Mendidik dan Menghibur Anak dengan Buku Menarik dan Berkualitas

Buku Favorit Masa Kecil Saya

Tante saya termasuk yang jasanya paling besar membuat saya cinta buku. Melihat keasikannya membaca buku-buku Lima Sekawan, Trio Detektif, STOP, Mallory Towers, St Clare, Hawkeye & Amy, membuat saya tertarik ikut membacanya. Awalnya saya hanya membaca majalah Bobo, Nina, dan Buncil (bonus dari majalah Ayahbunda).

Saya pun mulai memiliki keasikan membaca dengan genre berbeda. Membaca buku-buku tersebut membuat saya seperti ikut tersedot dalam alur cerita, ikut merasakan suasana alias settingnya, ikut menghayati karakter para tokohnya. Yang terpenting, daya imajinasi saya makin berkembang dan semangat kebaikan dan keceriaan hidup dari para tokohnya pun ikut terserap.




Kriteria Buku Anak yang Menarik

Anak-anak saya mulai menyukai buku. Selera mereka tentu sangat berbeda dengan kesukaan saya saat kecil. Saya mulai mempelajari karakteristik buku anak yang menarik dan berkualitas, sehingga saya bisa menyeleksi buku bacaan untuk mereka.

Kriteria buku anak yang menarik tentu mengandung subjektivitas yang tinggi. Hal tersebut tergantung dengan kesukaan anak dan nilai yang dianut oleh masing-masing keluarga.

Saya sendiri memberikan kriteria sebuah buku menarik dan berkualitas, adalah sebagai berikut:

  1. Isi buku menyesuaikan dengan target usia pembaca, sehingga sesuai dengan daya pikir dan daya nalar anak sesuai usianya.
  2. Gambar sampul, ilustrasi dan lay out isi buku menarik, dan membuat anak semangat melihat-lihat isi bukunya.
  3. Buku padat bergizi, mampu merangsang daya imajinasi dan kreativitas anak.
  4. Membuka wawasan dan mengandung ilmu pengetahuan yang bermanfaat.
  5. Untuk buku fiksi anak, alur cerita menarik,  tidak mudah ditebak, tidak menggurui, dan tidak mudah dilupakan. Isi cerita mengandung nilai dan perilaku mulia, sehingga mampu menumbuhkan akhlak terpuji anak.
  6. Tidak mengandung SARA, kekerasan, dan pornografi.
Saat saya memilihkan atau menyetujui pilihan buku dari anak, maka saya menyeleksi buku tersebut sesuai dengan kriteria saya dan kesukaan serta kebutuhan anak.






Nah, foto-foto buku di atas adalah pilihan saya untuk mengenalkan berbagai kisah islam dan menghapal doa harian. Saya berusaha pilihkan untuk mereka gambar sampul dengan ilustrasi isi berwarna dan font yang besar. Sejauh ini, mereka cukup tertarik dengan isi ceritanya.

Kalau bukunya pilihan mereka sendiri? Pasti kebanyakan tidak akan jauh dari dunia hewan, dinosaurus, monster, dan robot *tepuk jidat*



Kondisi Buku Anak di Indonesia

Saat saya kecil dan menyambangi toko buku, kebanyakan buku anak yang dipajang adalah buku terjemahan. Ada sih penulis lokal, hanya karena kemasannya kurang menarik, maka saya pun amat jarang meraihnya. Kecuali ada tugas sekolah, maka saya 'terpaksa' membaca buku cerita penulis lokal.

Saat ini, display di toko buku besar hampir setengahnya adalah hasil tulisan penulis lokal. Yang saya lihat, banyak sekali perubahan pada buku anak lokal. Desain sampul menarik, tema dekat dengan keseharian anak atau bahkan menarik rasa ingin tahu anak, penceritaan juga mengalir sesuai dengan bahasa anak dan tidak menggurui.

Kualitas dari penulis anak lokal saat ini patut diacungi dua jempol. Mereka mampu mencari ide yang 'boombastis' untuk anak dan menceritakan dengan cara yang tidak biasa.

Pilihan buku anak yang menarik dan berkualitas sudah mulai 'berserakan' di toko buku, tinggal orangtua membelikan buku untuk anaknya menyesuaikan dengan nilai yang dianut orangtua, kesukaan dan kebutuhan anak, serta BUDGET.

Tulisan ini diikutsertakan dalam
(tema kedua)





Komentar

  1. Betul banget, sekarang mau cari buku bacaan anak apa aja gampang. Beda dengan jaman saya kecil dulu. Sukses ngontesnya. Salam ^^

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seneng ya jadi anak zaman sekarang, punya banyak pilihan buku bacaan. :)

      Hapus
    2. Aamiin, makasih mak Ika :)

      Hapus
    3. Iya mba Eno, pilihannya banyak. Tinggal anaknya aja yang pusing karena kebanyakan pilihan dengan tema yang sama :D

      Hapus
  2. Balasan
    1. Alhamdulillah, makasih bila bermanfaat :)

      Hapus
  3. buku anak berserakan mak, semoga bisa selektif sebelum beli kuatir ada kasus yg kayak kmrn, ngeri ih ... thanks for share mak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mak, kita jadi musti ikut baca dulu ya buku pilihan anak. Takutnya kaya kasus belakangan ini. :(

      Hapus
  4. sekarang malah aku gak pernah beli buku untuk diri sendiri, selalu beli buku untuk anak

    BalasHapus
    Balasan
    1. hhihihi...iya mak lid, budget buku jadi banyak lari ke anak ya :D

      Hapus

Posting Komentar