar mengajar? Selain tidak baik untuk kesehatan, pastinya dia tidak akan nyaman dan tidak konsentrasi selama belajar. Maka, sengaja saya lihat kondisi kebersihan sekolah, terutama toilet, saat jam belajar. Di situ terlihat bagaimana pemeliharaannya, apakah toilet tetap terjaga kebersihannya atau tidak. 

Untunglah, sekolah yang kami incar karena sesuai kategori kami, memiliki toilet yang ramah anak. Letaknya tidak di pojokan alias strategis, dan tidak terlalu jauh dari kelas anak. Lalu, kondisinya tidak bau dan bersih. 


Pentingnya Sanitasi bagi Anak 

Data di website www.projectsunlight.co.id menunjukkan bahwa 2.5 milyar orang atau sekitar 35% dari populasi dunia, masih mempunyai akses yang minim terhadap sanitasi yang layak. Ribuan anak menderita atau meninggal akibat kesulitan akses sanitasi yang layak dan air minum yang higienis dan bersih. 

 Sanitasi adalah pembiasaan hidup bersih dan upaya untuk mewujudkan kehidupan yang sesuai dengan syarat kesehatan. Standar sanitasi yang baik untuk tiap rumah, adalah: 

1. Memiliki sarana sanitasi dasar (kamar mandi) yang bersih. 
2. Ketersediaan air bersih yang cukup. 
3. Memiliki fasilitas untuk mencuci tangan hingga bersih. 
4. Sampah dan limbah dikelola dengan baik dan benar. 

Menurut saya, sanitasi yang baik tidak hanya di rumah, tetapi juga dimanapun kita berinteraksi, seperti sekolah, kantor, dan tempat umum lainnya. 

 Sanitasi yang baik sangat berpengaruh bagi kesehatan kita, terutama anak. Sebab, anak akan masih rentan dengan berbagai jenis bakteri. Padahal, anak akan membutuhkan modal kesehatannya untuk melakukan banyak hal yang menjadi minatnya dan menaklukkan mimpi-mimpinya. 


Pembiasaan Hidup Sehat 

Anak-anak adalah generasi ‘agent of change’ bangsa kita, dimana mereka akan memimpin perubahan untuk menciptakan masa depan yang lebih baik. Untuk itu, diperlukan generasi yang sehat dan kuat. Hal tersebut bisa dicapai dengan langkah kecil, seperti menyediakan sanitasi yang baik dan pembiasaan hidup sehat pada anak-anak kita. 

Saya menerapkan beberapa kebiasaan sehat dan sanitasi yang baik dari mulai di rumah terlebih dahulu: 

Mencuci Tangan 
Anak-anak saya ajarkan kebiasaan untuk mencuci tangan dengan sabun, setiap kali sebelum dan sesudah makan, sesudah buang air kecil dan besar, dan setelah memegang atau bermain dengan sesuatu yang kotor, seperti tanah, pasir, krayon, lilin mainan, dan cat air. Cara mencuci tangan yang baik, ada dalam gambar di bawah ini: 



Menjaga Kebersihan Tubuh 
Tubuh harus dijaga kebersihannya, supaya tetap bersih dan sehat. Anak-anak saya ajarkan kebiasaan mandi 2x sehari. Dengan rajin mandi, mereka jadi segar dan tidak lemas. Anak-anak saya sepertinya tidak ada dalam kamus untuk malas mandi, soalnya pada hobi mandi. Kecuali, kalau mereka sedang sakit. 

Merawat Kesehatan Gigi dan Gusi 
Sakit gigi itu lebih sakit daripada sakit hati. Entahlah betul atau tidak. Tapi, yang namanya sakit gigi itu rasanya ‘sesuatu’ deh. Tidak bisa berbuat apa pun dan makan apa pun. Kebayang dong, kalau anak-anak sampai sakit gigi. Tidak tega rasanya melihat mereka menahan sakit. 

Haqqi pernah sakit gigi karena giginya berlubang. Padahal, dia rajin sikat gigi, minimal pagi hari setelah sarapan dan malam sebelum tidur. Ternyata, mungkin cara menyikat giginya yang kurang benar. Berikut teknik menyikat gigi yang benar: 



Selain itu, sikat gigi dilakukan selama minimal 2 menit, berkumur hanya sekali, dan ganti sikat gigi tiga bulan sekali. Ok, noted. 

Banyak Minum Air Putih 
Anak-anak saya ajak untuk minum air putih, minimal 8-10 gelas / hari atau 2 – 2.5 liter per hari. Mereka tidak perlu menunggu haus untuk minum. Begitu aktivitas mereka agak tinggi (main kejar-kejaran, main sepeda), maka mereka akan lari sendiri ke dispenser untuk minum air putih. Bisa habis sampai 2 gelas hehehe… 

Mereka juga saya ajak untuk mengamati air putih yang mereka minum, yaitu harus jernih, tidak berbau, dan tidak berasa. 

Menjaga Toilet Tetap Bersih 
Anak-anak saya ajarkan untuk menjaga kebersihan kamar mandi, karena kamar mandi yang kotor akan membawa banyak kuman penyakit. Beberapa di antaranya adalah: tidak membuang sampah di kamar mandi, menjaga lantai kamar mandi tidak licin dengan menyikatnya, menyiram dengan bersih bila selesai menggunakan kamar mandi. 


Untungnya sekolah anak saya juga memiliki sanitasi yang baik, karena tanpa disadari, ternyata kamar mandi yang bersih adalah salah satu pendorong anak rajin ke sekolah. 


Unilever Project Sunlight 



Kesehatan adalah hak bagi setiap anak Indonesia, karena merupakan modal awal untuk melakukan berbagai hal dalam hidupnya. Unilever Indonesia melihat bahwa masih banyak anak Indonesia yang belum memiliki akses sanitasi dan kebersihan yang layak. It takes a village to raise a kid. Apalagi jika ingin mengubah generasi bangsa ini. 

Maka, Unilever Indonesia membuat suatu proyek untuk mendukung masa depan sehat, yang dinamakan Unilever Project Sunlight di tahun 2014 ini. Proyek ini mengajak masyarakat untuk membantu Unilever mendukung penyediaan edukasi dan fasilitas sanitasi di Sumba, NTT. 

Kita tidak harus mendukung mereka secara materi. Karena, Project Sunlight ini menawarkan banyak cara pada kita untuk berpartisipasi memberikan dukungan, antara lain: 

View 
Menonton film inspirasional berjudul “Bright Future Speeches” yang ditayangkan di website Project Sunlight. Film ini berkisah tentang gagasan para calon pemimpin masa depan tentang sanitasi yang lebih baik. Gagasan yang sangat ‘jleb’ antara lain: (1)sanitasi adalah hak asasi manusia (2)setiap anak berhak atas sanitasi yang layak untuk mencapai mimpi mereka. 

Hanya dengan menyaksikan film tersebut, Unilever akan mendonasikan Rp100 untuk program edukasi sanitasi di Sumba, NTT. Yay, mudah. Tinggal klik! 



Act 
Memilih bentuk dukungan yang diinginkan. Terlihat seperti langkah kecil, tapi akan membuat perubahan besar bila dilakukan bersama. 

1. Menulis ide untuk #brightfuture. Sanitasi akan mempengaruhi banyak hal, terutama edukasi, angka kematian, dan angka kelahiran. Kita bisa memberikan ide sederhana untuk meraih #brightfuture, dengan pilihan: kondisi sanitasi yang baik, kemudahan akses air bersih, dan membantu edukasi kebiasaan sehat. Selain itu, kita bisa memberikan ide lain, sesuai dengan gagasan kita. Setiap ide yang kita posting, Unilever akan mendonasikan Rp1000 untuk program edukasi sanitasi di Sumba, NTT. 

2. Mengunduh materi edukasi tentang kebiasaan sehat, sehingga kita bisa menyebarkannya pada lingkungan sekitar kita. 

3. Menjadi relawan #brightfuture untuk mengedukasi anak-anak Sekolah Dasar tentang kesehatan. Penyelenggaraan edukasi oleh relawan ini hanya ada di 5 kota, yaitu: Jakarta, Surabaya, Medan, Makassar, dan Yogyakarta. Sayangnya, saat ini pendaftaran sudah ditutup, karena terbatas pada 100 relawan tiap kotanya. 

4. Membeli produk Unilever (Domestos, Lifebuoy, Pepsodent) di Lottemart. Setiap pembelian satu produk, Unilever akan mendonasikan Rp1000 untuk program kesehatan di Sumba, NTT. 

Share dan Follow 
Kita bisa share film inspirasional “Bright Future Speeches” lewat Twitter dan Facebook, sehingga akan bisa lebih banyak lagi yang menonton film tersebut. Makin besar donasinya dan makin banyak yang tersadar akan pentingnya sanitasi dan pembiasaan hidup bersih, terutama untuk anak-anak kita. 

Lalu, kita juga bisa follow artikel-artikel inspiratif yang ada di website Project Sunlight dan artikel tersebut bisa kita share lewat Facebook, Twitter, Pinterest, dan Google+. 


Yuk! 

Anak adalah 'agent of change', sehingga modal kesehatannya harus terjaga dengan baik. Salah satu cara kita mendukung kesehatannya adalah dengan menyediakan sanitasi yang baik dan pembiasaan hidup sehat. 

Ikutan Project Sunlight, yuk! Kita bisa lebih banyak menebar manfaat dengan beberapa langkah kecil dan mudah.

Komentar

  1. wah saya sepakat mbak, anak memang harus dibiasakan hidup bersih sejak kecil agar terhindar dari berbagai macam penyakit. Semoga semakin banyak langkah-langkah kecil yang bisa kita bagi sehingga anak-anak Indonesia makin sehat ke depannya. Kan kalo sehat, anak-anak jadi lebih cerdas, belajar lebih nyaman, cita-cita pun mudah diraih :)

    BalasHapus
  2. Berdonasi dengan cara yang mudah ya ^^

    BalasHapus
  3. wow komplit bingitz... hehe ini kayak yang diiklan itu ya

    BalasHapus
  4. Todak hanya anak SD saja mbak tapi waktu saya sekolah smp dan smk pun ingin memiliki toilet yang bersih dan nyaman seperti punya sendiri agar ketika memasuki toilet tidak bau dan pipis pun nyaman tapi setiap sekolah sepertinya jarang memiliki toilet yang sangat-sangat bersih dan nyaman.
    Salam kenal dari kota Tasikmalaya mbak :)

    BalasHapus
  5. bner banget mak, anak adalah aset bangsa dan aset masa depan, harus dijaga dan diajarkan tentang nilai-nilai baik dan kesehatan

    BalasHapus
  6. benar banget bu, saya sendiri membuka kursus di rumah dan ada beberapa murid yang lebih suka pipis di got atau pohon dan tidak cuci tangan. padahal wc saya bersih dan airnya pun bersih tapi karena kebiasaan orang tua yang malas mengajak anak buag air di toilet jd anak terbiasa tidak pernah cuci alat kemaluannya setelah pipis. dan jika sudah lumayan besar di bujuk untuk ke kamar mandi pun sudah susah meski di iming-imingi hadiah.

    BalasHapus

Posting Komentar