Taman Mini Indonesia Indah, 39 Tahun Mendidik dan Menghibur Bangsa




Mau tempat rekreasi yang murah meriah alias bisa menyesuaikan dengan budget kita, tapi lengkap dengan berbagai jenis wisata? Atau sekadar ingin berkeliling Indonesia dan mengenal sekilas budayanya dalam waktu satu hari? Yes,  kalau itu yang dicari, semua ada di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Beberapa minggu yang lalu, saya dan suami mengajak anak-anak untuk berkeliling TMII. Saking lengkapnya jenis wisata yang ada, kami sampai bingung mau mengajak mereka kemana terlebih dahulu. Akhirnya, setelah mengelilingi TMII dan melihat semua tempat yang ada, kami bebaskan mereka mau kemana terlebih dahulu. Karena, tidak mungkin juga bisa memasuki semua tempat sampai puas dalam waktu hanya beberapa jam. Mau ikut berkeliling bersama kami? Kenalan dulu yuk dengan TMII.

Sekilas tentang TMII

TMII mulai dibangun tahun 1972 atas prakarsa Ibu Tien Soeharto. Kemudian, diresmikan tanggal 20 April 1975. Konsep awalnya adalah membuat miniatur Indonesia, sehingga kita bisa mengenal adat dan budaya semua provinsi di Indonesia.

Tempat dengan luas kurang lebih 150 ha ini akhirnya berkembang pesat dengan dibukanya berbagai jenis wisata. TMII tidak hanya sekadar membuat para wisatawan berkeliling Indonesia dalam satu hari, tetapi mereka bisa memilih tempat rekreasi yang sesuai dengan minat dan kepentingannya.

Pembauran sangat kental di tempat yang berlokasi di Pondok Gede, Jakarta Timur ini. Bagaimana tidak? Selain berkumpulnya tradisi dan budaya dari seluruh provinsi di Indonesia, juga ada tempat ibadah dari semua agama di Indonesia. Para pengunjung pun bervariasi. Kalangan atas sampai bawah, anak-anak sampai kakek nenek, laki-laki dan perempuan, semua dapat menikmati tempat ini sesuai dengan minatnya. Bhinneka Tunggal Ika sangat ditanamkan di TMII.

Nah, jenis wisata yang ada di TMII, antara lain:

Wisata Museum

TMII mendukung gerakan cinta museum. Beberapa jenis museum yang ada di TMII, antara lain: Museum Minyak dan Gas Bumi, Museum Transportasi, Museum Indonesia Komodo, Museum Listrik dan Energi Baru, Museum Telekomunikasi, Museum Penerangan, Museum Keprajuritan, Museum Bay'at Al Quran, Museum Timor Timur, Museum Serangga, Museum Asmat, Museum Olahraga, Museum Purna Bhakti Pertiwi, Museum Perangko, dan Museum Indonesia Pusaka.

Museum-museum tersebut bertujuan untuk mengedukasi seluruh anggota keluarga, sehingga lebih mencintai Indonesia dengan belajar sejarahnya dari berbagai bidang.

Kami belum sempat ke museum sih. Tapi, jika ke sini lagi, anak-anak sudah usul lihat berbagai jenis transportasi di Museum Transportasi. Saya sendiri ingin ke Museum Keprajuritan. Arsitektur dan pemandangannya keren sekali untuk foto-foto *emak narsis*.

Museum Transportasi

Museum Keprajuritan
 

Wisata Budaya

Berbagai rumah adat dari seluruh provinsi di Indonesia ada di TMII. Dengan keliling TMII, pengunjung bisa melihat berbagai anjungan daerah yang diminati, dan bisa mempelajari arsitektur khas daerah, busana tradisional, tarian, tradisi, sampai bahasanya.

Di beberapa anjungan, sering diadakan pagelaran budaya dan pertemuan dari masyarakat aslinya, untuk sekadar menguatkan ikatan kedaerahan di tempat rantau dan menggali lagi tradisi daerah yang bisa ditampilkan dan dikenalkan ke khalayak umum.


Wisata Taman

Beberapa jenis wisata taman yang menyenangkan untuk seisi anggota keluarga, antara lain:

  • Taman Flora Fauna
Beberapa taman flora fauna ada di TMII. Taman yang ada, antara lain: Taman Kaktus, Taman Melati, Taman Apotik Hidup, Taman Bunga Keong Emas, Taman Burung, Taman Kupu, Taman Reptilia, Taman Dunia Air Tawar, dan Taman Bekisar.

  • Taman Budaya
Beberapa taman budaya yang menarik untuk dikunjungi sambil belajar, antara lain: Taman Budaya Tionghoa, Taman Bunga Keong Emas, Taman Persahabatan Negara Non Blok, dan Taman Manasik Haji.

Wisata Tempat Ibadah

Mau lihat-lihat tempat ibadah dari agama-agama yang ada di Indonesia? Atau, seperti kami, sekadar untuk menunaikan kewajiban shalat fardhu di Masjid Diponegoro? Selain masjid untuk agama Islam, kita bisa melihat tempat ibadah lainnya, seperti:
  • Gereja Katolik Santa Catharina 
  • Gereja Kristen Protestan Haleluya
  • Wihara Arya Dwipa Arama (Budha)
  • Pura Penataran Agung Kertabhumi (Hindu)
  • Klenteng Kong Miao (Khonghucu)
  • Sasono Adiroso Pangeran Sambernyowo (aliran kepercayaan dan kebatinan)

Wisata Hiburan

Tempat rekreasi hiburan di TMII beragam jenis. Mau melihat TMII dari atas, naik saja kereta gantung (skylift) atau balon raksasa. Mau rekreasi olahraga? Ada Pemancingan Telaga Mina, Snowbay Waterpark, atau bisa meminjam sepeda dan menggunakannya untuk mengelilingi TMII. Mau melihat film dokumenter atau sains yang seru untuk anak-anak? Bisa ke Teater IMAX Keong Emas dan Teater 4 D (D'motion).

Tidak puas berkeliling TMII dalam sehari? Atau sekadar ingin menginap di sini dan merasakan sensasi TMII di malam hari? Ada Hotel Desa Wisata dengan pemandangan danau alami dan hamparan rumput hijau yang indah. Fasilitas pun cukup lengkap dan memadai.

Selain itu, ada Desa Seni Kerajinan untuk pecinta seni dan Pasar Buku Langka untuk pecinta buku langka, yang hanya ada di TMII. Amazing!

Our Trip in TMII

Perjalanan kami di TMII dimulai dari Taman Akuarium Air Tawar. Wuih, anak-anak senang sekali. Di sini, kami melihat berbagai ikan air tawar yang terdapat di perairan seluruh Indonesia. HTM Rp15.000; untuk anak di atas 4 tahun. HTM ini sudah termasuk tiket masuk ke Taman Kupu.
Ikan Khas dari Berbagai Provinsi di Indonesia

Belut Listrik Raksasa *serem*


Memberi makan ikan di danau

berbagai jenis serangga yang diawetkan, yang ada di Indonesia

Taman Kupu
Sambil berkeliling, untuk melanjutkan perjalanan, kami melihat pos pemadam kebakaran. Uhuy, kebetulan anak-anak ingin melihat mobil pemadam kebakaran dari dekat. Setelah minta ijin dengan petugasnya, maka anak-anak pun langsung melihat-lihat mobil pemadam kebakaran secara detail.


Selanjutnya, kami mengunjungi PP-IPTEK. Dengan HTM Rp16.500;/orang, kami dapat menikmati banyak peragaan sains yang menyenangkan. Kata siapa belajar sains harus dengan cara serius. Di sini, berbagai peragaan sains dibuat menarik untuk anak-anak, sehingga merangsang rasa ingin tahu anak.

Yippie, ketemu T-Rex

Bermain dengan sistem pengungkit

Partisipasi dalam demo roket air

Mencoba memainkan harpa tak berdawai

Mencoba membuat ombak dan tsunami

Yeay, ada zona untuk batita juga


39 Tahun TMII

Sewaktu kecil, saya dan keluarga sering diajak ke TMII. Waktu itu, kami hanya main di berbagai anjungan, bermain kapal angsa di danau buatan miniatur Indonesia, naik kereta gantung, dan bermain sepeda keliling TMII.

Setelah saya memiliki anak, dan mengajak mereka ke sini lagi, TMII telah jauh berkembang. Selain jenis wisata yang lebih lengkap dengan kisaran harga tiket masuk yang beragam, juga lebih banyak acara budaya yang digelar di sini.

Pada 20 April 2014 ini, TMII genap berusia 39 tahun. Dengan tagline "Wahana Pelestari Budaya Nusantara, Perekat Persatuan dan Kesatuan Bangsa", tempat rekreasi ini mengaplikasikan Bhinneka Tunggal Ika dengan baik dan menarik. 

Dengan berbagai visi misi, seperti: mengenalkan kebudayaan dan kekayaan alam bangsa Indonesia, dan mempromosikan potensi unggulan tiap daerah, diharapkan TMII mampu berdiri sebagai tempat rekreasi, edukasi, dan sekaligus tempat untuk para wisatawan dan investor untuk menggali dan mengenal Indonesia secara sekilas. 

Untuk selanjutnya, dari hasil pengamatan saya selama perjalanan, sumbang saran saya untuk TMII, antara lain:
  • Kualitas koleksi budaya, flora, dan fauna nusantara bisa lebih ditingkatkan
  • Meningkatkan mutu pelayanan terhadap pengunjung
  • Promosi dengan mengadakan kerjasama dengan pihak lain, yang akan mengadakan acara-acara menarik dan mendidik.  
  • Peningkatan kebersihan sarana rekreasi, terutama toilet.
Semoga TMII benar-benar bisa berfungsi sebagai miniatur Indonesia, yang membuat rasa cinta tanah air kita makin berkembang, makin mengenal Indonesia, dan sebagai perwujudan Bhinneka Tunggal Ika.



Tulisan ini dalam rangka mengikuti Kompetisi Blog dan Jurnalistik Taman Mini Indonesia Indah


Referensi:
www.tamanmini.com

Foto:
- www.tamanmini.com
- dokumentasi pribadi

Komentar

  1. waaaah...taman mini udah lamaaa jugaaa ya umurnyaaa....semoga menang maaak...komplit ajaaa tulisannya :)...

    BalasHapus

Posting Komentar