(Tidak) Hanya Berburu Diskon di Pameran Buku

Yuk, ke Pameran
Mengunjungi pameran merupakan salah satu kegiatan mengisi waktu luang yang murah meriah dan bermanfaat. Saya sering mendatangi berbagai jenis pameran. Dari sekadar pameran kerajinan tangan, buku, mebel, otomotif, kehutanan, sampai vendor pernikahan.

Selain pameran buku dan kerajinan tangan, saya hanya memerhatikan tren untuk menambah wawasan dan sebagai bahan tulisan. Jadi, biasanya saya tidak membeli apa-apa alias dompet aman. Tapi, banyak manfaatnya, loh. 

Dari pameran mebel, saya bisa sontek tren mebel terbaru. Saya biasanya memesan mebel ke toko mebel langganan, dan mengaplikasikan model yang saya inginkan dengan menyesuaikan budget. Dari pameran vendor pernikahan, saya bisa berburu info berbagai vendor pernikahan, seperti catering, dekorasi, dan rias pengantin. Walaupun akhirnya saya tidak menggunakan jasa mereka, tapi saya bisa mengetahui tren pesta pernikahan dan mengaplikasikannya sesuai budget dan selera. 

Secara garis besar, pameran-pameran tersebut sudah memiliki display dan penataan ruang yang menarik, tren yang terwakili, dan diskon yang cukup membuat saya harus memegang dompet dengan erat. Namun, beberapa fasilitas seperti kebersihan toilet dan ruang salat kurang diperhatikan. Lalu, sebagai pengunjung, dan pecinta gratisan, tentu akan senang sekali bila mendapat cindera mata atau fasilitas gratisan lainnya #eh.

Sejauh ini, pameran vendor pernikahan yang paling berkesan untuk saya. Penataan stan yang menarik, penawaran diskon yang cukup besar, dan pemberian souvenir pada pengunjung. Saya sempat mengumpulkan banyak souvenir dari pameran ini, sebab sekadar konsultasi di tiap stan pun, mereka memberikan souvenir mungil dan lucu. Nah, pertama masuk ke pameran, saya juga mendapat semacam buku jurnal checklist acara pernikahan. Dan, lucunya, beberapa bulan kemudian, saya menikah. Dan, buku jurnal itu pun sangat bermanfaat untuk saya.

Berburu Manfaat di Pameran Buku

Beda lagi dengan pameran buku. Sebagai pecinta buku, saya senang sekali mendatangi pameran buku. Tidak hanya berburu diskonan, saya juga rajin menyambangi tiap stand untuk melihat judul-judul buku terbaru. Kadang, ada beberapa penerbit yang memberikan diskon sampai 70%. Tapi itu terbatas pada cetakan lama menurut pandangan saya.

Pameran buku yang saya datangi antara lain IKAPI Book Fair, Islamic Book Fair, dan Jakarta Book Fair. Walaupun tempatnya sempit, display buku bertumpuk, dan penataan ruang kurang menarik, tetapi berhubung itu pameran buku, tetap saya bela-belain untuk datang. Lagipula, di acara pameran buku itu banyak acara-acara menarik, seperti launching buku terbaru, talkshow dan seminar kepenulisan, serta 'meet and greet' dengan penulis terkenal. 



Agar anak-anak ikut mencintai buku, maka saya pun mulai mengenalkan pameran buku ke anak-anak. Mereka sangat senang, dan langsung kalap ikut menghabiskan isi dompet bundanya. Sayangnya, karena pengunjung padat dan tempat pameran yang kurang luas, jadilah mereka bertahan hanya kurang dari satu jam. Lah, saya belum sempat berburu buku apa pun.


Ehm, berhubung baru pindahan rumah, mohon maaf bila rak buku super duper berantakan :D

Tapi saya tetap berusaha mendatangi pameran buku setiap kali ada kesempatan. Seringnya sih memang berburu diskon untuk memenuhi kebutuhan buku keluarga. Kesempatan sekali sebagai 'emak irit bin hemat'. Lagipula, banyak buku menarik terbitan lama atau buku yang sudah tidak beredar di toko buku, ada di pameran buku.

Selain berburu diskon, saya juga mendatangi beberapa acara menarik. Nah, berhubung akhir-akhir ini beberapa teman sering ikut menjadi pembicara, launching buku, dan bahkan ada yang mendapat penghargaan, saya pun berusaha datang ke pameran buku. Ikut senang dengan kesuksesan mereka, siapa tahu nanti saya yang bisa ikut mengisi acara #eh.

Sejauh ini, pameran buku yang paling menarik adalah yang diadakan IKAPI. Selain penerbit yang mengikuti pameran paling lengkap,  diskonnya juga membuat pengunjung kalap mata. Walaupun tempat pamerannya tidak terlalu luas, tapi penataan stan cukup menarik. Lebih seru lagi kalau pameran buku lebih kids-friendly, baik dari penataan pameran sampai acara-acaranya.

Tulisan ini diikutkan dalam 
(tema pertama)





Komentar

  1. kadang kalap ya kalau ke pameran buku. Mbak maaf ya aku baru bisa berkunjung lagi

    BalasHapus
  2. Iya, malah lebih kalap hihihi... Gpp mak lidya, makasih ya atas kunjungannya :)

    BalasHapus

Posting Komentar