Aksi Kecil untuk Sekitar Kita


Sikap peduli terhadap sesama, berarti kita ikut merasakan kesulitan yang sedang dihadapi orang lain, dan tergerak untuk membantunya.

Kepedulian terhadap sesama itu, ternyata banyaaak sekali manfaatnya. Selain untuk orang-orang yang membutuhkan, kepedulian terhadap sesama itu justru lebih banyak lagi manfaatnya untuk diri sendiri. Manfaatnya antara lain: melatih keikhlasan, kepekaan terhadap sekitar, mengurangi egois, dan menghilangkan sifat iri dan dendam.

Dengan manfaat yang banyak itu, seharusnya kita bisa dengan mudah peduli terhadap sesama. Tapiii, peduli terhadap sesama itu juga bisa dibilang sulit. Kadang, bukan karena kita tidak peduli, tapi bisa karena alasan sibuk (itu sayaaa!), merasa tidak punya kemampuan untuk menolong, atau kita yang kurang peka terhadap sekitar. Padahal, kita harus peduli dong ya dengan sesama, terutama di lingkungan sekitar kita, atau yang bersinggungan dengan kita.

Iyalah, kita kan tidak hidup sendiri, alias kita pun pasti membutuhkan bantuan orang lain. Jadi, kita harus belajar untuk menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama.

Menumbuhkan sikap peduli terhadap sesama itu ternyata sebenarnya bisa dibilang mudah, loh. Mulai dari hal kecil yang sederhana. Misalnya:

 - Senyum, ibadah yang ringan dan murah meriah.

- Menengok tetangga yang sedang sakit. Tetangga-tetangga saya, kalau saya jarang ikutan nengok, itu berarti saya tidak tahu infonya dan tidak ada yang mengajak ya *loh, kok curcol*.

- Berbagi makanan pada tetangga.

- Ikut partisipasi bila ada kegiatan sosial di lingkungan kita, minimal dengan memberikan sedikit sumbangan materi.

- Lewat jejaring sosial bisa lebih banyak lagi hal yang kita lakukan, yaitu menyebarkan info kegiatan sosial, menggalang dana kemanusiaan, dan lain-lain.


Hal-hal kecil yang terlihat sepele, tapi itu menunjukkan sikap peduli kita. Kan, dari hal-hal yang kecil akan berkembang besar nantinya. Aamiin.

Oiya, ngomong-ngomong tentang hal kecil, saya jadi ingat pada acara kegiatan sosial yang saya ikuti tahun 2007. Saya ikut kepanitiaan dalam acara kunjungan ke panti jompo di daerah Cijantung dari anggota milis Cita Cinta. Waktu itu masih belum menikah, jadi bisa ikutan aktif dalam kegiatannya hihihi…

Sebenarnya, acaranya sederhana saja. Kita berkumpul di aula, berbagi sedikit dari yang kita kumpulkan, menengok para lansia yang sedang sakit di kamarnya dan berbagi cerita, serta diakhiri dengan menyanyi dan menari bersama.

Hati kecil saya sempat bertanya, apa bisa acara sederhana seperti itu membuat mereka senang?

Nyatanya, saya melihat binar di mata mereka. Mereka sibuk bercerita pada kami tentang kegiatan rutin mereka di panti, tentang hubungan pertemanan para lansia di panti, keluarga mereka, dan penyakit mereka. Kami yang mendengarkan kadang ikut tersenyum, tapi seringnya menahan air mata mendengarkan keluhan mereka.

Etapi, jangan salah, mereka itu kuat kok. Setelah sesi cerita, kami mengakhirinya dengan menyanyi dan menari bersama. Kami ikut lebur dalam tawa para penghuni panti jompo itu. Alhamdulillah, hal kecil yang kami lakukan dapat membawa secercah tawa dan binar bahagia di mata mereka.

Komentar

  1. Ikut melebur dengan penghuni Panti Jompo, sangat menyembuhkan rasa rindu para lansia ersebut akan keluarganya di rumahnya :)
    Dan tips di atas sangat keren :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya Teh, kayaknya mereka kangen sama keluarganya :(

      Hapus
  2. Berbagi makanan dengan tetangga, itu serasa dapat durian jatuh, waktunya biasanya selalu pas, di dapur makanan lag lengang mak, hehe

    BalasHapus
  3. iyah juga yah mba, senyum itu ibadah paling gampang dan murah meriah, lia baru ngeh kalau gitu mau senyum terus ahhh #ehhh

    Lia belum pernah mba ikut ke panti asuhan, panti jompo, padahal pengen banget. tp karena belum pernah jd nggak tau caranya, mungkin kalau udah pernah sekali saja bisa kali sendiri juga. kalau nanti tau ada cara gitu kasih tau dong mba.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aku juga baru sekali Ia, abis itu belom pernah lagi :(

      Hapus
  4. Baca-baca blogger tema aksi yang ini, semakin bahwa kehidupan kita sangat berarti walaupun kecil. Datang ke panti jompo ini luar biasa, mengingatkan kita juga akan usia, ya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, inget umur ya jadinya :D

      Hapus
  5. Mbah saya juga sama Mba, kalau saya datang berkunjung ke rumah beliau. Ceritanya bisa lamaaa banget, dan diulang-ulang. Kata mama didengarkan dan ditanggapi saja, itu sudah membuat mbah senang. :) Pada ke panti jompo lagi yuk.. Kapan gitu bikin acara.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Yuk. Saya juga baru sekali itu ke panti jompo mak. Pulang dari sana ko kayanya ikutan hepi ya :)

      Hapus
  6. pasti bahagia ya di panti jompo karena di datangi orang2 yang enuh perhatian

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, insya allah mak Lid. Semoga manfaat kedatangan kami :)

      Hapus
  7. Sekitar dua tahun yang lalu Bunda mampu untuk aktif memberikan pelajaran bahasa Inggeris untuk anak-anak yang below standard keluarganya di wilayah tempat tinggal Bunda, tapi setelah Bunda seringkali jadi MC a.k.a. MomongCucu semua terpaksa terhenti, karena kendala transportasi dan waktu. Jadi Bunda hanya berbagi rezeki kepada Tukang Sampah sekitar RT, Marbot dan ada khusus PRT yang cacat fisiknya. (maaf ya ini bukan riya, tapi untuk memperjelas bahwa berbagi itu indah adanya.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Bunda. Berbagi tidak harus membutuhkan kehadiran fisik. Sekadar berbagi sedikit yang kita punya pun rasanya indah ya Bun :)

      Hapus

Posting Komentar