5 Cara Menikmati Keterbatasan ala Emak Tiga Bocah

Indri Noor | Minggu, Agustus 28, 2016 | | 2 Comments so far




Suka pengin deh lihat teman-teman blogger yang bisa produktif menghadiri berbagai event. Pun, juga terkagum-kagum dengan blogger yang produktif untuk posting artikel, baik itu artikel buat lomba, review, reportase, atau malah sekadar menulis opini.


Sedangkan saya, dengan segala keterbatasan, sulit rasanya untuk produktif hadir ke berbagai event blogger. 


Membaca artikel mak Mira Sahid di sini tentang menikmati keterbasan, saya jadi pengin cerita sedikit tentang cara menikmati keterbasan ala saya, mak-mak rempong dengan tiga bocah laki-laki yang lagi aktif-aktifnya, tapi bisa tetap produktif.

Saya tidak memiliki ART, karena itu agak sulit bagi saya tadinya untuk melakukan hal-hal di luar pekerjaan rumah tangga dan mengurus anak. Sekarang, saya mulai bisa melakukan banyak hal walaupun masih dalam ruang terbatas.

5 hal yang saya lakukan untuk menikmati keterbatasan, yaitu:

1.      Bersyukur.

Bersyukur dengan apa yang sudah saya miliki, membuat saya jadi  tidak membandingkan hidup saya dengan orang lain. Dengan bersyukur, insya allah saya bisa ikut senang bila ada teman atau saudara  yang mendapatkan rejeki. Dengan bersyukur, saya jadi tidak merasa minder bila saya tidak memiliki sesuatu, dan jadi percaya diri dengan apa yang sudah saya miliki. 

Dengan bersyukur, saya bisa menikmati segala kerempongan mengasuh tiga bocah dan mengerjakan kerjaan rumah tangga. Dengan bersyukur, saya bisa mengurangi mengabaikan kondisi rumah yang berantakan atau tembok dengan coretan *ini butuh perjuangan sih hahaha...*

Dengan bersyukur, siapa tau rejeki saya bertambah *aamiin yang kenceng*

2.      Memperbaiki Manajemen Diri.

Saya mencoba memperbaiki manajemen diri, dengan menata manajemen waktu, tenaga, dan keuangan.

Untuk manajemen waktu: awalnya saya tulis jadwal rutin yang saya kerjakan dari awal bangun sampai tidur. Maksudnya biar disiplin sih. Awal sih rada susah. Soalnya kadang malas dan suka menunda kerjaan.

Begitu tau 'penyakitnya', saya pun jadi beradaptasi dengan jadwal harian dan mulai terbiasa dengan rutinitasnya. Fleksibel sih ya, kalau ada acara lain kan bisa diantisipasi tuh.

Untuk manajemen tenaga: saya sudah pernah tulis di sini (http://www.indrinoor.com/2014/12/revolusi-manajemen-waktu-ala-irt.html). Dulu pernah saya tulis ya, kalau setrika yang penting saja. Tapi ternyata saya menikmati kegiatan menyetrika sebagai ajang buat mikirin ide nulis hahaha.... Jadi sekarang semua baju ya saya setrika.

Untuk manajemen keuangan: Saya mulai dengan menulis semua keperluan keluarga (harian, bulanan, sampai keperluan tak terduga). Terus budgetnya disusun tiap pos. Dengan adanya rencana anggaran gini, jadi mikir sih kalau beli sesuatu yang sifatnya tidak urgent atau tidak sesuai rencana.

Dengan manajemen diri ini, bisa mengurangi kadar stress saya dalam menjalani peran sebagai emak. Dan dengan kadar stress yang minim, saya jadi bisa menikmati keterbatasan.



3.      Memanfaatkan Teknologi dan Internet.

      Di zaman serba canggih dan dunia yang ada dalam genggaman tangan, bisa digunakan untuk banyak sekali hal positif. Manfaat banget buat emak RT seperti saya biar tetap bisa belajar, berkarya, dan bersosialisasi.

      Berkat internet, saya jadi punya kesempatan untuk belajar banyak hal, seperti menulis, decoupage, memasak, baking, dan parenting. Berkat internet, saya jadi punya wadah untuk tetap berkarya dan produktif walaupun dari (kebanyakan) dari rumah. Berkat internet, saya bisa ber-networking dengan lebih banyak orang, dan berkenalan dengan teman-teman yang hebat. Plus, bisa berinteraksi lagi dengan teman-teman lama.

      Ah, internet memudahkan saya untuk menikmati keterbatasan dengan tetap bisa belajar dan berkarya.



4.      Mengambil Peluang.
       
      Saya berusaha mengambil peluang pekerjaan yang bisa saya kerjakan (kebanyakan) di rumah. Menulis blog, dan menerima pesanan decoupage. Eh tapi kok belum ada yang pesan kue ke saya ya hihihi....

      Sejak pertengahan tahun ini saya juga mengambil pekerjaan sebagai auditor eksternal. Saya terima pekerjaan tersebut karena jadwal auditnya fleksibel, dan diberitahu minimal sebulan sebelumnya.  Jadi saya memiliki persiapan buat ninggalin anak-anak.

      Dengan segala keterbatasan, asal mau terus belajar, usaha dan berdoa, insya allah ada saja peluang yang menghampiri kita.


5.     Fokus pada Prioritas.
       
      Prioritas saya adalah keluarga. Karena itu, sebisa mungkin saya melakukan pekerjaan yang membutuhkan konsentrasi saat anak-anak sedang sekolah atau tidur. Untuk pekerjaan rumah tangga, biasanya udah ada pembagian tugas (tak tertulis) dengan suami dan anak-anak. Alhamdulillah jadi lebih ringan.

      Untuk mengerjakan pesanan decoupage, saya sering melibatkan anak-anak untuk membantu. Lumayan untuk melatih kreativitas dan motorik halus mereka.


     Dengan fokus pada prioritas, saya jadi lebih mudah memilih dan memilah saat ada jadwal pekerjaan yang bentrok dengan jadwal anak atau suami. Saya tetap bisa ikutan event blogger sih, tapi saya pilih yang memang waktunya sesuai dengan jadwal keluarga saya.



     5 hal itu adalah cara saya menikmati keterbatasan. Kerjakan saja dengan maksimal apa yang ada di depan mata. Sambil tetap ingat prioritas dan tidak lupa bersyukur.




Sharing yuk, bagaimana cara teman-teman menikmati keterbatasan?


Read More

Program Bekal Masa Depan Chil Go (BMD Chil Go) dengan Stimulasi Kecerdasan Majemuk Anak. Ikutan, Yuk!

Indri Noor | Selasa, Agustus 02, 2016 | 5 Comments so far





Beberapa hari lalu, saya mendapat mention dari Ria Miranda melalui akun Instagram-nya. Wow, kejutan banget. Soalnya selama ini suka stalking akun Instagram-nya. Selain menyimak model fashion rancangannya, saya juga suka cari inspirasi buat interior rumah. Rumahnya keren dan hommy *menurut saya*.





Mention dari Ria Miranda ini ternyata berupa ajakan untuk mengikuti Program Bekal Masa Depan Chil-Go! (BMD Chil Go). Caranya cuma dengan menceritakan ide kreatif orangtua dalam memberikan stimulasi kecerdasan majemuk untuk si kecil di website www.BekalMasaDepan.com.



video


Kita bisa menceritakan ide sebanyak-banyaknya, untuk memperbesar peluang mendapatkan hadiah Dana Asuransi Pendidikan senilai Rp 3 miliar. Selain itu masih banyak hadiah menarik lainnya untuk 3000 pemenang.

Jadi penasaran, kan? Saya juga, soalnya saya mupeng sama hadiahnya hehehe... Pengin ikutan juga, ah.


Multiple Intelligence (Kecerdasan Majemuk)

Saya yakin tiap anak pasti cerdas. Tapi tidak semua anak memiliki kecerdasan yang sama. Ketiga anak saya pun memiliki kecerdasan yang berbeda. Satu dengan yang lainnya tidak bisa dibanding-bandingkan, karena memiliki keunikan sendiri.

Sebelumnya, saya mencari informasi tentang multiple intelligence (kecerdasan majemuk) ini, yang dicetuskan oleh seorang tokoh pendidikan dan psikolog terkenal, yaitu Howard Gardner.

Menurut Howard, ada 8 kecerdasan dalam multiple intelligence, yaitu:
1.      Kecerdasan linguistik (bahasa)
2.      Kecerdasan logika matematika
3.      Kecerdasan intrapersonal
4.      Kecerdasan interpersonal
5.      Kecerdasan musikal
6.      Kecerdasan visual spasial
7.      Kecerdasan kinestetik
8.      Kecerdasan naturalis

Stimulasi penting banget dong ya untuk merangsang kecerdasan majemuk tersebut. Walaupun saya belum mengetahui secara pasti kecerdasan dominan ketiga anak saya, tapi saya berusaha mengamati melalui minat dan kebisaan mereka.

Misalnya Haqqi (8). Menurut pengamatan saya dia memiliki kecerdasan linguistik, visual spasial, kinestetik, dan naturalis. Sedangkan Danish (7) memiliki kecerdasan logika matematik, interpersonal, musikal, dan naturalis. Ini berdasarkan pengamatan kasar saya sih. Saya berusaha menstimulasi kecerdasan dominan mereka, tanpa meninggalkan stimulasi untuk kecerdasan majemuk jenis lainnya.

Kalau untuk Farghan (3) saya masih belum pasti tentang kecerdasan dominannya. Masih dalam tahap pengamatan awal.  Jadi saya masih berusaha memberikan stimulasi berupa permainan sederhana untuk tiap kecerdasan dengan sama banyaknya, sambil mengamati tanggapan dan proses selama stimulasi.


Haqqi-Farghan-Danish


Berhubung saya mah kurang kreatif, saya banyak mencontek ide permainan untuk anak dari buku "Slow and Steady Get Me Ready" karya June R Oberlander. Tiap kegiatannya kebanyakan hanya menggunakan alat sederhana. Cihuy banget deh buat saya selaku emak kurang kreatif dan hemat.



Susu Morinaga Chil-Go!

Farghan tadinya termasuk anak yang alergi susu sapi. Tetapi setelah umurnya melewati 2 tahun, alerginya lama-lama berkurang jauh. Sekarang dia sudah bisa minum susu sapi. Kesukaannya memang susu cair.

Untuk susu Morinaga Chil-Go!, Farghan ternyata suka yang rasa stroberi. Kadang minum dengan suhu ruang, kadang juga dalam keadaan dingin. Suka-suka dia lah hehehe...

Susu Morinaga Chil-Go! merupakan inovasi baru dari Kalbe Nutrionals dan Morinaga dalam bentuk susu cair siap minum. Kandungannya merupakan sinergi nutrisi untuk mendukung faktor kecerdasan dan pertahanan tubuh ganda.


Kandungannya dari susu Morinaga Chil Go ini yaitu:


v  Kolin dan Inositol, untuk membantu meningkatkan penyimpanan memori, berpikir, dan gerakan sadar.
v  Vitamin B Kompleks, Zat Besi, dan Yodium, untuk membantu fungsi sistem saraf dan konsentrasi anak.
v  Prebiotik Inulin 1000 MG, untuk membantu kesehatan saluran cerna anak.
v  Zinc, untuk membantu meningkatkan sistem imunitas tubuh.
v  Kalsium, untuk membantu pembentukan tulang dan gigi.
v  Vitamin A,C dan E, untuk melindungi sel tubuh agar dapat berfungsi dengan baik.

Minum susu dengan kemasan seperti itu kan membuat saya sebagai emak hemat berpikir untuk menggunakan botol kosongnya sebagai bahan daur ulang. Eits, jangan dikira idenya langsung kreatif banget ya *nggak kreatif kok bangga*. Itu botol tidak perlu diapa-apain banget, ternyata bisa loh saya pakai untuk membantu stimulasi kecerdasan majemuk Farghan.

Contohnya nih, saya menggunakan beberapa ide sederhana seperti berikut:

      1.      Kecerdasan linguistik (bahasa)
Botol bekas digambar sketsa binatang. Terus jadi alat peraga untuk cerita fabel. Tapi seringnya malah Farghan yang cerita (dongengin) saya dengan tokoh-tokoh binatang dari botol bekas tersebut. Walaupun ya ceritanya masih nggak nyambung, suka loncat-loncat hehehe...

2.      Kecerdasan logika matematika
Ini masih dalam kondisi belum diminum. Jadi saya memisahkan beberapa varian rasa, dan minta Farghan untuk menghitung tiap varian rasanya.
Selanjutnya saya minta Farghan memisahkan botol-botol tersebut berdasarkan varian rasanya.

Oiya, itu rasa stroberinya udah habis diminum bocah-bocah.




3.      Kecerdasan musikal
Beberapa botol saya isi dengan biji kacang hijau dengan jumlah yang berbeda-beda. Jumlah kacang hijau yang diisi kan mempengaruhi bunyi. Jadilah kita mengadakan ‘paduan suara’ dengan botol-botol isi kacang hijau tersebut. Seru!

4.      Kecerdasan kinestetik
Botol saya susun sejajar, dan minta Farghan lari zig zag memutari botol-botol tersebut. Pernah lagi, bermain bowling dengan bola kertas, dengan botol-botol isi kacang hijau sebagai pinnya.

Dan favoritnya, melempar botol-botol kosong tersebut ke keranjang dari jarak tertentu. Berisiknya bunyi botol-botol yang dilempar tersebut bikin Farghan makin semangat melempar ke targetnya. Dan, makin hepi kalau botolnya bisa masuk ke keranjang. Pantang menyerah deh pokoknya.





Bekal Masa Depan Chil-Go! (BMD Chil Go)

Ide-ide sederhana tersebut mau saya masukkan  ke program Bekal Masa Depan-nya Morinaga. Siapa tau kan hadiahnya rejeki anak-anak saya hehehe...



Mekanisme pendaftarannya, yaitu:

Offline
Beli minimal 6 botol Chil-Go! di toko terdekat dalam satu struk pembelian. Simpan ya struk aslinya. Terus download form di websitenya. Nah, kirim deh ke struk asli dan formulir ke PT Bounche Indonesia Thamrin Office Park AA03-AA05 Jl. Boulevard Teluk Betung - Jakarta 10240.

Tunggu deh kode uniknya. Pemberitahuan via email dan SMS. Oiya, kode unik ini fungsinya untuk mengirimkan satu ide cerita di www.BekalMasaDepan.com. Satu kode unik untuk satu kecerdasan. Kalau ingin mengirimkan banyak ide, harus mendapatkan banyak kode unik juga. Jadi satu kode unik untuk 6 botol Chil-Go! (berlaku kelipatan).

Online
Pembelian dilakukan di website www.orami.com atau www.kalbestore.com. Isi form di website dengan mengisi data email, data diri, dan data si kecil.




Setelah itu, tinggal tunggu kode uniknya.

Saya melakukan pembelian di www.orami.com. Cari yang praktis. Dan, sudah mendapatkan kode unik untuk setor ide cerita. Yay!


Decoupage Botol Susu Bekas

Berhubung saya lagi suka belajar decoupage (dan menerima orderan tas dan clutch anyaman pandan di decoupage), lama-lama Farghan tertarik untuk ikutan.

Pas banget liat botol bekas susu Chil Go yang berwarna putih, Bisa banget nih untuk Farghan latihan decoupage.




Tahapannya sebagai berikut:


(1) Farghan mengelupas plastik di botol susu Chil Go. Berhubung yang kosong digunakan untuk permainan lain, maka yang masih ada isinya yang kita gunakan. Setelah itu dia memilih motif tisu yang diinginkan.

(2) Gunting motif yang diinginkan. Farghan lumayan bisa mengguntingnya, cuma itu saya rapikan kembali hehehe...

(3) Tisu ini memiliki 3 lapis. Satu yang paling atas bermotif, dua dibawahnya polos. Kita ambil lapisan paling atas. Ini yang memisahkan saya, soalnya rada susah juga dia memisahkannya.

(4) Farghan mengoleskan lem di botol susu. Karena kebanyakan, saya bantu untuk menipiskan lemnya.

(5) Setelah itu saya bantu Farghan menempel tisu di botol susu.

(6) Terakhir dioleskan lem lagi di atas permukaan tisu. Setelah lem kering, dioleskan varnish di atasnya. Jadi deh.

Farghan hepi banget liat hasilnya.

Selanjutnya, saya mulai setor ide ke website Bekal Masa Depan. Pertama, setelah masuk dengan akun yang kita daftarkan, kita akan diminta kode unik.




Setelah memasukkan kode unik, kita isi ide kita sesuai dengan kecerdasan majemuk yang dimaksud. Saya memasukkan ide decoupage botol susu bekas saya ke kategori kecerdasan audio visual untuk usia 3 tahun.




Lalu ceritakan deh ide kita dalam suatu cerita.





Ide cerita kalau bisa yang sudah fix ya, soalnya kalau sudah dikirimkan tidak bisa diedit lagi. Kalau sudah yakin, klik SUBMIT dan tunggu verifikasi.




Yuk ah, pada ikutan juga. Gampil kan cara daftarnya. Siapa tau rejeki teman-teman.

Pokoknya satu kode unik untuk satu cerita. Kalau mau tambah setor ide, ya lakukan pembelian lagi untuk mendapatkan kode unik.

Semoga kita beruntung, ya!

Kunjungi juga Facebook: Morinaga Platinum, Twitter: @Morinagaid, Instagram: @MorinagaPlatinum untuk info lebih lanjut tentang BMD Chil Go, Chil Go dan produk Morinaga lainnya.


Oiya, ini hasil akhir dari decoupage susu botol bekasnya ya.
Selamat berkreasi dengan ide teman-teman yang pasti jauh lebih canggih.
Good luck!











Read More

Revitalisasi Koperasi dalam Era MEA

Indri Noor | Sabtu, Juli 16, 2016 | 1 Comment so far




Kita sedang menghadapi era MEA, yaitu kerjasama antar negara-negara ASEAN dalam bidang ekonomi atau perdagangan bebas. Tujuan MEA adalah meminimalisasi hambatan-hambatan dalam melakukan kegiatan ekonomi lintas kawasan. 


Saya pernah membahas tentang peran Ibu Rumah Tangga dalam era MEA ini. Kali ini, saya ingin cerita tentang Koperasi, revitalisasi dan peranannya, dalam era MEA terkait pengalaman saya menghadiri seminar nasional tentang koperasi. 


Pada tanggal 26 Juni 2016, saya mendapat undangan dari Indoblognet untuk menghadiri seminar nasional tentang Revitalisasi Koperasi di Tengah Masyarakat Ekonomi ASEAN di Gedung SMESCO Lantai 2.




Era MEA adalah masa adaptasi bagi semua negara ASEAN. Hampir semua belum lancar menghadapinya. Tidak ada ‘magic formula’ dalam menyikapinya, karena memang semua negara butuh proses ‘jatuh bangun’ untuk dapat menghadapi MEA. 


Narasumber pertama, Bowo Sidik Pangarso, SE (anggota DPR MPR RI A-272), mengatakan bahwa Indonesia di posisi yang masih sangat perlu pembenahan, seperti pembenahan dalam bidang pajak, korupsi, dan public utility. Kesiapan daerah-daerah di seluruh Indonesia juga sangat diperlukan dalam menghadapi MEA.


Salah satu cara dalam menghadapi perdagangan bebas adalah mengembangkan bidang kewirausahaan. Tapi, dunia wirausaha ini pun masih sulit berkembang, antara lain karena ketidakstabilan kebijakan dan kesulitan mencari pinjaman modal.


Koperasi diharapkan berperan dan terlibat dalam memberikan pinjaman model pada para UKM. Koperasi saat ini memang masih banyak hambatannya, namun diharapkan koperasi bisa melakukan revitalisasi sehingga bisa ikut berperan aktif dalam mengembangkan UKM.


Koperasi adalah badan usaha yang dibentuk oleh para anggonya, tetapi harus tetap profesional sebagai badan usaha, sehingga mampu bersaing dengan badan usaha lainnya.


Strategi koperasi sebagai badan usaha dalam menghadapi MEA antara lain: 

-        Memperkuat SDM. Koperasi memiliki pengurus yang bukan berasal dari anggota koperasi, melainkan staf ahli yang profesional.

-        Memperkuat organisasi. Memperkuat organisasi dengan memperbaiki struktur, modal dan strategi bisnis dari koperasi. Koperasi harus berorientasi profit, sehingga harus bermitra dengan badan usaha lain untuk memaksimalkan profit.

-  Menciptakan inovasi. Koperasi harus mengikuti perkembangan zaman, dengan memanfaatkan teknologi dan IT untuk semua aspek koperasi, seperti produksi, manajemen, dan pemasarannya. Koperasi harus bisa menjadi bagian penting dalam pengembangan ekonomi kreatif.

-      Menaikkan kelas. Awalnya koperasi hanya badan usaha untuk mencukupi kebutuhan anggotanya. Sekarang, koperasi harus menjadi badan usaha yang kompetitif dan berdaya saing, dengan tetap memegang prinsip koperasi.



Narasumber selanjutnya, Choirul Djamhari, memaparkan tentang kondisi Indonesia yang sedang dihadapi dalam era MEA ini. 

Kondisi tersebut antara lain:


1.     Pelemahan ekonomi global
2.     Inflasi dan fluktuasi harga makanan yang makin meningkat
3.     Bergejolaknya pasar keuangan global
4.     Melambatnya pertumbuhan kredit dan menurunnya kinerja korporasi
5.     Penerimaan negara yang tidak sesuai target


Kesiapan daerah sangat dibutuhkan dalam menghadapi MEA, yaitu antara lain dalam bidang infrastruktur, seperti ketersediaan dan kualitas sambungan telepon, sambungan internet, pelabuhan udara, pelabuhan laut, pasokan listrik, dan jalan darat.


Hambatan dalam berusaha juga harus bisa diminimalisasi. Hambatan yang ada antara lain: 


-        keterbatasan bahan baku,
-        kesulitan akses modal pada sektor keuangan,
-        persaingan usaha yang ketat,
-        kurangnya SDM terampil,
-        mahalnya upah pekerja,
-        harga output yang rendah,
-        persaingan usaha yang tidak sehat, dan
-        biaya modal yang tinggi.


Langkah strategis Indonesia dalam menghadapi MEA adalah:

-        meningkatkan daya saing ekonomi
-        meningkatkan laju ekspor
-        reformasi regulasi
-        memperbaiki infrastruktur
-        mengembangkan pusat UMKM berbasis website
-        reformasi kelembagaan dan pemerintah
-        meningkatkan partisipasi semua unsur negara
-        reformasi iklim investasi
-        menguatkan ketahanan ekonomi
-        memberdayakan UMKM



Pentingnya peran UMKM dalam menghadapi MEA ini juga harus didukung dengan revitalisasi koperasi. Koperasi harus bisa bersifat lebih mendidik anggotanya atau member based organization, legalitas yang memadai, dan kompetensi tinggi.


Koperasi harus berubah sesuai dengan perkembangan zaman yang memiliki tantangan yang berbeda. Dengan melakukan perubahan, koperasi diharapkan meningkat daya saingnya di MEA.

Untuk itu, koperasi harus melakukan beberapa hal, antara lain:

-        Fokus pada bisnis (profit)
-        Konsolidasi bisnis (internal dan eksternal koperasi)
-        Modernisasi manajemen
-        Kerjasama antar koperasi dan badan usaha lainnya
-        Multi strategic sebagai badan usaha


Koperasi bisa menggunakan prinsip ekonomi berbagi, seperti Uber, Gojek, atau Airbnb, sehingga bisa mempermudah bagi UKM yang kurang dalam permodalan. Ekonomi berbagi juga memungkinkan koperasi tetap berkelanjutan dan berkesinambungan.


Salah satu contoh koperasi yang sukses menerapkan ekonomi berbagi adalah koperasi bunga terbesar di Belanda atau Aalsmeer. Selain prinsip ekonomi berbagi, koperasi tersebut juga menggunakan IT sebagai basisnya dan transportasi yang efisien, sehingga bisa menjual banyak bunga ke seluruh dunia dengan kualitas yang baik.


Aalsmeer (gambar dari www.tripadvisor.co.uk)



MEA adalah keniscayaan yang harus dihadapi, sehingga koperasi harus berubah dalam menghadapi perubahan zaman. Pada Hari Koperasi tanggal 12 Juli 2016 kemarin yang ke 69, semoga koperasi bisa melakukan revitalisasi untuk meningkatkan daya saingnya di MEA.


 
Read More