Kenapa Harus Stop IKlan Rokok?

Indri Noor | Selasa, Februari 28, 2017 | Be the first to comment!



Anak-anak saya hampir tidak pernah menonton televisi di atas jam 9 malam, dimana tayangan iklan rokok pun dimulai. Tapi, itu pun anak saya bisa mengetahui tentang merokok. Pembatasan iklan rokok kan setau saya kebanyakan di media TV. Jadi, anak saya mengetahui dari media lain yang tidak sengaja terlihat, seperti di billboard atau sponsor suatu acara di televisi.

Lalu bagaimana dengan kondisi anak lain yang dibolehkan atau tidak diketahui orang tuanya untuk menonton televisi di atas jam 9 malam? Memang, itu tanggung jawab orangtuanya. Tapi, tau kan semboyan “it takes a village to raise a kid”. Jadi, untuk membesarkan seorang anak dengan baik, tidak cukup hanya dengan ‘kendali’ orang tua, tapi justru lingkunganlah yang juga berperan besar.

Nah, tentang iklan rokok ini, dibahas loh di acara ngobrol bareng Moza Pramita. Narsumnya keren-keren yaitu: Sarah Sechan (figur publik), RTS Marli (praktisi periklanan), Muhammad Joni (advokat), dan Ekki Soekarno (musisi). Acara keren ini diadakan di venue yang cozy, yaitu Wyl’s Kitchen (Hotel Veranda) pada hari Jumat tanggal 10 Februari 2017.

Acara yang diadakan oleh Komnas Pengendalian Tembakau ini berbentuk talkshow yang ringan, namun padat, berisi dan interaktif. Moza sebagai pembawa acara, menceritakan betapa dia sangat membenci yang namanya rokok. Selain merusak kesehatan si perokok, justru malah jauh lebih merugikan bagi perokok pasif. Dia akan menegur orang merokok yang berada di dekatnya di tempat yang tidak seharusnya merokok. Jadi, Moza merasa bahwa

Demikian pula dengan Sarah Sechan. Semenjak anaknya menjelang remaja, dia jadi lebih konsen dengan iklan rokok. Hal tersebut dikarenakan anaknya sedang dalam masa eksplorasi dan pencarian jati diri, sehingga dengan adanya iklan rokok yang persuasif, akan membuat anaknya ingin tahu dan tertarik untuk mencoba merokok.

Ekki Sukarno (musisi) yang walaupun seorang perokok, menolak untuk bekerja sama dengan perusahaan rokok untuk acara pertunjukan musiknya. Hal tersebut dikarena dia takut akan membuat kalangan muda yang menjadi target pertunjukan musiknya akan tertarik dengan iklan rokok yang menjadi sponsor.

RTS Marli, mengungkapkan bahwa iklan rokok banyak pembatasan, seperti produk rokok yang tidak boleh terlihat dalam iklan, tidak boleh memperlihatkan kegiatan merokok, dan pembatasan jam tayang. Walaupun begitu, pembuat iklan rokok berusaha membungkus iklannya secara persuasif dan emosi, sehingga menarik untuk dilihat.

Iklan rokok memang belum bisa dihentikan, karena produk rokok bukan termasuk kategori produk haram, sehingga iklan rokok masih punya hak untuk ditayangkan.

Pembatasan jam tayang tidak menjamin tidak ada anak yang di bawah umur untuk menontonnya. Memang, kegiatan anak di rumah itu masih tanggung jawab orang tua, tapi harus ada kerjasama dengan berbagai pihak berkepentingan untuk menghentikan iklan rokok. Iklan rokok harus dihentikan karena tidak ada pesan positifnya.

Bapak Joni menganggap bahwa iklan rokok sekarang menampilkan bahwa rokok adalah hal yang normal. Iklan rokok memang merupakan media paling efektif untuk para calon perokok atau perokok baru, karena image yang ditampilkannya.

Padahal, tidak masuk akal jika suatu produk lebih banyak merusaknya, malah dipromosikan. Komisi I DPR harusnya mengatur dalam pelarangan iklan rokok.

Kita sebagai orang biasa, bisa loh ikut membantu dalam pelarangan iklan rokok, salah satunya dengan men-tweet aspirasi kita. Pemerintah harusnya mendengar aspirasi rakyatnya.

Pelarangan iklan rokok memang tidak menjamin jumlah perokok mengalami penurunan, tetapi paling tidak jadi membatasi jumlah perokok baru.









Read More

Mau Punya Perfect Selfie? Coba dengan Vivo V5

Indri Noor | Rabu, Desember 07, 2016 | 1 Comment so far

Sumber Foto: Blogger Crony


Saya tuh sebenarnya sih ga hobi yang namanya selfie, hobinya welfie. Jiaaah, sama saja ya...

Tapi berhubung mulai rajin nge blog, jadinya mulai agak sedikit suka selfie biar bisa jadi pendukung buat tulisan di blog. Pendukung dalam artian sebagai bukti nyata dan bukan hoax.

Berhubung besarnya pixel kamera depan ponsel saya kurang mendukung, jadilah hasil selfienya kok nggak banget menurut saya. Jadi malu deh kalo mau posting di blog.

Selain itu, saya juga lagi suka-sukanya belajar fotografi dengan menggunakan kamera ponsel. Ternyata bisa loh mendapatkan hasil foto yang bagus dengan menggunakan kamera ponsel. Asalkan pixelnya oke, pencahayaan harus penuh, dan angle yang menarik.

Pixel di smartphone saya sih standar banget, tapi lumayan juga sih buat mulai belajar foto-foto. Ah, bermimpi banget bisa punya kamera dengan pixel yang besar.

Nah..nah..makanya hepi banget waktu akhirnya mendadak dapat undangan dari Blogger Crony buat ikutan Launching Vivo V5 #perfectselfie. Senangnya sih pas tau spesifikasi dari ponsel tersebut ternyata pas banget buat saya yang lagi hobi belajar foto. Cihuyy!

23 November kemarin, saya bergegas buat datang ke acara Launching Vivo V5 di Ballroom Hotel Ritz Carlton, Pasific Place, Jakarta. Saya langsung terpukau pas liat venue-nya. Terkesan mewah dan berkelas, bikin kita yang datang jadi merasa hepi dan makin penasaran dengan Vivo V5.

Apalagi ditambah dengan adanya beberapa photobooth dengan setting yang ngehits. Tapi, saya nggak sempet euy buat ikutan foto, karena antri hehehe...

Acara dimulai dengan talkshow dari beberapa narasumber, seperti: Kenny Chandra (jubir Vivo Mobile Indonesia) dan Agnez Mo (brand ambassador Vivo).


Sumber Foto: Blogger Crony
Sumber Foto: pribadi



Kenny Chandra menjelaskan tentang kelebihan dari Vivo V5, yang antara lain memiliki spesifikasi sebagai berikut:
·        4G LTE Network
·        13.97 cm (5.5inch) HD Display
·        Octa-core 64-bit
·        4GB RAM/32GB ROM (Expandable up to 128GB)
·        20 MP Front Camera dan 13MP Rear Camera
·        Battery 3000 mAh

Wah, saya sampai takjub pas dengar kalau pixel kamera depan Vivo V5 jauh lebih besar daripada kamera belakangnya. Biasanya kan kamera belakang yang lebih besar ya *setau saya sih. Dan sampai 20 pixel lagi. Ckckck... langsung ngebayangin gimana kerennya tuh hasil selfie atau welfienya.

Agnez Mo menyatakan kalau Vivo V5 ini ponsel idamannya di 2016, karena Agnez sangat suka selfie. Kalau alasannya Agnez sih karena dengan selfie banyak manfaatnya, salah satunya adalah memberikan rasa percaya diri sebelum tampil.

Vivo V5 ini juga memiliki memori dengan RAM 4 GB dan memori internal 32 GB, yang bisa ditingkatkan sampai 128 GB.

Saya suka ngantuk loh kalau kelamaan ‘main’ dengan ponsel *alasan, padahal emang saya gampang ngantuk aja hahaha*. Kayaknya cepat capek aja tuh mata saya, jadi ngantuk deh. Nah, Vivo V5 ini punya kelebihan lain lagi, yaitu memiliki fitur ‘Eye Protection Mode’. Fitur ini fungsinya ternyata untuk menyaring cahaya biru, jadi melindungi mata dan mencegah kelelahan pada mata.

Cucok banget nih buat saya yang kerjanya harus sering mantengin ponsel *kode banget buat dikasih Vivo V5*

Buat yang hobi mendengarkan musik (atau mendengarkan murottal), Vivo V5 ini bakal bikin mupeng katanya. Karena, kualitas suaranya tak tertandingi berkat penggunaan teknologi Hi-Fi. Asyik dong, ya!

Mendengar paparan dari para narasumber, aseli langsung mupeng sama Vivo V5. Tapi ya taunya baru mendengar cerita dan melihat gambarnya saja.
  
Di akhir acara, eh ternyata ada sesi user experince di belakang panggung. Uhuyyy, kesempatan nih buat membuktikan langsung.


Sumber Foto: pribadi

Sumber Foto: pribadi

Sumber Foto: pribadi


Saya dong pertama kali langsung tanya tentang cameranya. Pertama coba hasil kamera depannya. Selfie deh. Idiiih, hasilnya bagus banget. Padahal di venue tersebut cahayanya temaram gitu loh. Kereeen.

Setelah itu, sama si mas nya, foto selfie saya yang udah keren berkat besarnya pixel dan fitur ‘softlight’ dari kamera depan, di edit dengan menggunakan fitur Face Beauty Mode 6.0. Eh, langsung mulus deh, tapi terlihat natural gitu. Cling lah.

Setelah itu ditunjukkan hasil kamera belakangnya. Kereeen juga. Iyalah 13 pixel gitu. Ditambah ada fitur professional, jadi bisa diatur untuk foto makro, atau jenis foto lainnya dengan mudah. Huhuhu...kan jadi mupeng sayah.

Ya sud lah, mari kita menabung untuk bisa membeli ponsel idaman saya di tahun 2016 *ikut-ikutan Agnez Mo*.








Read More

Kampanye Lingkungan "Love and O2" dan "1 T-shirt for 1 Tree"

Indri Noor | Kamis, Desember 01, 2016 | 8 Comments so far
Tanggal 21 November kemarin, diperingati sebagai Hari Pohon Sedunia. Peringatan tiap tahun dengan mengkampanyekan gerakan menanam pohon dan mengingatkan fungsi penting pohon bagi kehidupan kita.

Fungsi pentingnya antara lain:
-menyerap gas CO2 maupun gas beracun lainnya di udara
-penghasil O2 (oksigen) yang merupakan sumber kehidupan bagi kita
-mencegah banjir dan tanah longsor
-mengurangi pemanasan global dan mampu memperbaiki iklim mikro
-tempat hidup dan sumber makanan satwa atau fauna
-menyerap air dalam jumlah besar, sehingga bisa untuk menambah cadangan air dalam tanah


Delia von Rueti, seorang desainer perhiasan, melihat pentingnya pohon bagi keberlangsungan hidup manusia, khususnya.




Saya hadir ke acara media dan blogger gathering untuk kampanye Love & O2 dan 1 T-shirt for 1 Tree gagasan dari Delia von Rueti ini dengan undangan dari Blogger Crony. Acaranya diadakan di Ballroom Hotel Grand Hyatt, Jakarta tanggal 23 November 2016.

Acara ini berjalan santai tapi tetap khusyuk mendengarkan kisah menarik dari Delia von Rueti.






Delia melihat bahwa Indonesia sebenarnya memiliki hutan hujan tropis terbanyak di Asia, yang salah satunya ada di Pulau Kalimantan. Tetapi, malah hutan Indonesia semakin berkurang dengan banyaknya kegiatan penggundulan hutan.

Keprihatinannya dalam melihat isu lingkungan di Indonesia yang semakin memburuk, membuat Delia menggagas Taman Hutan Hujan Tropis.

Taman Hutan Hujan Tropis ini dibuat di lahan pribadinya seluas 2.500 hektar di daerah Muara Teweh. Lokasinya dekat dengan Bandar Udara Baringin (sekitar 7 km) di Kabupaten Barito Utara, Provinsi Kalimantan Tengah.

Kegiatan Love & O2 digagasnya untuk meningkatkan kesadaran masyarakat Indonesia untuk mencintai bumi dan mau berperan serta dalam setiap kegiatan pelestarian lingkungan.

Partisipasi masyarakat yang dimaksudnya tidak hanya yang besar, tetapi justru dimulai dari hal-hal yang kecil. Seperti misalnya membuang sampah pada tempatnya, tidak membakar sampah, atau menanam tumbuhan di pekarangan rumah.

Delia ingin mengajak masyarakat agar bisa berpartisipasi dalam mewujudkan Taman Hutan Hujan Tropis dengan cara yang sederhana. Menanam pohon mungkin biayanya murah, namun yang membutuhkan dana besar justru adalah pemeliharaannya.

Karena itu, Delia pun kembali menggagas program dan kampanye 1 T-shirt for 1 Tree. Jadi, Delia mendesain sendiri T-shirt cantik dan unik dengan tema cinta lingkungan. Hasil penjualan T-shirt tersebut akan disumbangkan untuk membantu penanaman pohon dan pemeliharaan Taman Hutan Hujan Tropis.

Ada cerita unik saat memilih T-shirt. Saat Delia bertemu dengan owner T-shirt C-59, dia berujar bahwa dulu dia suka sekali dengan T-shirt C-59 dan ingin membelinya, namun tidak ada uang saat itu. Sekarang dia ingin membeli banyak untuk kegiatan dan kampanye 1 T-shirt for 1 Tree.

Mendengar kisahnya, owner T-shirt C-59 tersebut malah menyumbangkan T-shirt dalam jumlah banyak untuk membantu kampanye 1 T-shirt for 1 Tree. Bila kita berniat baik, memang ada saja ya jalannya.

Harapannya sih gerakan 1 T-shirt for 1 Tree bisa viral dan menyebar ke seluruh pelosok Indonesia. Siapa tau, bukan hanya ada satu Taman Hutan Hujan Tropis, tapi bisa bertambah jumlahnya dengan bantuan partisipasi banyak pihak.

Ngomong-ngomong tentang T-shirtnya, selain desainnya cantik dan unik, bahannya adem, juga harganya cukup terjangkau, kisaran harga Rp100-399ribu.








Dalam kampanye ini, Delia juga mengajak para artis ikut terlibat, antara lain yang datang pada acara ini adalah Teuku Zaky, Titi DJ, Aming dan istrinya. Harapannya kampanye ini bisa makin tersebar luas dan dikenal masyarakat.




Salah satu kegiatan yang diadakan dengan keterlibatan para artis lainnya adalah dengan ikut Car Free Day pada tanggal 27 November 2016 dengan starting point di Gedung Artha Loka. Dalam acara ini, Delia dan para artis ikut membantu penjualan T-shirt dan kampanye Love and O2 dan 1 T-shirt for 1 Tree. Intinya sih mengajak masyarakat menjadi bagian dari kegiatan pelestarian hutan ini. Seru, ya!

Media dan blogger pun bisa ikut berpartisipasi dengan menyebarkan tulisan tentang kampanye ini atau kegiatan pelestarian lingkungan lainnya.

Partisipasi lainnya adalah dengan ikut menanam pohon di pekarangan rumah atau lahan sekitar rumah. Karena walaupun yang kita lakukan terlihat kecil, tapi yakin akan ikut membuat perubahan berarti bila kita bersama melakukannya.




Bila ingin membeli T-shirt untuk kampanye 1 T-shirt for 1 Tree atau ikut berpartisipasi dalam kegiatan Love & O2 bisa dilihat di:

Instagram: @loveando2 dan @deliavonrueti
Facebook: Love aand O2
Website: www.loveando2.com



Read More

Piknik, Yuk!

Indri Noor | Sabtu, November 26, 2016 | 2 Comments so far

Saya dan keluarga sering melakukan piknik ala kami. Pertama kalinya kami piknik itu pas lagi jalan-jalan ke TMII ngajak saudara dari Sampit. Selesai berkunjung ke Aquarium Air Tawar, kita langsung gelar tikar plus makanan dan minuman yang kita bawa di areal parkirannya. Di pinggir danaunya kan banyak areal berumput, plus ada naungan pula.

Seru sih. Cuma, berhubung tempatnya rada sempit, kita jadi kurang nyaman. Diliatin pula sama pengunjung-pengunjung lain yang nggak gelaran tikar. Untung kita mah cuek aja wkwkwk...

Selanjutnya, kita jadi ketagihan piknik. Pengin cari tempat yang luas dan nyaman. Paling dekat dan familiar ya Kebun Raya Bogor (KRB). Ini mah familiar banget, secara emak bapaknya sering banget praktikum di sini pas kuliah.

Di KRB bagian tengah paling enak deh buat gelaran tikar. Banyak naungan plus anak-anak bisa lari-larian, main bola dan cuci mata menikmati hijau-hijauan.


Kalau lagi piknik gini, emaknya cuma tinggal nyiapin makanan dan minuman aja. Nah, bagian bapaknya yang capek, karena kan musti nemenin tiga bocah lari-larian dan main bola hihihi
Persiapan gelaran bekal makanan dan minuman. Ini lagi ngajak Eyang Uti.

Me and Danish :)

Tuh, banyak ya yang piknik

Kesempatan buat lari-larian sepuasnya


Kita juga pernah piknik di Taman Safari Indonesia dan di kampus IPB. Di kampus IPB ini yang seru. Tadinya sih niat berdua sama suami cuma buat lihat-lihat kampus sekadar nostalgia. Eh, akhirnya malah gelaran tikar di taman depan gedung rektorat hihihi... Untungnya kita ke sana pas Minggu, jadinya emang sepiii banget.




Kami ngerasain banget loh, piknik ini banyak manfaatnya. 

  • Bisa fokus buat ngobrol-ngobrol santai, tanpa ada selingan pekerjaan lain. 
  • Anak-anak jadi lebih mudah diajak bekerja sama. Ternyata bener ya, kalau anak sedang dalam kondisi hepi, pasti dia lebih banyak nurutnya. Coba kalau lagi bete atau capek, beuuh perjuangan banget *loh, kok malah curcol*
  • Jadi lebih nggak pilih-pilih makanan. Iya, makanan yang biasanya mereka nggak suka, pas lagi piknik kok jadi lahap banget makannya. Kesempatan buat ngasih sayuran. Etapi, masa mau ngasih sayuran ke anak-anak kita harus piknik dulu hihi..
  • Alternatif lain buat olah gerak
  • Bisa menghirup udara segar dan memanjakan mata dengan pohon-pohon dan hamparan rumput.
  • Tau-tau aja anak-anak bisa loh cerita tentang perasaannya atau kegiatannya di sekolah yang mungkin terlupakan buat diceritakan pas di rumah.

Etapi, piknik kayak beginian harus beretika dong ya. Antara lain:

  • Tidak boleh merusak tempat piknik, ya rumput-rumputnya, pohon-pohonnya, dan lain-lain.
  • Tidak boleh mengotori tempat piknik. Jadi, harus menyediakan kantong sampah untuk menampung sampah-sampah yang kita hasilkan.
  • Jangan sampai mengganggu 'tetangga' yang sama-sama sedang piknik, misal: sampah kita jangan sampai 'nyangsang' ke tikar 'tetangga'. Eh, ini pengalaman pribadi. Tapi, saya yang jadi korbannya wkwkwk...
Berhubung kita cinta banget sama Bogor *iyalah, sempat bertahun-tahun melanglang buana di Bogor*, jadinya kita pengin cari tempat lain buat piknik. Penginnya nih ke tempat-tempat berikut buat liburan di Bogor:

Warso Farm
 Ini sekalian mau makan durian, soalnya semuanya penggemar durian.

Kampung Budaya Sindangbarang
Saya sempat melihat blog beberapa teman yang main ke sana. Sepertinya asyik. Etapi, nggak tau juga sih, di sana bisa gelar tikar nggak ya?

Agro Gunung Mas
Mimpi banget bisa piknik ke sini. Piknik sambil memandangi hamparan pohon teh dengan udara yang sejuk. Musti pagi-pagi sih kayaknya, kalau udah siang mah panas.

Situ Gede
Dulu pas kuliah, tempat ini sepi dan belum terlalu bagus. Akses ke sananya pun agak sulit. Eh, sekarang kok ya lumayan ya. Bisa piknik sambil memandangi danau, mancing, dan naik perahu.

Highland Park Resort
Di sini sih judulnya bukan piknik hihihi... Tapi, pengiiin banget nginep di sini. Tendanya ala Mongolian dan pemandangan Gunung Salak-nya kayaknya bakalan bikin kita betah deh.


Asyiknya kalau mengeksplorasi Bogor gini, enaknya sih kalau bisa sekalian menginap di hotel ya. Cari promo hotel atau hotel murah asyik nih. Biar puas menjelajah seluk beluknya kota Bogor tapi kantong gak terlalu jebol. Eh, pas tau ada info tentang promo diskon s.d. 50% untuk booking hotel di pegipei.com mulai 1 Desember 2016. Siap-siap ah.

Info selanjutnya ada di www. Pegipegi.com yaa... 







Read More

Memulai Hal Baru di #UsiaCantik? Hayuuuk!

Indri Noor | Selasa, November 22, 2016 | | 21 Comments so far
Saya percaya kalau semua ada fasenya.


Dulu setelah selesai kuliah, fase berburu kerja pun dimulai. Saya mulai hunting lowongan pekerjaan, ikutan tes kerja, sampai akhirnya diterima di sebuah asosiasi perkayuan.

Selama fase pencarian kerja itu, saya mencoba menikmati ‘masa menganggur’ tersebut dengan ikutan proyek dosen di jurusan saya. Lumayan banget, selain bisa dapat uang saku tambahan, juga dapat ilmu dan networking. Saya juga jadi bisa jalan-jalan ke Pulau Rambut (dalam rangka penelitian tentang satwa burung) dan Indramayu (penyuluhan kehutanan di beberapa SD sekitar pesisir pantai Indramayu). Pengalaman yang tak terlupakan.

Setelah mendapat pekerjaan, fase selanjutnya yang menanti adalah ‘pencarian jodoh’ hahaha... Selama masa penantian ini, saya menikmati prosesnya dengan menjalani pekerjaan saya dengan hepi, ngemol dan kulineran dengan teman-teman kantor, banyak ngobrol dan jalan bareng sama keluarga.

Saya juga mulai mendapat banyak teman-teman baru yang seru (dan SINGLE) pas gabung di milis majalah Cita Cinta. Banyak pengalaman seru pas gabung dengan mereka. Mulai dari sekadar makan bareng, karaokean, ikutan workshop-workshopnya majalah Cita Cinta yang oke banget, bakti sosial di Panti Asuhan dan Panti Lansia di Cijantung, dan ikutan pemred-nya Cita Cinta waktu itu (Widi Lugina) buat ngeliput tempat-tempat kuliner di Bandung selama dua hari di empat resto.

Waktunya ketemuan dengan mereka itu ya jadi ajang kita curhat sebagai sesama single hahaha... Saling menguatkan dan saling menghibur lah.

Bareng milis CC 




Setelah saya mendapatkan jodoh, menikah dan memiliki anak pertama, fase selanjutnya adalah full jadi ibu rumah tangga. Saya resign dari pekerjaan saat si sulung, Haqqi, berusia 10 bulan. Awalnya suami meragukan, apa saya bisa enjoy dan menikmati jadi ibu rumah tangga. Ehhh, ternyata bisa loh.

Haqqi waktu bocah banget


Saya mencoba menikmati fase jadi ibu rumah tangga dengan belajar masak, banyak main sama anak-anak, banyak-banyak baca buku dan refreshing di luar saat weekend dengan keluarga. Saat itu saya juga mulai mengisi waktu luang dengan aktif menulis di multiply.

with my luvly hubby


Saat ini, saya sudah di #UsiaCantik alias menjelang 40 tahun. Justru saat #UsiaCantik ini saya malah mulai dengan fase baru. Anak-anak sudah mulai besar, dan saya mulai bisa melakukan beberapa hal. 

#UsiaCantik saya mulai dengan aktif nge-blog. Walaupun masih perlu pembenahan manajemen waktu lagi biar bisa rajin updet blog dan belajar lebih banyak biar bisa bikin konten berkualitas, tapi saya hepi menjalaninya.

saat acara blogger



Di #UsiaCantik ini, saya juga mulai lagi kerja di bidang kehutanan, sebagai auditor eksternal (freelance). Memulai suatu pekerjaan di #UsiaCantik bukan hal mudah bagi saya. Selain saya sudah vakum selama hampir 9 tahun di bidang tersebut, dan sedikit sekali mengetahui updetannya, saya juga ada tanggung jawab lain sebagai seorang istri dan ibu (tanpa ART).

narsis saat audit


Setelah beberapa saat berkutat dengan pekerjaan ini, ternyata banyak kesalahan yang saya lakukan. Laporan yang masih berantakan karena jam terbang yang masih dibilang minim banget dan ilmu yang masih cetek, sampai beberapa kelalaian di luar kendali saya. Untungnya banyak teman-teman di kantor yang mau memaklumi dan membantu saya dengan tulus dan sabar mengajari saya.

bareng teman-teman auditor




Saya memang harus adaptasi ekstra keras di #UsiaCantik ini. Mulai mengatur manajemen waktu, manajemen tenaga, manajemen emosi, rutinitas pekerjaan, dan menyeimbangkan semuanya.



Saat teman-teman saya sudah mapan dan menuai banyak pencapaian di #UsiaCantik, saya malah baru mulai dengan fase selanjutnya. Di awal fase ini saya belajar untuk berani malu melakukan kesalahan dan belajar dari kesalahan tersebut.




Saya berusaha menikmati setiap fase yang ada di hadapan saya. Berusaha sesuai dengan kemampuan maksimal saya dan berdoa semoga apa yang saya lakukan mendapatkan kemudahan dan keberkahan dari Allah.

Di #UsiaCantik ini saya juga menyikapinya dengan mulai berusaha hidup sehat dan berolahraga. (hmm, ini baru mau mulai sih hihihi...).

Saya juga mulai peduli dengan penampilan. Peduli dalam artian mulai merawat diri secara fisik. Kulit terutama sih ya yang terlihat saat perempuan dalam #UsiaCantik. Kulit saya kering, kusam dan mulai terlihat kerut-kerut hiks..

Iya, tua itu pasti. Tapi menua dengan menarik itu pilihan kan. Saya mulai lirik-lirik perawatan kulit yang sesuai dengan permasalahan kulit saya di #UsiaCantik. Banyak yang menyarankan untuk mencoba perawatan Revitalift Dermalift dari L’oreal Paris Skin Expert.

Saya jadi penasaran, kok banyak yang rekomen ya. Ternyata produk ini mampu mengurangi kerutan dan meningkatkan kekencangan di 8 titik kulit wajah. Pantas saja, soalnya produk ini mengandung Cantela asiatica (pegagan) yang memang sangat banyak khasiatnya untuk kulit. Salah satu khasiat utamanya adalah meningkatkan produksi kolagen pada kulit, sehingga kulit keriput bisa jauh berkurang.

Produk perawatan kulit Revitalift Dermalift dari L’oreal Paris Skin Expert ini diantaranya memiliki tiga jenis produk perawatan, yaitu: milky cleansing foam, revitalift day cream, dan revitalift night cream.

diambil dari Facebook LorealParisID




Memulai sesuatu hal yang baru di #UsiaCantik bukan hal yang mudah, tapi tak ada yang tak mungkin bila kita berusaha semaksimal mungkin dan banyak berdoa. Sama seperti saya yang juga mau memulai beberapa hal baru di #UsiaCantik, termasuk mulai perawatan diri dengan menggunakan rangkaian produk Revitalift Dermalift dari L’oreal Paris Skin Expert. Mudah-mudahan cocok.







 “Lomba blog ini diselenggarakan oleh BP Network dan disponsori oleh L’Oreal Revitalift Dermalift.”





Read More

Berbagi dengan Sharing Informasi tentang Shop and Drive

Indri Noor | Rabu, November 16, 2016 | 2 Comments so far
Pada suatu hari menjelang subuh, terdengar suara ribut di luar rumah saya. Ternyata tetangga sebelah sibuk menyalakan mesin mobilnya, yang tak kunjung menyala. Padahal dia mau siap-siap berangkat ke kantor.

Kehebohan terjadi deh di rumah sebelah. Pas diperiksa, ternyata akinya habis. Jiaaah, pantas aja mobil nggak mau nyala. Kelalaian dia juga sih, sebenarnya kan udah ditulis waktu untuk ganti aki.

Suami saya termasuk tipe yang telaten dengan perawatan mobil.Dia sangat memperhatikan saat waktunya untuk ganti aki. Jadi kasus mau jalan terus pakai acara mogok, insya allah belum pernah. Jangan sampai sih.

Untungnya suami belum berangkat kerja. Jadi bisa ngasih info ke tetangga tentang shop n drive.

Suami langsung kasih nomor telepon Shop and Drive.15-000-15.
Tetangga langsung hepi, karena mau minta ganti aki kok mudah banget ya. Tinggal telepon dan 24 jam pula.

Gak sampai 15 menit dia telepon, petugas dari Shop and Drive pun datang. Kebetulan cabang Shop and Drive memang ada yang dekat dari perumahan kami. Dan tralaa... dia pun bisa berangkat ke kantor lagi, walaupun agak telat dikit dari seharusnya. Harganya pun gak terlalu selisih jauh dari aki yang dibeli langsung di toko.

Shop and Drive ini memang keren. Bisa delivery berbagai onderdil kendaraan, layaknya pesan makanan. Onderdil kendaraan yang bisa diantar antara lain: ban, oli, shock breaker, dan assesoris kendaraan lainnya.


Read More

Pengalaman Menggunakan Tempra saat Liburan Ceria

Indri Noor | Sabtu, Oktober 15, 2016 | | 51 Comments so far



Danish (7 tahun) pernah tidak masuk sekolah selama 7 hari karena sakit. Selama itu dia demam karena infeksi saluran kemih. Penyakit ini beberapa kali terulang jika dia menahan buang air kecil. Biasa anak-anak ya, kalau lagi keasikan main suka ditahan aja gitu pipisnya.


Jadi ingat waktu liburan beberapa tahun lalu saat kami ke Sampit, alias pas mudik Lebaran. Waktu itu pesawat delay lama. Anak-anak untungnya gak rewel karena asyik bermain dengan sepupu-sepupunya. Tapi, Danish jadi menahan pipisnya karena sedang asyik bermain.


Begitu juga saat kami mendarat di bandara Sampit dan menuju rumah mertua. Karena asyik melihat pemandangan sepanjang perjalanan, dia pun kembali menahan pipisnya. Dan, begitu sampai rumah, malah asyik bermain di gundukan pasir bersama kakak dan sepupu-sepupunya. Duh!


Besoknya, badannya hangat. Dan, jadi agak rewel. Mungkin merasa badannya tidak enak. Mau main, tapi kan badan sedang hangat. Kalau sedang begitu, saya menyuruhnya rajin minum setiap sejam sekali. Begitu juga ke kamar mandi. Saya rajin mengingatkannya, kalau perlu ‘memaksanya’ ke kamar mandi.

Saya amat jarang memberikan obat pada anak saat mereka sedang demam.  Saya hanya akan memberikan mereka banyak minum dan makanan yang mereka suka, seperti sop ayam, serta dikompres. Karena, demam adalah reaksi awal alami tubuh mereka dalam menghadapi kuman penyakit.

Tapi saya akan memberikan parasetamol jika saya rasa perlu. Saat demamnya sudah mencapai 38 derajat Celcium dan kondisi umumnya menurun, seperti lemas dan gejala awal dehidrasi.

Parasetamol yang saya pilih adalah yang aman untuk lambung dan menurunkan demam secara perlahan. Sejauh ini, obat penurun demam yang cocok untuk anak-anak saya adalah Tempra. Ditambah, rasanya disukai anak-anak. Rasa favorit mereka adalah jeruk.

Nah, begitu kondisi umumnya sudah menurun, maka saya memberikan Tempra. Kami agak lama memberikannya, karena jarang apotik buka di Sampit menjelang Lebaran. Begitu minum, perlahan demamnya menurun. Sorenya, Danish sudah kembali ceria bermain bersama dan makannya pun mulai lahap.

Sejak itu, maka ada beberapa hal yang hukumnya wajib saya siapkan saat kami akan berlibur bersama agar tetap ceria.







Pakaian ganti yang cukup

Bermain saat berlibur pasti akan membuat anak berkeringat. Belum lagi kalau mainnya ke daerah pantai. Beuh, wajib kudu bawa lah biar anak tetap nyaman beraktivitas dan tidak rewel karena merasa bajunya lembab dan bau.


Diapers untuk darurat BAK

Anak-anak saya sudah tidak memakai diapers lagi. Tapi saya tetap membawa beberapa diapers ukuran besar untuk berjaga-jaga saja saat kebelet BAK dan tidak ada toilet, dan sebagainya.

Sepanjang perjalanan juga tiap hampir satu jam atau dua jam sekali, kami pasti akan mengingatkan mereka untuk ke toilet. Biar liburan tetap nyaman, tidak boleh menahan pipis dong ya.





Mainan, Buku Bacaan, Camilan, dan Minuman

Jelas dong ya, buat obat bosan sepanjang perjalanan. Kondisi jalanan yang tidak tertebak, bikin kami jadi rempong bawa-bawa demi mereka tidak rewel (dan tidak berantem) saat perjalanan. Kalau lagi bosan, kakaknya suka usil soalnya hahaha...





Termometer dan Obat-obatan

Obatnya cuma bawa obat luka sama penurun demam. Kita kan tidak pernah tahu gimana kondisi anak di perjalanan walaupun pas berangkat kondisinya sedang fit. Jadi, biar mereka tetap menikmati liburan, cepat dikasih Tempra saat mereka demam dan kondisi umumnya kurang baik.

Oiya, jangan lupa baca dulu komposisi, kontra indikasi, dan dosis pemakaian saat akan memberikan obat ya. Untuk parasetamol, dosis minumnya sesuai umur dan berat badan.

Terus, bila demam berlanjut, tetap harus ke dokter untuk diagnosa lebih lanjut.

Termometer saya bawa karena ingin memastikan suhu badan secara akurat, bila mereka demam. Jadi bisa tau kapan saat tepat memberikan parasetamol.






Itu aja sih yang saya siapkan biar liburan mereka tetap ceria. Sebelumnya juga jaga kondisi anak-anak biar fit. Dan menyiapkan mereka dengan memberitahukan tujuan liburan dan kondisinya di tempat tujuan.


“Artikel ini diikutsertakan dalam lomba blog yang diselenggarakan











                           
Read More