Kenalan dengan Bebek Judes, Penasaran dengan Sensasi Pedasnya

Saya baru mengenal kuliner bebek saat bekerja. Hehehe... Telat banget ya. Lha wong, ibu saya tidak pernah mengolah bebek di rumah. Pun, kita juga tidak pernah tuh makan olahan bebek di luar. Tapi, kayaknya zaman itu, kuliner bebek memang belum tren deh. Eh, apa saya aja yang kuper ya :D

Nah, teman-teman di kantor mengajak makan bebek di daerah Landmark. Olahan sederhana dari penjual kaki lima, hanya bebek goreng plus lalapan dan sambal tomat. Tapi, rasanya jangan ditanya. Bebeknya empuk alias tidak alot, dan tidak bau 'bebek' hihihi... Dan, sensasi pedas sambalnya, dipadu dengan asam manisnya tomat, beuh, bikin kita minta tambah terus sambalnya *bikin bangkrut penjualnya* :D Kalau tidak ingat, kita harus berhenti makan sebelum kenyang, pasti deh kita sudah nambah berkali-kali *lebay*

Kebiasaan makan olahan bebek itu, terus berlanjut selama saya bekerja. Hampir tiap Jumat, karena jam istirahat yang lebih panjang, kami pasti niat deh 'kencan' dengan si bebek untuk makan siang. Tapi, kebiasaan itu jadi terhenti setelah resign.

Saya lebih menyukai olahan bebek dibandingkan ayam, karena tekstur dagingnya yang lebih berserat dan tidak menggumpal seperti daging ayam. Rasanya pun lebih gurih. Tapi makannya ya juga jarang-jarang sih, karena kadar purin pada bebek yang tinggi. Yak, segala sesuatu yang berlebihan itu kan tidak baik ya.

Kangen dengan olahan bebek, saya dan suami pun hunting rumah makan bebek yang sekarang sedang tren.Ada beberapa rumah makan bebek yang menjadi favorit kami, dari mulai kaki lima dekat rumah, sampai rumah makan dengan beberapa franchise dengan aneka ragam menu olahan bebek. Selain bebek goreng, ternyata juga ada bebek kremes, bebek penyet, bebek sambal ijo, dan lain-lain. *Loh, jadi lapar*

Sebagai pecinta olahan bebek sejati, maka saya langsung penasaran dengan Bebek Judes begitu melihat GA dari Mak Myra. Buka laman Bebek Judes, dan mata langsung disuguhi pemandangan olahan bebek aneka ragam dengan sambal yang menggoda iman. Yummy.




Naaah, penasaran dengan menu andalan resto Bebek Judes ini, namanya Bebek Perawan. Ini dia penampakannya.



Makin penasaran deh. Apalagi katanya disediakan berbagai jenis sambal seperti sambal Judes, sambal mangga, dan sambal terasi. Slurrrpp...

Sayangnya, di Kota Tangerang, resto Bebek Judes ini sedang dalam renovasi. Nanti kalau sekalian ke rumah Ibu di daerah Harapan Indah, mampir ah ke resto Bebek Judes yang di Kalimalang. Jauh aja ya hihihi...

Oh ya, dan senangnya, resto ini ternyata sudah mendapat sertifikat halal MUI loh. Makannya kan bisa tenang. *lihat di profile twitter @bebekjudesresto *

Kalau dijudesin orang mah bikin bete dan mood jelek, tapi mau banget kalau dijudesin sama Bebek Judes. Bikin hati riang, mood bagus dan perut kenyang :)

“Tulisan Ini Diikutsertakan Pada Giveaway Sensasi Makan Bebek Pedas”



Komentar

Posting Komentar