Inspirasi dari Tantangan Menulis 10 Tema #HariPahlawan

Tepat pas Hari Pahlawan kemarin, saya dan beberapa teman blogger ikutan tantangan menulis yang digelar Teh Ani Berta dengan 10 tema. Temanya tentu saja tentang pahlawan. Walaupun belum punya bayangan bakalan nulis apa, ikutan aja deh. Berhubung menulis tentang hal yang positif, tentu banyak sukanya. Tapiii, yang namanya tantangan, memang ternyata banyak ‘kejutan’-nya. 


Tantangannya:

Tema 1 

Menceritakan tentang sosok pahlawan di sekitar kita dan kontribusinya, tapi tidak boleh anggota keluarga. Duh, pahlawan saya kan ibu bapak saya hihihi… 

Tema ini jadi membuat saya berpikir keras, siapa ya di sekitar saya yang saya anggap pahlawan? 

Akhirnya, ketemu sosok Sara Risman. Pejuang parenting lewat grup parenting. Pas banget saya juga mengagumi sosok mbak Sara ini dalam mendidik anak-anaknya. 

Di tema ini saya jadi belajar meng-interview narasumber. Negosiasi biar mau dijadikan narsum, sampai membuat pertanyaan yang melengkapi artikel saya tapi tidak membuat narsum seperti diinterogasi. Tema ini juga menyadarkan saya agar lebih peka pada sekitar, karena pastinya banyak banget sosok pahlawan yang terlewatkan oleh saya. 


Tema 2 

Menceritakan salah satu sosok pahlawan yang menginspirasi hidup saya, tapi yang jarang diangkat. Siapa ya? Saya sangat mengagumi sosok Pak Hatta, tapi itu kan sudah mainstream

Lagi browsing, tiba-tiba saya ingat, saya kan juga mengagumi sosok Rasuna Said. Karena multi talenta, gigih, dan berani. Menulis tentang beliau, membuat saya browsing semalaman. Padahal mah yang ditulis cuma secuil inspirasinya, tapi senang baca-baca kisahnya. Ketularan semangatnya. 


Tema 3 

Tuliskan cara memberi manfaat pada orang lain tanpa pamrih. Susaaaah. Pertama, karena saya merasa belum memberikan banyak manfaat pada orang lain. Kedua, lah, kalau saya ceritain, berarti pamrih dong hihihi… 

Jadi, saya coba mengamati kembali beberapa sosok teman yang saya kagumi karena kebermanfaatannya pada orang lain, dan mencoba menarik kesimpulan dengan memberikan beberapa tip. Tip yang juga saya gunakan untuk mengingatkan diri sendiri. 


Tema 4 

Solusi menyikapi dilema antara kesibukan sehari-hari dengan kewajiban sosial. Duh! Lah wong manajemen waktu saya masih ngos-ngosan, gimana mau memberi solusi, ya. 

Nah… nah… saya sontek saja tip manajemen waktunya mbak Sara Risman di tema 1. Menulis ini, saya malah jadi semangat buat memperbaiki manajemen waktu saya. Iyalah, waktu itu priceless. Jadi, harus diisi dengan kegiatan bermanfaat alias harus bisa produktif. 


Tema 5 

Tunjukkan aksimu sekecil apa pun terhadap sekitar. Jiaaah, ini lagi hihihi… 

Saya merasa belum punya aksi apa-apa soalnya. Untungnya saya ingat tentang kunjungan ke panti jompo barengan dengan milis majalah Cita Cinta. Kenangan yang membekas, soalnya menurut saya kita hanya melakukan tindakan kecil. Berkunjung sebentar, menghibur, ajak mengobrol, dan memberikan bantuan sekadarnya. Tapi kok ya, tindakan kecil kita itu bisa membuat penghuni panti jompo hepiii… Jadi, memang ya, jangan remehkan kebaikan sekecil apa pun, karena kita tidak akan pernah tahu sebesar apa dampaknya nanti. *serius* 


Tema 6 

Pahlawan kuliner, masakan sendiri yang bisa diingat terus sama keluarga. Maaak, saya kan tidak jago masak. Mana lah bisa disebut pahlawan kuliner. Bagi saya, pahlawan kuliner saya ya Mama saya hihihi… 

Akhirnya, saya todong anak-anak dengan pertanyaan: ayo, paling suka Bunda masak apa? Dan jawaban anak-anak: telur dadar, telur ceplok, mie goreng,… Jiaaah, STOP. Jangan itu dong, malu-maluin aja, ah hahaha… 

Saya: yang lain dong? 

Dan, akhirnya jawabannya ya yang saya tulis di artikel. Tema ini menyadarkan saya buat berusaha belajar masak lebih baik lagi, biar kenangannya teringat terus oleh keluarga saya sampai tua. 


Tema 7 

Buat puisi untuk salah satu pahlawan idola. Dududuh, puisi? Rasanya terakhir bikin puisi pas SMA untuk pelajaran Bahasa Indonesia. Itu juga nilainya pas-pasan. 

Huhuhu…, pengin nyerah. Iseng corat-coret, jadi satu puisi, Kalau orang tidak tahu penulisnya, pasti itu puisi dianggap karangan anak SD hahaha… Jujur deh, saya paling ‘takut’ menulis puisi. 

Tema ini memaksa saya buat sedikit melepas ketakutan itu. Saya belajar kalau kita takut sesuatu, hadapi saja dulu. Mungkin hasilnya tidak akan terlalu bagus, tapi paling tidak berhasil menghadapi ketakutan itu kan sudah sukses besar. Yay! 


Tema 8 

Cara meningkatkan kemampuan untuk dibagikan kembali. Ini mah saya menuliskan proses yang sedang saya jalani untuk meningkatkan kemampuan diri. 

Ibu itu kan pahlawan, minimal untuk keluarganya. Kalau ibunya semangat meningkatkan kemampuan diri, harapannya anggota keluarga lainnya juga punya semangat belajar yang tinggi. Belajar sepanjang hayat, kan!


Tema 9 

Pentingnya sinergi dalam berbagi manfaat. Entah kenapa, menulis tema ini kok saya lieur ya. Di draft berhari-hari belum diposting juga. Dan, pas banget sikonnya lagi hectic.


Tema 10 

Tuliskan suka duka ikut tantangan menulis ini.Gampang! Banyak sukanya, kok. Jadi belajar konsisten latihan menulis, belajar peka terhadap lingkungan, belajar manajemen waktu, dan masih banyak lagi. 

Dukanya? Ya itu, perjuangan menghadapi semua tantangan. Baik menaklukkan tema dan menaklukkan kesibukan lainnya.

Komentar

  1. Hahaha ada 'Lieur' nya ya Mba :D
    Tetep semangat dong :)
    Makasih ya, Mba udah ikutan program ini semoga bermanfaat :)

    BalasHapus

Posting Komentar