Meningkatkan Semangat Mengaji dengan Nilai Tambah Al Quran

ODOJ (One Day One Juz), ODOA (One Day One Ayat), dan gerakan sadar Al Quran lainnya, mampu meningkatkan semangat masyarakat agar lebih rajin mengaji, mengkaji, dan mempelajari Al Quran. Saat ini pun, program hapalan Al Quran (tahfidz) berkembang pesat di Indonesia pada semua kalangan.

Pihak penerbit melihat peluang akibat besarnya 'persinggungan' kaum muslim saat ini dengan Al Quran. Penerbitan Al Quran pun berkembang pesat selama lima tahun terakhir. Persaingan merebut pangsa pasar, membuat penerbit pun mengembangkan nilai tambah dari Al Quran. 

Nilai Tambah Al Quran

Dulu, Al Quran tampil dalam balutan sederhana. Tampilan paling mewah adalah sampul keras yang dilapisi kulit sintetis, dengan disain kaligrafi timbul warna emas. Ukurannya beragam dari yang besar sampai ukuran mini yang mudah dibawa kemana-mana.

Perkembangan penerbitan Al Quran yang pesat, membuat nilai tambah pada Al quran pun semakin banyak. Beberapa nilai tambah yang ada pada Al Quran saat ini, yaitu:

  1. Sangat memerhatikan khat atau tulisan arab, dimana penulisan harus stabil dan jelas. Khat yang nyaman dibaca dan tidak mudah membuat lelah mata adalah yang berukuran cukup besar dengan huruf tipis dan lancip.
  2. Al Quran dengan panduan tajwid, sehingga memudahkan kaum muslim untuk membaca dengan tajwid yang benar. Biasanya penandaan tiap jenis tajwid dengan warna yang berbeda.
  3. Memiliki indeks tematik, sehingga memudahkan kaum muslim untuk mencari ayat atau surat yang berkaitan dengan tema yang diinginkan. Indeks tematik dibagi menjadi empat tema pokok, yaitu: akidah, akhlak, syariah, sirah (kisah). Setelah itu dibagi lagi menjadi 15 bagian, yaitu: arkanul islam, iman, Al Quran, ilmu, amal, dakwah, jihad, manusia, akhlak, harta, hukum, kemasyarakatan, pertanian dan perdagangan, sejarah (kisah), dan agama-agama. 
  4. Transliterasi latin. Nilai tambah tersebut memudahkan kaum muslim yang baru belajar membaca Al Quran dan belum mengenal huruf Arab.
  5. Fhadilah (keutamaan) ayat berdasarkan referensi shahih. Isinya biasanya mencakup: At-Targhib (motivasi) dan At-Tarhib (ancaman).
  6. Para muslimah dimudahkan dengan adanya Al Quran dengan penambahan hadist tentang wanita dan keluarga. Nilai tambah lainnya adalah desain sampul yang cantik dan elegan sesuai dengan kepribadian muslimah.
  7. Penandaan ayat doa dan tasbih. Ayat doa ada yang bersifat eksplisit (berisi permohonan langsung dari hamba kepada Allah Swt.) dan implisit (tidak secara langsung berbentuk permohonan, tetapi dijabarkan tentang kondisi jelek dan baiknya). Sedangkan, ayat tasbih adalah ayat yang mengandung makna mensucikan dan mengagungkan Allah Swt.)
  8. E-pen. Alat ini biasanya ditambahkan pada Al Quran untuk anak. Tetapi, bisa juga digunakan pada Al Quran biasa. Fungsi e-pen adalah untuk membunyikan atau membacakan Al Quran, sehingga anak tertarik untuk belajar mengaji.
  9. Di era digital ini, Al Quran tidak hanya berbentuk buku, tetapi juga ada dalam smartphone android  yang dilengkapi aplikasi built in islami. Kelebihan smartphone islami ini adalah praktis, menyenangkan, dan bisa mengamalkan ibadah harian yang berhubungan dengan Al Quran menjadi semakin mudah.
Mengaji, Yuk

Semua nilai tambah tersebut tentu tetap harus mengikuti pakem Al Quran yang ada saat ini, seperti mushaf mengikuti standar penulisan Kementrian Agama RI dan diperiksa dengan teliti oleh pihak lajnah pentashihan Mushaf Al Quran Kementrian Agama RI, dengan mengeluarkan surat tashih sesuai dengan peruntukannya. Jadi, semua nilai tambah tersebut tidak akan mengurangi atau menambah jumlah ayat, surat, atau juz.

Sepertinya, semua yang dibutuhkan kaum muslim Indonesia saat ini akan nilai tambah Al Quran sudah terpenuhi. Semua nilai tambah tersebut, memudahkan kaum muslim untuk membeli atau memiliki Al Quran sesuai dengan kebutuhannya. 

Dan, menurut saya, Indonesia sudah memiliki Al Quran dengan semua nilai tambahnya. Tinggal kita kaum muslim tetap menjaga semangat tilawah, menghapal, dan mengkaji Al Quran. Karena, apalah gunanya semua nilai tambah tersebut, bila kaum muslim tidak mengamalkan dan mengaplikasikan nilai-nilai dari Al Quran.

Tulisan ini diikutsertakan dalam
(tema ketiga)
 

Komentar

Posting Komentar