Berbuka Puasa dengan Air Layak Minum

Bulan Ramadan itu menyenangkan untuk semua orang. Selain bulan penuh berkah, dimana semua amalan kita dilipatgandakan pahalanya, juga karena jajanan pasar khas Ramadan keluar semua. Kebanyakan tiap berbuka puasa pasti ada yang namanya kolak, bubur sumsum, biji salak, dan jenis penganan lainnya, terhidang di meja makan.

Malam ini kami 'numpang' buka puasa di rumah Eyang Uti-nya anak-anak. Penganan buka puasa kami hari ini agak 'mewah': bubur sumsum, es kelapa muda, dan risol. Yummy.



Oiya, keluarga kami, terutama saya sih, terbiasa buka puasa dengan meminum teh manis hangat terlebih dahulu. Rasanya nikmat banget. Kurang sehat sih ya katanya. Risiko diabetes dan kekurangan zat besi terlihat di depan mata. Hiks, habis gimana dong ya. Sudah kebiasaan.

Tapi tahun ini saya bertekad bahwa puasa kali ini harus lebih 'sehat' dari tahun-tahun kemarin. Tetap sih minum teh manis hangat hihihi... Tapi, mengusahakan agar saya harus banyak minum air putih lebih dari biasanya. Alasannya karena: (1) saya masih menyusui, sehingga jumlah asupan cairan harus lebih banyak non-menyusui (2) karena teh bersifat diuretik, alias membuat kita jadi sering buang air kecil, sehingga persediaan cairan di tubuh kita cepat berkurang.


Air Layak Minum

Etapi, minum air putih juga tidak bisa sembarangan ya ternyata. Kuantitas dan kualitasnya harus yang baik. Masalahnya nih, memang apa saja sih ciri-ciri air minum dengan kualitas baik alias layak minum?

Beberapa ciri kualitas air layak minum, antara lain: jernih, tidak berwarna, tidak berasa dan berbau, pH netral, tidak mengandung zat kimia beracun, tidak mengandung bakteri patogen, dan kesadahan rendah.

Melihat kualitas air minum secara kasat mata bukan hal mudah. Banyak orang yang mengujinya dengan menggunakan alat tertentu untuk uji sampel air minum. Tetapi, ternyata ada loh hal mudah untuk menguji air layak minum selain dengan indikator di atas.

Salah satu caranya adalah membuat teh dengan uji sampel air. Lalu lihat reaksinya, apakah ada perubahan warna dan yang lainnya. Bila setelah beberapa lama warnanya berubah pekat (coklat atau hitam), permukaan air seperti berminyak, maka air tersebut tidak layak minum.


Sunah Buka Puasa

Sunah Rasulullah SAW dalam berbuka sebenarnya cukup dengan tiga biji kurma dan air putih. Cuma memang ya kadang-kadang suka tidak bisa mengalahkan hawa nafsu, jadilah semua 'diembat'. Tapi, puasa kan adalah ajang untuk mengendalikan hawa nafsu. Semoga nantinya bisa berbuka sesuai sunah dengan kurma dan air putih (layak minum).





Komentar

Posting Komentar