Kenali, Temukan, dan Rangkul Penderita TB

Sejauh ini, saya belum pernah berhubungan dengan penderita TB maupun keluarganya. Jadi, tadinya saya tidak berpikir untuk mengenal lebih jauh tentang penyakit ini.

Saya baru mulai 'ngeh' tentang TB, justru saat harus imunisasi BCG pada anak pertama saya. Saya tahu kalau tujuan imunisasi BCG adalah mencegah bayi dari penyakit TB. Tapi, kenapa imunisasi pertama yang diberikan pada bayi adalah BCG? Menurut dokter anak yang menangani Si Sulung, karena bayi sangat rentan terhadap bakteri Myctobacterium Tuberculosis. Padahal, kita tidak mengetahui, bagaimana kondisi kesehatan orang-orang di sekitar si bayi.

Jika imunisasi BCG telat diberikan ke bayi alias di atas usia 3 bulan, prosesnya jadi lebih panjang. Perlu ada uji tuberculin terlebih dahulu, sebelum bayi diimunisasi BCG. Bila uji tuberculin tidak memungkinkan, bayi bisa langsung diimunisasi BCG, tetapi harus ada observasi selama 7 hari untuk melihat reaksi lokal cepat di tempat suntikan. Rempong, ya?

Wah, jawaban si dokter membuat saya jadi memiliki banyak pertanyaan susulan. Kenapa TB sebegitu menakutkannya? Kenapa bakteri penyebab TB tersebut sebegitu mudah menular ke sekitarnya? Dan, apa pula gejala si penderita TB, jadi kita bisa lebih waspada?


Kenali TB

TB merupakan penyakit yang sangat mudah menular, apalagi di lingkungan dengan sumber udara yang terbatas. Media penularannya sebenarnya bukan napas, air mata, atau bahkan air liur si penderita, tapi dari percikan dahak. Percikan tersebut biasanya keluar saat si penderita bersin dan batuk. Nah, terkena sedikit saja percikan dahaknya, cukup untuk menularkan orang-orang di sekitarnya.

TB ini juga tidak hanya menyerang paru-paru loh, seperti anggapan saya dahulu. Tapi, ternyata juga bisa menyerang organ lainnya, seperti kulit, pencernaan, otak, kelenjar getah bening/limfa, dan saluran kemih.

Tidak ada satu negapa pun yang bebas TB. Indonesia sendiri merupakan negara peringkat 4 yang terbanyak memiliki penderita TB, setelah Cina, India, dan Afrika Selatan.

Wow, kenapa penderita TB di Indonesia bisa tinggi ya? 
Beberapa alasannya adalah:
  • Masih tingginya angka penduduk miskin di Indonesia. Hal ini berkaitan dengan kurang optimalnya asupan gizi mereka, sehingga daya tahan tubuh mereka menurun. Rendahnya daya tahan tubuh membuat seseorang lebih mudah untuk terinfeksi bakteri Myctobacterium Tuberculosis.
  • Kepadatan penduduk yang tinggi, membuat lingkungan pemukiman menjadi padat dan kurang sirkulasi udara dan cahaya matahari. Lingkungan seperti ini memungkinkan penyebaran bakteri penyebab TB cepat terjadi.
  • Masih banyak orang yang belum mengetahui tentang TB, baik sumber penyakit, cara penularan, dan gejalanya. Banyak penderita TB yang akhirnya terlambat untuk didiagnosa dan diobati.
  • Pengobatannya memakan waktu relatif lama, yaitu sekitar 6-8 bulan. Selain membutuhkan biaya, kesabaran pasien untuk mengkonsumsi obat sangat dibutuhkan. Seringnya, karena merasa sudah tidak ada keluhan, pasien biasanya menghentikan konsumsi obatnya, sehingga berpotensi untuk kambuh dengan tingkat resistensi terhadap antibiotik jadi lebih tinggi.
  • Banyaknya penderita TB laten yang tidak mengetahui kondisinya, sehingga mereka tidak waspada untuk menjaga ketahanan tubuh dan kualitas lingkungannya. TB laten adalah kondisi dimana penderita terinfeksi bakteri Myctobacterium Tuberculosis, tetapi hanya 'hibernasi' alias tidak menyerang si penderita karena ketahanan tubuhnya masih tinggi. Infeksi akan mulai terjadi, bila ketahanan tubuh si penderita mulai 'drop'.
TB termasuk penyakit dengan angka kematian tinggi dan menyerang kurang lebih sepertiga penduduk dunia. Bahkan, TB ini banyak diderita oleh orang-orang di usia produktifnya, kisaran 15-55 tahun. 
Duh, seram ya?


Temukan Penderita TB

Apa bedanya batuk biasa dengan batuk TB? Biasanya batuk TB itu tidak kunjung sembuh. Kadang, batuk mengeluarkan dahak dengan darah. Tentu saja disertai dengan gejala lainnya, seperti cepat lelah, demam, berkeringat di malam hari, penurunan daya tahan tubuh, tidak nafsu makan, dan penurunan berat badan secara drastis.



Insya Allah, kita bisa 'mendeteksi' orang-orang di sekitar kita, terutama keluarga' dengan melihat gejala-gejala tersebut. Semakin cepat kita 'menemukan' penderita TB, semakin lebih mudah pengobatannya. Dan, tentu saja akan menyelamatkan banyak orang lainnya, karena si penderita tidak sempat menularkan penyakitnya.


Rangkul Penderita TB


Kita bisa bergerak membantu kampanye TB dari hal yang paling kecil. Tidak perlu menjadi besar terlebih dahulu untuk melakukan hal besar, kan? Tidak masalah juga kita bukan 'ahli' di dunia kesehatan.

Saya ikut membantu kampanye TB dengan cara saya, yaitu: mengenal lebih jauh tentang TB, melakukan pencegahan TB mulai dari keluarga, serta menulis dan mengajak pembaca untuk lebih 'aware' tentang TB.

Nah, kita jadi bisa lebih cermat memerhatikan keluarga dan orang-orang di sekitar kita. Bila kita mengetahui gejalanya, kita bisa membantu penderita TB untuk segera melakukan tes sputum, yang mendeteksi adanya bakteri penyebab TB. Dan, bila hasilnya positif, kita bisa menyarankan cara pengobatan dan perawatannya, serta membesarkan hatinya, agar semangat hidupnya tetap tinggi.


Jadi...

Yuk, mari. Menjaga kesehatan dengan olahraga dan makan dengan nutrisi yang baik, menjaga lingkungan bersih dengan sirkulasi udara dan cahaya matahari yang baik. Dan, bila kita menemukan dan mengenal penderita TB, rangkul mereka agar lebih mengenal penyakitnya sehingga tidak batuk, bersin, atau meludah sembarangan, dan disiplin dalam pengobatannya.



Referensi:
www.tbindonesia.or.id
www.stoptbindonesia.org
www.depkes.go.id
www.penyakittbc.org
Berikut sejumlah tanda dan gejala khas jika orang terkena TB:
  • Batuk. Pada tahap selanjutnya, batuk bisa menghasilkan dahak berwarna abu-abu atau kuning yang bisa bercampur dengan darah
  • Perhatikan penurunan berat badan yang tidak bisa dijelaskan.
  • Kelelahan
  • Demam
  • Berkeringat di malam hari adalah salah satu cara tubuh melindungi darpenyakit. Berkeringat di malam hari dapat dimulai dengan demam dan akhirnya menyebabkan keringat berlimpah diikuti oleh menggigil.
  • Panas dingin
  • Kehilangan nafsu makan
  • Amati urine yang berubah warna (kemerahan) atau urine keruh. Ini merupakan gejala yang muncul pada tahap selanjutnya
Organ yang Terpengaruh

TB bisa menyerang paru-paru Anda dan bagian organ lainnya.Jika Anda mengalami TB paru, maka tanda dan gejala yang dihadapi
  • Batuk yang berlangsung tiga minggu atau lebih
  • Batuk darah atau sputum
  • Perhatikan nyeri di dada dan paru-paru, yang bisa menyebabkan sesak napas. Sesak napas itu bisa menyebabkan pusing.

Selain paru-paru, TB bisa mempengaruhi bagian lain dari tubuh Anda, termasuk tulang belakang, ginjal, dan otak. Ketika TB terjadi di luar paru-paru, gejala bervariasi tergantung organ yang terlibat. Misalnya saja TB tulang belakang yang bisa membuat punggung Anda sakit, dan TB ginjal yang bisa menyebabkan urine berdarah.
- See more at: http://health.liputan6.com/read/521884/bukan-batuk-biasa-waspadai-tbc-dengan-8-gejala-khasnya#sthash.Wv9xoUMT.dpuf

Komentar

  1. batuk tb sebaiknya periksa ke dokter secara berkala

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, betul. Makasih banyak masukannya :)

      Hapus
  2. Jujur, gejala TB ini baru saya ketahui setelah baca postingan2 sprt ini. Makasih ya....

    BalasHapus

Posting Komentar